Papua Bagai Bukit Golgota (Kalvari) Moderen

Cinque Terre
Admin Kabar Mapegaa

13 Hari yang lalu
OPINI

Tentang Penulis
Admin Redaksi Kabar Mapegaa Online
Ilustrasi/KM

 

 

 

Oleh, Dami Nawipa

 

I. Pendahuluan,

 

OPINI KABARMAPEGAA.COM--Saat ini saya kembali merenung apa yang dialami bangsa Yahudi saat romawi kuno menjajah mereka. Oleh karena itu saya menuliskan sebuah fenomena yang lagi terjadi di Papua yang mempunyai multi masalah yang dialami oleh orang Papua asli dalam penjajahan Indonesia.

 

Maka saat ini kondisi dan situasi hidup bangsa Papua hampir sama (tidak jauh beda) dengan yang dialami oleh bangsa Yahudi dalam sejarah panjang kehidupan mereka. Berikut ini beberapa pertanyaan terkait masalah-masalah yang dihadapi oleh kedua bangsa yaitu :

 

  1. Bolehkah kita merenung sejarah kehidupan bangsa Yahudi sepanjang hidup dari penjajahan yang satu ke penjajahan yang lain ?
  2. Masalah apa saja yang dialami oleh bangsa Yahudi saat mereka hidup dibawah penjajahan ?
  3. Hal-hal apa saja yang dilakukan oleh bangsa Yahudi sehingga mereka mati (meninggal) dan hidup untuk melihat harapan mereka ?
  4. Siapa-siapa para pemimpin bangsa Yahudi yang hebat dalam kehidupan penjajahan bangsa lain ?
  5. Terkait dengan ke-4 pertanyaan itu, apakah Papua juga termasuk di situ ? lalu akan bagaimana melangkahnya?
  6. Apakah benar Papua pernah dan lagi dijajah dari dua negara ?
  7. Bagaimana sejarah bangsa Papua ?
  8. Berapa suku dan bahasa bagi bangsa Papua ?
  9. Sejarah politik bangsa Papua itu bagaimana ?
  10. Masalah apa saja yang lagi alami orang asli Papua ?
  11. Strategi perjuangan seperti apa yang kita harus lakukan ? dan pertanyaan pertanyaan lainnya?

 

Itulah pertanyaan-pertanyaan yang kita harus renung dan melakukan dengan iman serta mengedepankan penuh harapan. Menurut saya saat ini bangsa Papua lagi mengalami multi masalah semirip dengan masalah-masalah yang dialami oleh bangsa Yahudi.

 

II. Bangsa Yahudi

 

Bangsa Yahudi adalah sebuah bangsa yang berketurunan dari cucu keduanya Ibrahim dan cucunya istri pertamanya dari ibrahim yaitu Yakob. Isak mempunyai dua anak, namun yakub-lah yang mempunyai anak 12 yang disebut sebagai 12 suku bangsa Israel.

 

Bangsa Israel pertama kali mengalami penjajahan ketika mereka hidup di bawah penjajahan Firaun di Mesir. Lalu, Musa yang membebaskan bangsanya keluar dari mesir menuju ke Kanaan. Tetapi dalam perjalanan perjuangan bangsa Yahudi banyak orang yang meninggal oleh karena mereka melanggar hukum alam dan hukum Tuhan. Musa juga tidak masuk menyaksikan tanah impian yaitu tanah Kanaan, dia hanya memandang cahaya harapan dari perbatasan lalu menghilang di gunung Nebo.

 

Selanjutnya bangsa Israel mewarisi keturunan di tanah warisan mereka dan mereka bentuk dua kerajaan. Setelah sampai di Kanaan dari penjajahan Firaun banyak penjajahan muncul dari bangsa tetangga, itu semua dihadapi oleh para pemimpin raja yang satu ke raja yang selanjutnya dengan musuh mereka, kira-kira selama 3000 tahun.

 

Pada akhirnya, penjajahan Romawi menjajah sepanjang Asia barat, termasuk bangsa Yahudi. Ketika itu, Pontius Pilatus menjadi gubernur di Jerusalem, Herodes menjadi raja Yudea dan Hanas dan Kayafas menjadi imam besar, telah hadir seorang pembuka jalan (pintu) pembebasan dan penyelamat yaitu "Yohanes Pembaptis" kemudian disusul dengan kelahiran sang pembebas bangsa "Bayi Yesus".

 

Selama itu juga Pilatus telah mengalihkan ribuan orang bangsa Israel (bangsa Yahudi)) di bukit Golgota (Kalvari) yang artinya tempat tengkorak manusia yang telah disalibkan dan dikuburkan. Saat itu kondisi sangat kritis bagi bangsa Israel, inilah sang pembuka jalan dan sang pembebas hadir di sana.

 

III. Bangsa Papua,

 

Bangsa Papua adalah sebuah bangsa yang hidup di tanah Papua yang terletak benua Australia sebelah Utara, sebelah barat daya Pasifik dan sebelah timur bangsa Melayu. Bangsa Papua adalah terdiri dari ras Austronesia dan ras trans new Guinea dalam rumpun Melanesia. Bangsa Papua juga mempunyai beragam suku, beragam bahasa lokal, dan beragam budaya sesuai dengan beragam flora dan fauna yang ada di pulau yang dihuninya.

