Papua itu Cantik tetapi Dibuatnya Penyakit

Cinque Terre
Admin Kabar Mapegaa

2 Bulan yang lalu
OPINI

Tentang Penulis
Yunus Gobai/KM

 

 

 

" Papua itu perempuan yang cantik, tetapi dirampas, ditarik kesana kemari dari ribuan laki- laki". Sama hal juga Papua Ibarat Dokter dan Pasien."

 

oleh : Yunus Gobai

 

KABARMAPEGAA.com--Papua adalah sebuah pulau yang terlentang di Pasifik selatan dan Timur Indonesia. Papua adalah pulau terbesar kedua di dunia dan pulau terbesar ke satu di Indonesia. Papua diduduki oleh orang asli Papua yang berkulit hitam (negroid) dan berambut kriting. Jumlah suku-suku di Papua terdiri dari 250 lebih suku bangsa.  250 lebih suku bangsa kemudian di wadahi dengan 7 bagian wilayah adat.

 

Papua itu cantik bagaikan bidadari dan kaya akan sumber daya alam yang terdapat di bawah tanah, diatas permukaan tanah, didasar laut, permukaan laut hingga diatas permukaan bumi dan udara. Papua memiliki hutan alamia sejuta ribu pohon yang walaupun terus menerus dikikis hingga saat ini.

 

Papua berhadapkan dengan berbagai persoalan. Peradaban Papua zaman pemdaratan bangsa Spanyol, Inggris, Jepang, Belanda hingga Indonesia. Peradaban berbagai bangsa atau Papua menjadi sumber konflik hingga saat ini.

 

Belanda dan Indonesia pasti memiliki kepentingan tertentu hingga terjadi sengketa politik perebutan wilayah Papua.

 

Konflik kedua negara dimulai setelah Indonesia merdeka. Awal nyata munculnya konfik kedua negara adalah setelah konfrensi Meja Bundar di Belanda tahun 1949. Konflil itu berlanjut hingga 1969 dan akhirnya Kehendak atau tak berkehendak bangsa Papua menjadi bagian dari Indonesia sampai dengan tahun 2018.

 

Mengapa Papua Sakit tetapi Penyakit?

 

Tentu kita bisa menjawab dengan perspektif masing-masing ada orang yang bisa menjawab isu politik dan tuntutan kemerdekaan Papua ada orang yang menjawab persoalan pembangunan dan kesejahteraan bagi rakyat Papua, ada orang yang menjawab persoalan teransmigrasi dan perampasan atau penguasaan tanah adat masyarakat Papua, ada orang yang menjawab penyebaran virus penyakit mematikan yang namanya "AIDS"dan HIV ada orang yang menjawab Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), ada orang yang menjawab Minuman Ber-allohol (MIRAS) dan ada orang yang menjawab orang Papua itu bodoh primitive, tak mampu, tak sanggup dan sebagainya.

 

Jawaban-jawaban ditas akan lahir dari posisi perjuangannya masing-masing. Dia berjuang apa dan apa untuk Papua.

 

Papua itu cantik dipandangan orang lain (asing),  maka berbagai daya upaya akan lakukan atas sesuai apa yang dipandangnya. Dari perampasan tanah, ilegaloging, ilegalifishing, pengambil tambang ilegal seperti kasus Degeuwo, dan Krowai saat ini. Harga barangpun meloncat tinggi setinggi langit. Di Degeuwo dan Korowai, 20 kg beras Rp. 6.000.000, 00 per karung, Supermi Rp. 2.000.000,00 perkarton dst. Memang aneh tapi nyata.

 

Orang luar pasti punya kepentingan terselubung, sehingga terans Papua yang katanya akses untuk kemajuan Papua agar tak ada daerah yang terisolir dari akses, justru membuka jalan untuk penyeludupan Miras, lihat kasus terbaru jalan Jayapura Yahukimo dan Nabire- Paniai. Apa sih semua ini? Memang mereka penjahat atau?

 

Saya punya teman, Asal Ndugama mengatakan, pemerintah Indonesia mempromosikan bahwa sudah akses terans Papua terwujud, maka tak ada barang yang mahal. Koh harga 1 botol Aqua Rp. 35.000,00 di Kabupaten Ndugama? Kenapa Harga 1 karung beras 20 kg Rp 1.000.000 di Kab. Puncak,?  Sama juga dengan Kabupaten, Nabire, Paniai, Digiyai dan deiyai? Apakah ini benaran atau saya sedang mimpi?

 

Papua yang katanya Cantik itu apanya yang cantik? Alamnya? Manusianya? Atau bahasa penguasa atas kepentingan kapitalisme?

 

Katanya Papua itu NKRI, koh penerapan hukumnya berbeda? Kebijakannya juga keras? Represhif juga tinggi? Keamana di Papua berada di pihak siapa? Koh rakyat menuntut haknya dibantai? Lihat kasus PT. Freeport Indonesia dan penembakan terhadap warga yang menutut hak kesulungan tapi keamanan malahan membela kapitalisme Amerika serikat lalu rakyat yang punya hak waris atas tanah moyang dibunuh bagaikan hewan, sakit bukan,? Menagapa keamana selalu berdiri di depan perusahaan? Apakah Keamanan Indoneaia benar benar menjadi satpamnya Kapitalisme? Wah lucu juga yah ? tapi memang itulah kenyataan.

 

Ada banyak persoalan yang meruntuhkan Papua dan jati diri manusia Papua.

Generasi kebanyakan tinggal bagaikan angin, ikut arah saja. Kalau generasi yang seharusnya berfikir kritis sudah begitu apa boleh buat??

 

Ada banyk hal yang mau saya menulis tetapi sesungguhnya para penduduk Papua dari yag nomor hingga 1000 telah mengetahui bahkan korban langsung, maka tulisan anak kampungan ini hanyalah sebuah ungkapan terdalam.

 

Sebelum mengakhiri akan saya sampaikan beberapa pertanyaan yang menurut saya masalah pokok:

 

1. Apa Solusi politik bagi Papua?

2. Apa kebijkan pemimpin Papua terutama gubernur, para bupati, MRP, DPRP dan DPRP bagi Papua kedepan atas penanganan beberapa persoalan yang menurut saya mereka masih Mampu menyelesaikan ?

3. Apak kebijakan keamanan yang mutlak dilakukan?

 

Penutup

 

Dunia ini penuh dengan masalah dan masalah-masalah itu sangat komplit di Papua. Wilayah lain di Indonesia dan dunia lainnya hanya mengatasi satu atau dua masalah, namun bagi Papua, dari semua persoalan pasti ada dan itu terjadi perjam, perhari, perbulan dan pertahun hingga saat ini.

 

Kita adalah manusia, maka itu, mari kita membedahkan mana baik dan mana buruk, mana benar dan mana salah, mana hak dan mana kewajiban, mana penting dan mana yang tidak penting, mana penting dan mendesak dan mana yang penting tapi tidak mendesak dan sebagainya.

 

Generasi wajib menganalisis, mengkaji dan mengadopsi ide dan pikiran yang baik, menjadi satu dan kuat untuk mewujudkan papua yang bebas, beradab dan bermartabat.

 

Penulis adalah anak asli suku Mee yang membidangi Komisi HAM & Komsos di Paroki Kristus Sang Gembala Wedaumao. Kamis 25 Oktober 2018.

 

Baca Juga, Artikel Terkait