Papua Dalam Bayang-Bayang Transmigrasi.

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

1 Tahun yang lalu
ARTIKEL

Tentang Penulis
Foto ilustrasi transmigrasi ke Papua

 

Oleh: Musell Safkaur )*

 

Niccolo Machiavelli menuliskan dalam bukunya yang termasyur “The Prince” bahwa pemindahan penduduk adalah salah satu cara untuk mengontrol sebuah wilayah. Cara ini dinilai lebih efektif ketimbang mengirimkan pasukan untuk menjaga wilayah koloni.

 

Teori Machiavelli sangat tepat menggambarkan kesulitan orang-orang Belanda menjamah tanah Papua sejak paruh kedua abad ke-19. Pemerintah Kolonial tidak memiliki cukup dana untuk melakukan ekspansi ke ujung timur Nusantara, kendati mendapat tekanan agar segera menperluas daerah jajahan. Guna mengatasi hal tersebut maka dimulailah program kolonialisasi dengan memindahkan penduduk dari Jawa pusat kolonial,ke Papua (Tirto.id “Sejarah Transmigrasi Orang Jawa Ke Papua’ 22/08/2019).

 

Setelah Indonesia berhasil mengambil paksa (anekisasi) Papua ke dalam pangkuannya, warisan yang sama mulai dipraktekkan. Berselimut “memeratakan pembangunan,meningkatkan kesejahteraan dan mengukuhkan persatuan”. Penduduk dari luar Papua dikirim secara gila-gilaan ke tanah Papua.

 

Semenjak 1962 hingga hari ini belum ada data yang akurat tentang jumlah penduduk asli Papua,yang disebutkan dari dulu hanya 1,5 juta jiwa. Tidak pernah ada sensus yang sungguh-sunguh oleh pemerintah Indonesia untuk mendata penduduk asli Papua. Sementara lembaga-lembaga asing mempunyai data penelitian yang sangat memprihatinkan masa depan penduduk asli Papua diatas negeri mereka.

 

Data terbaru Jim Elmslie dalam tulisan berjudul; West Papuan Demographic Transition and the Indonesian cencus:”Slow Motion Genocide” or not? For Comprehending West Papua Conferense,Sydney Universty,Februarary 23-24-2011 mengemukakan hasil penelitiannya sebagai berikut:

 

1. Pada Tahun 1971, penduduk asli Papua 887.000 orang. Pendatang 36.000 orang. Total penduduk 923.000;dalam presentase Papua 96% dan pendatang 4%.

2. Tahun 1990, penduduk asli Papua 1.215.897 dan pendatang 414.210. Total penduduk 1.630.107. presentase 75% penduduk asli Papua dan 25% pendatang.

3. Tahun 2005,penduduk asli Papua 1.558.795 dan pendatang 1.087.694. Total 2.646.489. presntase 59% penduduk asli Papua dan 41% pendatang.

4. Tahun 2011,penduduk asli Papua 1.700.000 dan pendatang 1.980.000. Total 3.680.000. Presentase 47% penduduk asli Papua dan pendatang 55%.

5. Tahun 2020,penduduk asli Papua 1.956.400 dan pendatang 4.743.600. Total 6.700.000. presentase 29,2% penduduk asli Papua dan 70,8% pendatang.

6. 2030,penduduk asli Papua 2.371.200 dan pendatang 13.228.800. Total 15.600.000. presentase 15,2% penduduk asli Papua dan pendatang mencapai 84.80%.

Cypri J.P Dale & Jhon Jonga melaporkan “berdasarkan data BPS,Penduduk kabupaten Keerom tahun 2010 berjumlah 48.536 jiwa,terdiri dari 26.532 laki-laki dan 22.004 perempuan. Dari jumlah tersebut,penduduk asli Papua sebanyak 19.628 jiwa atau 40,44% dan non Papua sebanyak 28.908 jiwa atau 59,56%. Dari jumlah tersebut, jumlah rumah tangga dikabupaten ini adalah 11.280 rumah tangga yang terdiri dari 4.180 RT Papua dan 7.100 RT non Papua”.

 

Laporan diatas nampaknya terbukti, kepada Republika.co.id 28/08/2019, Didimus Warere ketua dewan adat Skamto,Arso mengemukakan bahwa 5 suku dikabupaten tersebut telah punah yakni suku Yaper,suku Bagi,suku Tu, suku Totar dan suku Tagusom. Selain suku, banyak marga dikabupaten tersebut juga terancam punah diakibatkan karena faktor lingkungan yang tidak seimbang.

 

Lagi,menguntip catatan Cypri J.P Dale, Akibat dari proses transmigrasi resmi dan migrasi spontan, kompisisi penduduk Papua dan non Papua berubah dari 96:4 menjadi 49:51 pada tahun 2010. Sementara tingkat pertumbuhan penduduk asli Papua hanya 1,84%, tingkat pertumbuhan 10,82%, yang menyebabkan orang Papua dalam 3 dekade saja menjadi minoritas diatas tanah sendiri. Dari 3.612.854 total penduduk Papua pada 2010,orang asli Papua terdiri dari 1.760.557 atau 48.73%.

 

Berdasarkan angka pertumbuhan seperti itu, diproyeksikan bahwa pada tahun 2022,orang asli Papua akan menjadi hanya 29,2% dari penduduk Papua dan dari tahun ke tahun presentasi ini akan menjadi kecil. (Socrates Sofyan Yoman “apakah Indonesia Menduduki & Menjajah Papua?” Hal:83-84).

 

Dari beberapa catatan atau laporan diatas, program transmigrasi orang Jawa, Madura, Sulawesi dll ke Papua bisa kita simpulkan bahwa hanya untuk melanggengkan praktek kolonialisme dan kejahatan kemanusiaan karena sedang menghilangkan salah satu bangsa dimuka bumi ini.

 

* Penulis adalah Aktivis Aliansi Mahasiswa Papua (AMP), Kuliah di Yogyakarta.

NB: Konten yang ada di rubrik ini merupakan rilis atau tulisan yang bersangkutan yang dimuat oleh Redaksi kabarmapegaa.com. Isi menjadi tanggungjawab penulis/pengirim

#Ekonomi, Sosial Budaya dan Pendidikan

Baca Juga, Artikel Terkait