Ormas Bubarkan Diskusi Mahasiswa Papua di Makassar

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

6 Bulan yang lalu
HUKUM DAN HAM

Tentang Penulis
Situasi terkini di kontrakan yang digunakan mahasiswa Papua untuk diskusi soal Papua yang secara paksa dihentikan oleh ormas. (Doc. Mahasiswa Papua Makassar. Ist)

 

JAYAPURA, KABARMAPEGAA.com--Kegiatan diskusi bersama mahasiswa Papua  yang sedianya akan dilaksanakan sore tadi,16.00 Wita, di kontrakan mahasiswa Dogiyai, Jl. Skarda N4 RT 03 RW 05 Kel. Gn Sari Kec. Rappocini Kota Makassar terhenti akibat kedatangan kuranglebih 15 orang anggota ormas Brigade Muslim Indonesia (BMI) dan Laskar Merah Putih (LMP).

Ormas BMI dan LMP dengan paksa hentikan kegiatan diskusi tersebut  dengan alasan mendukung gerakan Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Bochy, salah satu mahasiswa Papua yang korban dalam tindakan represif tersebut membenarkan kejadian ini. "Ada belasan mahasiswa Papua yang terlibat dalam diskusi yang kemudian dengan paksa dibubarkan oleh ormas."

Kata dia, saat ini situasi kondusif, dan pihak Kepolisian masih standby di lokasi.

Sementara itu,  kronologi versi Mahasiswa Papua di Makassar yang diterima media ini via pesan tertulis memaparkan, sejak pukul 17.30 Wita, 10 orang anggota Intel Polda dipimpin Iptu Ibe (Kanit Intel) tiba dilokasi selanjutnya mengamankan situasi dan memisahkan massa aksi.

Pukul 17.40 Wita, 10 orang dari Jatanras Polrestabes Makassar dipimpin Aiptu Kemal (Dantim Jatanras) tiba di lokasi selanjutnya membawa Sdr. Melfin untuk dimintai keterangan terkait kegiatan dialog tersebut.

Pukul 19.10 Wita,Situasi kondusif, dan pihak Kepolisian masih standby di lokasi.

Sementara itu,  dengan kejadian ini berimbas pada kontrakan yang digunakan oleh mahasiswa untuk diskusi.

Dikabarkan, telah  koordinasi dengan ketua RT setempat bahwa Babinkamtibmas dan Babinsa akan menghimbau kepada mahasiswa untuk mengosongkan Kontrakan tersebut karena sering membuat keributan (Mabuk) dan kegiatan mendukung OPM.

Kontrakan yang dimaksud merupakan milik Ibu. Hj. Jum (Pedagang) yg di sewa oleh mahasiswa  Papua dengan harga Rp. 40.000.000.-/tahun.

Selanjutnya,  pihak kepolisian juga menyita perangkat diskusi mahasiswa Papua.

Ada pun barang bukti yang disita Polisi:  5 Lembar materi diskusi dengan judul 'Gerakan Rakyat Militer Papua Barat' yang disusun oleh Biro Agitasi dan Propaganda  Komite Pusat - Aliansi Mahasiswa Papua (AMP).

Selanjutnya,  dua  buah gelang berlambang bendera Bintang Kejora.

 

Pewarta: Manfred Kudiai

#Mahasiswa dan Pemuda

#Politik

#Pers Dibatasi

Baca Juga, Artikel Terkait