Orang yang Membaca Banyak tidak Pernah Menjadi Bodoh

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

3 Tahun yang lalu
PUISI

Tentang Penulis
Diskusi sambil mengenal perkembangan duniai, Ikatan dan pelajar mahasiswa Paniai Yogyakarta. (Demi Nawipa fi foto oleh Yosia Tebai/KM)

 


Oleh, Demi Nawipa

OPINI KABARMAPEGAA.COM--Pendahuluan pada hari ini, sabtu 29 September 2019 pukul 19.49 waktu tanah kolonial (Jawa), saya mendapatkan dan membaca banyak pencerahan dalam bentuk tulisan yang dibagikan melalui medsos, namun ada satu kalimat pendek yang menjadi sebuah inspirasi untuk saya menulis lagi.

Kalimat itu karena menarik bagi saya demi masa depan kita Papua, maka saya menjadikan sebuah judul dalam tulisan ini, yaitu "orang yang membaca banyak tidak pernah menjadi bodoh, (Gembala Dr.S.Sofyan Yoman), dan beliau berpesan bahwa bila generasi muda Papua membaca banyak lalu menulis lagi tentu 3 tahun kemudian akan menjadi orang yang cerdas di tanah West Papua".

Terkait dengan judul itu, saya menuliskan apa yang saya berpikir dan yang akan menjadi sebuah pesan spirit untuk generasi kita yang harus memiliki dan mempunyai kekuatan melalui membaca dan menulis serta dilanjutkan dengan aksi yang realistis dan modern tanpa melupakan budaya dan gaya hidup kita sebagai orang Melanesia di Papua Barat. Untuk itu, apa saja yang perlu kita membaca dan menulis biar kita tidak akan pernah menjadi bodoh ?

2. Membaca Buku dan Menulis ,

Membaca buku lalu menulis lagi adalah kewajiban kita generasi muda Papua yang tersisah dan lagi hidup serta sedang merasakan pada jaman yang lagi semakin maju ini.

Membaca buku dan kemudian dilanjutkan dengan menulis adalah kegiatan yang harus dilakukan oleh kita sebagai orang (manusia-manusia) yang tahu membaca dan pernah dan lagi serta akan sekolah demi menghidupkan sejarah pembebasan masa depan bangsa kita dari kolonialisme Indonesia.

Generasi muda Papua (kita) membaca buku apa saja yang kita miliki, seperti buku tentang ilmu pengetahuan dalam pendidikan sesuai jurusan kita, buku-buku tentang sejarah perjuangan Papua dan pelanggaran HAM yang selalu terjadi serta buku-buku yang berisi tentang manusia dan alam Papua bahkan buku-buku lain yang bisa menjadikan konsep dasar teori yang berkaitan dengan masalah-masalah yang kita (orang asli Papua) alami dalam proses perjuangan kemerdekaan bangsa Papua.

Saya masih ingat pesan Gembala Dr.S.S.Yoman lagi bahwa; "setelah membaca 1 buah buku harus menulis lagi, biar lilin pencerahan itu akan hidup terus demi bangsa dan tanahmu", maka itu setelah kita membaca buku-buku, kita harus menulis lagi biar apa yang kita baca itu tidak boleh lupa lagi bahkan tulisan itu bisa menjadi berkat dan pencerahan bagi para pembaca demi masa depan Papua yang penuh harapan.

Biar melalui membaca dan menulis kita bisa menjadi orang yang cerdas, pintar, spirit dan bijaksana dalam perjuangan Papua menjadi negara sendiri. Melalui membaca dan menulis kita tentu akan mematahkan kebodohan para penjajah di atas negeri kita sendiri, dengan kekuatan kemampuan dan kejeniusan kita demi mempertahankan tanah West Papua raya.

Dengan kemampuan kita membaca dan menulis tentu akan membongkar segala tipu muslihat penjajah yang lagi menjajah Papua. Maka, diharapkan kita harus membaca dan menulis banyak tentang semua hal yang terjadi di negeri kita tercinta.

 

3. Membaca Masalah yang Terjadi Lalu Menulis,

Generasi muda Papua harus membaca masalah yang terjadi di depan mata kita dalam kehidupan di atas tanah Papua, lalu dilanjutkan dengan menulis. Dalam pembahasan ini, membaca masalah berarti mendata masalah di lapangan yang terjadi masalah berupa video, foto gambar, dan merekam suara, bahkan menulis lagi.