 

Bangsa Papua juga mempunyai agama budaya (Mesianis suku-suku) seperti kuripasai, monarmakeri dan koyeidaba yang mempunyai hukum agama budaya sebelum sahabat agamanya hadir di Papua sehingga orang asli Papua mempunyai mayoritas agama Nasrani (katolik dan Kristen protestan).

 

Menurut saya, ketika bangsa Papua hidup di bawah jajahan Belanda dan perang dunia kedua, perang dingin dan perang Pasifik itu sama hal dengan bangsa Israel hidup di bawah penjajahan raja Firaun di Mesir. b Bagi bangsa Papua itu tahun 1960-an ke bawah. Saat itu, orang papua merasa kelompok new Guinea raad sebagai para sang pembebas bangsa west Papua, sampai sudah diketahui oleh pemimpin dunia (PBB). Namun, mereka hanya meletakan sebuah simbol sejarah melalui bintang harapan (morning star flag) demi masa depan bangsa.

 

Dan menurut saya juga bahwa mulai sejak tahun 1961 pada 19 Desember telah hadir seorang penjajah kedua bagai penjajahan Romawi bagi bangsa Yahudi. Jadi, saya sebut Indonesia hari ini untuk bangsa Papua adalah penjajahan Romawi moderen, maka kami bangsa Papua sebut Indonesia adalah penjajah romawi modern Bangi bangsa Papua yang lagi mengalibkan ribuan orang di atas pulau yang semirip dengan bukit Golgota (Kalvari) itu.

 

Bangsa Indonesia menjajah Papua yang selalu seenaknya saja dilakukan di atas pulau Golgota (Kalvari). Setiap hari para penguras kekayaan, para penipu politik licik berdondong-bondong di atas bukit Golgota (Kalvari). Banyak orang asli Papua juga yang menjadi pengikut kelakuan para penjajah sehingga banyak yang siap secara cepat menjadi tengkorak, oleh karena pengaruh dari itu banyak yang, terkena penyakit HIV/AIDS, freedex berlebihan, miras berlebihan, korupsi kiri-kanan, jadi itu semua dipermainkan oleh negara Romawi modern Indonesia melalui intel-intel secara sistematik.

 

Oleh sebab itu, menurut saya, saat ini sang pembuka bagi sang pembebas bangsa Papua belum muncul, walau ada para pembuka pintu para sang pembebas selalu tertutup dalam kepentingan diri mereka, dan selalu tidak bersatu. Sang pembuka pintu bagi sang pembebas yang saya maksud itu seperti Yohanes Pembaptis bagi bangsa Israel.

 

Papua punya banyak pemimpin agama Nasrani (katolik dan Kristen) tetapi mereka juga banyak yang seperti para imam dan ahli taurat zaman Romawi menjajah bangsa Israel. Para pastor dan pendeta di papua masih belajar teori Alkitab (firman Allah) walaupun barang itu sudah hadir sejak tahun 1855 di pulau Mansinam, bahkan soal ajaran Tuhan itu sudah ada sebelum temannya teologi bangsa Yahudi hadir di Papua. Oleh karena para pemimpin agama Nasrani Papua masih belajar teori Alkitab di artar gereja, umatnya (bangsa Papua) terpengaruh kedalamnya, tanpa melihat perubahan sosial dan ancaman yang dialaminya sendiri di setiap hari yang distir oleh penjajah bangsa Romawi modern Indonesia. Saya hanya apresiasi beberapa pendeta dan pastor Papua yang menjadi gembala bagi umatnya, yang saya tidak perlu sebut nama mereka di dalam tulisan ini, saya hanya kirimkan suara saya kepada Tuhan biar ada pastor dan pendeta lain juga ikut menjadi gembala bagi umatnya yang ditindas.

 

Jadi, saat ini Papua sedang menunggu sang pembuka bagi sang pembebas dan sang pembebas bangsa Papua, sebagaimana bangsa Yahudi punya, yaitu Yohanes pembaptis dan Yesus Kristus (secara manusiawi).

 

IV. Kesimpulan,

 

Terkait tulisan ini, saya simpulkan dengan sudut pandang saya bahwa dunia ini ada dua bangsa yang Tuhan sang khalik tetapkan sesuai rancangannya. Kedua bangsa itu adalah bangsa yang dipilih oleh sang khalik dan bangsa yang dijanjikan oleh sang khalik, kedua bangsa yang saya maksud itu adalah bangsa Yahudi (bangsa Israel) dan bangsa Papua (bangsa Papua New Guinea). Jadi, menurut saya seperti itu, dan itu hanya pemahaman saya tentang persamaan hidup bangsa Yahudi yang termuat dalam Alkitab dan sejarah hidup bangsa Papua serta peristiwa2 yang terjadi dan lagi berlanjut sampai saat ini dalam kehidupan bangsa Papua.

Demikianlah tulisan ini saya melayangkan di medsos, biar para sahabat sesama manusia dapat membaca dan memahaminya. Terimakasih (www.kabarmapegaa.com)

 

Baca Juga, Artikel Terkait