Nduga: 34 Gereja KINGMI Tidak Merayakan Natal

Cinque Terre
A. Ogobai

3 Tahun yang lalu
INFORMASI

Tentang Penulis
Tinggalkan Jejak Dengan Tulisan...!
Titik Start Demo Umat Kingmi Jayapura, Ke Kantor DPR, Terkait Kasus Nduga, Sabtu (22/12/2018). Dok. KM

TIMIKA, KABARMAPEGAA.Com-- Sebanyak 34 Gereja Kemah Injil (Kingmi) Klasis Nduga Sinode Papua tidak merayakan Ibadah Natal karena masih trauma dan masih bersembunyi dihutan-hutan sampai hari ini.

Distrik Yigi, Distrik Yal, Distrik Nirkuri dan Distrik Mbua adalah basis pelayanan Gereja Kemah Injil (KINGMI) yang mempunyai 34 Gereja KINGMI Koordinator Nduga. yakni: Klasis Mbua, sebanyak 6 gereja. Klasis Mbulmu Yalma sebanyak 9 gereja. Klasis Yigi Timur sebanyak 10 gereja. Klasis Yigi Barat, sebanyak 6 gereja, dan Klasis Mugi, sebanyak 4 gereja.

Gereja-gereja tersebut,  kosong dikarenakan seluruh jemaat  mengungsi ke hutan untuk mencari perlindungan. Hal ini disampaikan oleh Ketua Sinode Gereja Kemah Injil (Kingmi), Pendeta Dr. Benny Giay. Melalui pesan tertulis kepada kabarmapegaa.com. Sabtu, (22/12).

Menurut dia, keadaan di Nduga yang korban adalah warga sipil kenyataannya yang dibom adalah pemukiman masyarakat sipil yang mengungsi dan bersembunyi di hutan. Hingga saat ini jumlah korban jiwa masih belum bisa dipastikan.

“Kami juga masih belum tahu secara pasti jumlah korban jiwa lain yang mati akibat: Kelaparan, Kedinginan,  dan sakit, selama mengungsi dan bersembunyi di hutan,”katanya.

Benny juga mengatakan, dua jemaatnya menjadi korban penembakan oleh pasukan TNI pasca insiden tewasnya pekerja PT Istaka Karya (2/12) lalu. 

“Dua jemaat tersebut, bernama Hofni Kogoya dan Yulius Tabuni. Mereka ditembak di gereja saat beribadah tanggal 4 Desember lalu,” Jelasnya.

Dia meminta, untuk menghormati masa Natal 2018, Presiden Indonesia, Joko Widodo, segerah Tarik militer dari  Nduga, karena keberaan mereka sejak 2 Desember sampai saat ini, Umat Kingmi dalam Trauma dan tidak bisa ke gereja untuk mengikuti ibadah perayakan Natal.

Dan dia menambahkan, "jika menyelesaiakan persoalan papua, bukan pendekatan militer, namun harus melalui jalur dialog, untuk mencari solusi penyelesaian masalah Papua, "teran Benny.

Selain dia, Gereka Kingmi Departemen Keadilan dan Perdamaian Koordinator Puncak Selatan, diketua, Pendeta Deserius Adii, S.Th, menanggapi dengan mengelurkan surat Penolakan sebagai Daerah  Operasi Militer (DOM) antara TNI/POLRI  dan TPNPB/OPM, di Nduga.

Berikut adalah, Surat Penolakan dan Penyataan sikap yang diterima kabarmapegaa.com, Sabtu (22/12/)

Baca: Peristiwa Nduga: Gereja Kingmi Klasis Mimika Mengeluarkan Penyataan Sikap dan Surat Penolakan

Mereka juga menuntut Kepada, PBB, Belanda, Indonesia, ULMWP, TNI/POLRI, TPNPB/OPM segera duduk saling memaafkan satu dengan lain, mencari solusi untuk penyelesaian pelurusan sejarah bangsa Papua.

“Dan mereka desak  Kepada, Bapak Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) Presiden Republik Indonesia Yoko Widodo agar segera menarik seluruh pasukan non organic maupun organic dari Nduga dan seluruh Tanah Papua,”tegasnya.


Pewarta: Andy Ogobay/KM

#Gereja

Baca Juga, Artikel Terkait