OMK Nabire Gelar Persiapan Jalan Salib Hidup

Cinque Terre
Admin Kabar Mapegaa

6 Hari yang lalu
KABAR PAPUA

Tentang Penulis
Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Santo Yosep Nabire melaksanakan latihan Jalan Salib Hidup Foto: Theo Iyai/KM

 

NABIRE, KABARMAPEGAA.com-- Sebanyak 23 Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Santo Yosep Nabire melaksanakan latihan Jalan Salib Hidup, Senin,(23/3/2020). Persiapan Jalan Salib Hidup mengenang wafatnya Yesus Kristus di Kayu Salib Gunung Golgota ini dilaksanakan di lapangan sepak bola SP1 Nabire barat.

 

 

Persiapan Jalan Salib Hidup mengenang wafatnya Yesus Kristus di Kayu Salib Gunung Golgota ini akan dilaksanakan di lapangan sepak bola SP1 Nabire barat.


 

Sepajang 14 acara, aksi memukau dari anak-anak OMK memainkan perannya masing-masing membuat masing-masing hadir dalam kerumitan. Bahkan ada yang meneteskan udara melihat mata yang membantu Yesus Kristus atas dosa umat manusia.


 

Pastor Gerri Daklus Pr, Paroki St. Yosep Nabire Barat kepada awaak media, menjelaskan makna dari semua ini sebagai umat Katholik, kompilasi kita mengikuti jalan salib hidup, sebenarnya mau menyajikan peristiwa yang dilakukan pada dua ribu tahun yang lalu yang pernah dilakukan umat manusia.


 

"Memadukan mereka melihat peristiwa yang terjadi ini dapat menimbulkan iman mereka. Mengajukan iman mereka kembali, dengan melihat peristiwa ini mungkin ada benih-benih pertobatan dalam hidup mereka," ungkapnya.


 

Abner Badi, Ketua Orang Mudah Katolik (OMK) menjelaskan, kegiatan jalan Salib ini guna mempersiapkan hari Pasakah berlangsung dengan penuh keharuan. Dalam kegiatan ini mengambarkan bagaimana Yesus harus rela disalibkan padahal dia tidak memiliki dosa.


 

Dengan kejamnya para serdadu romawi memaksa dan menyiksa Dia sampai ke tiang salib sambil membawa cambuk dan tombak. Lanjut dia, dalam kegiatan ini mempersiapkan apa makna,dan arti jalan salib bagi Orang Muda Katolik.


 

"Didalam tradisi umat Katolik pada setiap perayaan Jumat Agung dilakukan prosesi jalan salib untuk mengenang kisah sengsara dan wafat Yesus Kristus di salib yang akhirnya bangkit dari kubur dan diperingati sebagai perayaan Paskah.


 

"Prosesi ini melewati 14 perhentian, di mana perhentian terakhir (perhentian ke-14) mengisahkan Yesus yang dimakamkan setelah diturunkan dari kayu salib. Dalam setiap perhentian, pemuda tampak begitu khusyuk mengikutinya,"bebernya


 

Usai itu, Frans Tatogo, mengtakan jalan salib mengajarkan kepada Umat Khususnya anak-anak Mudah (OMK) Paroki St. Yosep Nabire Barat, Yesus memberikan teladan hidup yang setia.


 

Yesus setia menyerahkan dirinya sebagai utusan Tuhan sebagai penebus yang menebus umatnya. Derita, sengsara, dan wafatnya di salib, diterimanya dengan ikhlas dengan ketulusan hati.


 

Semoga teladan Yesus juga menjadi teladan umat Katolik atau umat lain yang menyaksikan peristiwa ini. Peristiwa ini merupakan bukti kesetiaan dan mendorong anak-anak muda agar kembali ke jalan yang benar ,dimana Tuhan sendiri mau kehilangan nyawa diatas kayu salib yang hina.


 

"Kebenaran akan membawa hidup, kebenaran itu memberikan arti hidup bagi siapa saja. "Kebenaran itu memiliki nilai universal. Untuk itu, marilah anak-anak muda kita semua yang hidup di dunia ini menghayati kebenaran itu," ucapnya.

                                             

Dilaporkan oleh Theo Iyai dari Nabire dan pewartakan Yunus Gobai

 

Baca Juga, Artikel Terkait