Dengan mendata masalah yang baik tentu akan berguna dalam proses selanjutnya. Dalam setiap peristiwa yang terjadi, baik masalah yang membawa malapetaka bagi masyarakat maupun yang masalah lainnya, ketika kita membaca untuk mendata perlu menggunakan 5W+ 1H (what, where, why, when, who dan how), biar hasil pembacaan kita di lapangan di mana terjadi peristiwa itu menjadi sangat bermanfaat bagi kita semua demi masa depan hidup bangsa Papua Barat.

Kemudian hasil pembacaan kita itu, kita perlu menulis lalu berdiskusi lagi kemudian menulis hasil diskusi bersama, lalu selanjutnya dipublish biar ada proses penyelesaiannya bisa kelihatan, biar kebodohan penjajah itu kita bisa kasih telanjangi lagi dengan kekuatan angkat penah kita sendiri.

 

4. Membaca Buku-Buku yang Ditulis Oleh Para Gembala di Papua,

Mulai sejak tahun 2000-an sampai saat ini, orang tua dari kita Papua mulai menulis buku tentang Papua, maka diharapkan buku-buku itu perlu kita membaca lalu berdiskusi dan menulis lagi, biar pengetahuan tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi di Papua itu kita bisa tahu dan pahami.

Setelah itu kita tentu akan memiliki banyak pandangan yang terkait dengan masa depan Papua termasuk pula menemukan jalan keluar yang jitu untuk memperjuangkan Papua merdeka menjadi negara sendiri.

Bahkan, berdasarkan hasil pemahaman buku-buku itu, tentu kita sendiri akan menjadi pewaris dari orang tua (gembala-gembala Papua) yang hebat dan luar biasa demi kita dan masa depan. Namun itu kita diharapkan oleh mereka untuk membaca dan menulis mulai dari sekarang, biar kedepannya kalian lebih hebat dari kita (kata mereka) dan tentu kita lebih kuat mempertahankan negeri kita West Papua dengan kekuatan dan kemampuan kita.

 

5. Membaca (Belajar) Bahasa Inggris,

Para gembala Papua hari ini, diharapkan untuk kita generasi muda bahwa setelah membaca buku dan menulis, jangan lupa belajar bahasa Inggris lagi tanpa membiarkan budaya dan bahasa masing-masing suku di Papua barat.

Mereka maksud untuk kita (generasi muda Papua) belajar bahasa Inggris dan harus tahu bahasa Inggris oleh karena masa depan Papua untuk kemerdekaan ada di tangan generasi muda Papua sendiri yang akan melanjutkan perjuangannya, bahkan generasi muda Papua tentu akan bersahabat dengan saudara se-rumpun melanesia dan kepulauan Pasifik bahkan sampai negara-negara asing lainnya.

Saya pikir ketika saya merenung judul tulisan ini, maka saya berpikir, setelah generasi muda (kita) Papua ini membaca dan menulis tentang buku-buku tentang Papua bahkan buku pengetahuan umum serta situasi di Papua dengan serius dan baik, langkah selanjutnya adalah kita harus tahu berbahasa Inggris sesuai pesan dari para gembala Papua hari ini.

Coba, kawan-kawan kita membaca ini ada satu kalimat motivasi yang disampaikan oleh Pater Dr.Neles Tebay, bahwa "generasi muda Papua ini pintar menulis dan membaca dalam bahasa Indonesia, tetapi saya kasih ibu jari buat mereka yang sudah tahu berbahasa Inggris lalu menuliskannya, sedangkan kalau yang tidak tahu berbahasa Inggris lalu hanya membaca dan menulis dalam bahasa Indonesia, sepertinya akan bermain-main dalam kamarnya penjajah". Kalimat ini menjadi motivasi untuk generasi muda untuk belajar dan tahu berbahasa Inggris lagi.
 

Sebenarnya banyak hal yang saya akan menuliskan terkait judul itu, tetapi saya hanya menuliskan apa yang saya sudah berpikir ketika saya membaca dan terinspirasi dengan kalimat judul tersebut.

Demikian tulisan singkat ini, saya membagikan lewat medsos, maka bila ada kekurangan kata atau kalimat, saya mohon para pembaca dikoreksinya. Semoga tulisan ini menjadi sebuah pencerahan pembaca dan saya dalam kehidupan demi negeri kita tanah Papua Barat yang tercinta.

Penulis adalah mahasiswa Paniai sedang Menempuh Kuliah Dikota Study Jawa.

 

 

Baca Juga, Artikel Terkait