Newman Chapel, Sara: Saya Orang Kristen, Tapi Kenapa Saya Masih Berbuat Dosa?

Cinque Terre
Emanuel Egagobuy Muyapa

2 Bulan yang lalu
ROHANI

Tentang Penulis
Ket: Doa Penutupan kegiatan ibadah, Newman Chapel di pimpin oleh Voni (Doc. EM/KM)

 

 JAYAPURA,KABARMAPEGAA.com- Covid-19 melanda Dunia hingga koneksi sosial menurun. Kehidupan normal yang Tuhan berikan adalah bebas bersosialisasi tanpa dibatasi oleh satu faktor pun, namun hari -hari belakangan ini manusia sebagai makhluk sosial ditanya harus bagaimana cara yang tepat untuk bersosial akibat kehadiran Corona virus, yang pertama kali nya di Wuhan, China.

Setiap orang jika mau bepergian kaluar rumah harus memakai masker, sebagai langkah antisipatif Corona Virus agar tidak berdampak dalam kehidupannya. Hari, per hari terus berlalu tak ada suatu fakta yang membuktikan waktu akan datang dua Kali atau tiga kali, meski waktu datang berlipat ganda tetapi tentu beda suasana dan keadaannya.

Sejak 2019 kehadiran Covid-19 di Indonesia, masyarakat diwajibkan ikuti anjuran pemerintah sebagai langkah pretentif Dari C-19. Hal itu juga telah diimplikasikan secara praktis oleh Papua Hope Language Institute (PHLI) hingga dibatasi kapasitas kebebasan bergaul dan beradaptasi sosial.

Selama ini PHLI telah jalani ibadah atau chapel sendiri, tidak keluar masuk akibat pembatasan sosial agar mencegah penyebaran C-19, lagi pula setiap individu PHLI diharuskan untuk mematui peraturan pemerintah " Penangan Corona Virus."

Namun, semenjak lapisan PHLI divaksin ada ruang untuk keluar, tidak sebebas kehidupan sebelum Corona Virus.

PHLI di ijinkan melakukan kegiatan Off Campus/ luar kampus dengan tetap mengikuti anjuran pemerintah untuk hindari perluasan C-19. Kali ini mahasiswa dan mahasiswi Papua Hope Language Institute (PHLI) memimpin Newman Chapel yang marupakan ibadah mingguan yang biasa diadakan oleh Western people, Orang Barat di YABN, Sentani Papua.

Papua Hope Language Institute (PHLI) memimpin Newman Chapel pada minggu (11/7/2021) di YABN, Sentani Papua.

Dalam Newman Chapel , Tina sebagai Worship Leader perkenalkan diri dan worship leaders, mazmur dan welcoming; Salam pembuka sekaligus pesan untuk memuji Tuhan.

"Selamat pagi dan mari kami memuji Tuhan, kami memuji Tuhan bukan karena dengan alasan apa-apa tetapi karena Dia adalah orang yang berfaedah, bijak dan pantas dipuji sekaligus saya akan membuka Newman Chapel dengan doa" Jelas Tina membuka Newman Chapel.

Lanjutnya, kemudian kami akan dengarkan informasi atau pengumuman yang perlu disampaikan ," Pungkas Tina.

Berikutnya nyanyikan lagu dengan judulnya, ; So Will I, Peace, dan Through it all. Saya akan berikan waktu untuk testimoni dari dua siswa & satu siswi PHLI," Kata Tina yang di terima Kabarmapegaa.com.

Singers/penyanyi yang menyanyikan lagu-lagu tersebut adalah Nia, Elsa, Melly dan April. Sementara music adalah Glori, Meko, Ichat, Apin dan Erik.

Kemudian dilanjuti dengan agenda berikutnya yaitu prayer & praises Offering/One Way.

"Kami akan masuk pada tahap prayer request dan doakan satu sama lain setelah itu akan disambung dengan Offering/One Way." Kata Tina mengintruksi.

Lanjutnya, sementara agenda berikutnya adalah akan dengarkan Firman Tuhan/ Message dari Sara Kobepa," Ujar Tina didepan orang Barat.

Melalui pantauan media kabarmapegaa.com Sara sebagai speaker menjelaskan "Kenapa saya orang kristen tapi masih jatuh dalam dosa?

Dalam Newman Chapel itu, Sara mengatakan jika kita berbuat dosa yang banyak jangan takut kembali kepada Tuhan, sebab Tuhan selalu sayang kita," Jelas Sara Kobepa Perempuan asal Paniai itu, didepan orang Barat.

Hal yang sama, I am a Christian, but why do I still sin? 1. We were born in sin, because Adam and Eve as our anchestor fell into sin(Gen. 3). Sin has became our natural thing to do. 2. Romans 7:15, Paul said, he do what he hate, because of the sin in him. 3. Phil. 3:9, we covered in Chirst’s rughteousness by faith in Him. We don’t own it, but Christ gave it to cover us so that God the Father see us as righteous.

So, to deal with sin we have accept that we are not perfect, we need God’s help (Holy Spirit), and it is important to gospel ourselves," Sara Kobepa Kepada Kabarmapegaa.com.

Setelah Firman Tuhan, dinyanyikan lagu yang dengan judul "Jesus I need you," Kemudian dilanjuti dengan doa penutup oleh Voni, satu anak milenial Papua, Lulusan satu universitas UK, juga pemiliki mimpi besar untuk Papua.

Sementara itu, Daftar nama-nama worship team : Tina (Mc), Glori, Meko, Ichat ,Erik, (Music), Nia, Elsa, Melly, dan April (Singers), Sara Kobepa (Speaker),Sound System (Bapa Matt), Merry (Operator), Manda and Onder (Usher), Egago, Elsa dan Ruben ,(Testimony).

Puji Tuhan semua rangkaian kegiatan telah berjalan lancar. Setalah doa penutup oleh Voni, Tina mengatakanTerimaksih untuk partisispasi dan kesediannya, dan jangan lupa sekalipun kita berdosa Tuhan masih sayang kita "Kata Tina Menutup. (Eman Muyapa)

#Mahasiswa dan Pemuda

#Gereja

Baca Juga, Artikel Terkait