Natal, Seminar dan Tahun Baru Ipmanapandode Se-Jawa Bali Sukses Terlaksana, Begini Kata Panitia

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

17 Hari yang lalu
INFORMASI

Tentang Penulis
Ketua Panitia, Natalis Iyai saat penyerahan dokumen laporan pertanggungjawaban kegiatan kepada BPH Ipanapandode Bogor. Sumber: Dok. Panitia. (Doc. Panitia.Ist)

 

NABIRE, KABARMAPEGAA.com--Kegiatan rutin setiap tahun yang diselenggarakan oleh Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Nabire, Paniai, Dogiyao dan Deiyai se- Jawa dan Bali (Ipmanapandode se- Jawa dan Bali) sukses terlaksana, kemarin, mulai tanggal 27 Desember 2021 sampai dengan tanggal 01 Januari 2021 di Vila MDC Hotel, Bogor, Jawa Barat.

 

Ketua Panitia, Natalis Iyai menjelaskan kepada awak media terkait kegiatan ini berlangsung. “Kepanitiaan ini dibentuk oleh BPH Ipmanapandode Bogor, dan kepanitiaan terpilih adalah Natalis Iyai sebagai ketua panitia, dibantu seorang wakil ketua, dua orang sekretaris, dua orang bendahara dan biro-biro. Natalis Iyai adalah mahasiswa semester akhir jurusan Biologi murni di Institus Pertanian Bogor (IPB), asal Mapiha, Kabupaten Dogiyai. Begitu juga dengan semua anggota kepanitiaan, semuanya adalah mahasiswa.”

 

Kegiatan ini, lanjut Iyai, kegiatan tahunan yang wajib dilaksanahkan dan pelaksanaannya bergilir dari satu kota studi ke kota studi yang lain, sesuai kesepakatan bersama perwakilan BPH Ipmanapandode se-Jawa Bali. Tahun ini yang berlangsung di Bogor, diikuti oleh 238 peserta, utusan dari semua BPH Ipmanapandode semua kota studi seluruh Jawa dan Bali.

 

Untuk Seminar, ada 5 pemateri yang diundang oleh Panitia: 1) Natalius Pigai (Intelektual dan aktivis, mantan Komisioner Komnas HAM RI) dengan materi terkait “Milenial Papua, Go To The Global”. 2) Marten Goo (Intelektual dan aktivis kemanusiaan) dengan materi “Menjadi Mee: Intelektual dan Kritis.” 3) Ibu Siti Sumartini (Utusan Kementerian BUMN RI di Jakarta) membawakan materi bertema “Pengelolaan Kopi Arabika Meepago.” 4) Kukuh Galih Waskita (Direktur Utama Perusahaan Hips Jaya Jakarta) membawakan materi bertema “Kewirausahaan” dan 5) Utusan Dinas Kebudayan dan Pariwisata Kota Bogor yang menyampaikan materi bertema “Mengelola Desa Ekowisata.”

 

“Melalui materi-materi ini, kami panitia berharap, semua peserta memperoleh manfaat berupa ilmu pengetahuan dan cakrawala berpikir yang baru,” harapnya.

 

 

Pada kesempatan itu, Natalis Pigai diundang untuk mengajak anak muda dari 4 kabupaten agar bangkit dan menjadi pemimpin Papua, Indonesia dan dunia.

 

Kemudian, Marthen Goo mengajak agar tetap kritis darena kritis adalah ciri khas intelektual atau kaum terpelajar. Selautnya, Kukuh Galih mengajak anak muda untuk berinvestasi, mengembangkan usaha, menjadi tuan di atas kekayaan alamnya sendiri.

 

Sementara itu, Ibu Siti mengajak anak muda untuk memulai berwirausaha dengan serius mengembangkan kopi dan oleh perwakilan dari dari Dinas Pariwisata Kota Bogor mengajak semua untuk mulai berpikir mengelola kampung dan daerah masing-masing menjadi destinasi wisata.

 

Peryaan Natal, dan Tahun Baru Ipmanapandode se-Jawa dan Bali, panitia mengundang seorang pastor yang pernah bertugas di Paroki Maria Menerima Kabar Gembira, Kampung Bomomani, Daerah Mapiha, Kabupaten Dogiyai, selama 6 tahun. Pastor dari Keuskupan Agung Jakarta, Johan Ferdinand, Pr.

 

Pengakuan Panitia, Pastor Johan sangat dikenang di Mapiha dan Dogiyai karena semasa bertugas di Bomomani, dan kata dia, Pastor juga telah membangun gereja sangat besar dengan rangka baja, membangun PLTA, membangun pabrik tahu, membangun TK PAUD dan bahkan menggelar misa budaya Mapiha dan memimpinnya sambil mengenakan Koteka.

 

Dalam khotbah, Pastor Ferdinand mengajak agar tetap bersaudara, tetap bersahabat, saling menguatkan, saling berbagi pengetahuan, dan bersemangat untuk terus menekuni jurusan masing-masing agar menjadi berbobot dan siap pakai di bidangnya.

 

Menurut Pastor Ferdinand, itulah semangat natal yang bisa dipegang oleh anggota Ipmanapandode. Karena bila tidak, untuk apa jauh-jauh ke luar Papua, di Papua pun ada kampus.

 

Selain Natal, Seminar dan Tahun Baru, Panitia Ipmanapandode se-Jawa Bali juga mengadakan berbagai kegiatan perlombahan antarkota studi, diantaranya: Pertandingan Sepakbola Putra dan Putrid, Bola Volley Putra dan Putri dan cerdas cermat.

 

“Kegiatan perlombaan itu dibuat agar melalui aneka lomba, ada kekompakan, persaudaraan, sportivitas dan kekerabatan terbangun. Harapannya, interkoneksi antar individu seperti ini dapat terus terpelihara bahkan di Papua, sehingga pembangunan Meepago bisa lintas kabupaten untuk hal-hal tertentu,” jelas Ketua Panitia, Natalis Iyai.

 

Natalis mengatakan usai semua kegiatan Pelajar dan mahasiswa yang ikut dalam kegiatan tersebut bersama-sama menyambut tahun baru dalam suasana hehing dan doa.

 

“Tanggal 01 Januari, pagi hari, kami sebagai Panitia, telah sampaikan laporan pertanggungjawaban kegiatan yang diterima oleh BPH dan anggota Ipmanapandode seluruh Jawa-Bali yang hadir,” jelasnya mengakhiri.

 

Untuk diketahui, Natal, Seminar dan Tahun Baru Ipmanapandode se-Jawa dan Bali di tahun yang mendatang akan dilaksanakan oleh Ipmanapandode Semarang-Salatiga.

 

(MK)

#Pemerintahan

#Mahasiswa dan Pemuda

Baca Juga, Artikel Terkait