Papua Tersebar Intelektual Bertopeng Kepentingan

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

7 Hari yang lalu
OPINI

Tentang Penulis
Ilustrasi, tubasmedia.com.

 

 

Oleh, Muyepimo*)

 

OPINI, KABARMAPEGAA.COM--Situasi terkini di Papua banyak intelektual yang bertopeng kepentingan diri untuk membangun stekmen kurang jelas di bawah kendali pergerakan murni dari rakyat.

 

Intelektual harus punya tingkat kesadaran akan situasi di daerah setempat agar tidak mudah terpengaruh dengan tawaran dari pihak mana pun yang datang hanya membawa mala petaka di Papua terlebihnya di wilayah sendiri, yang imbasnya merugikan rakyat dan pergerakan organ perlawanan bahkan lembaga atau organ sosial lainnya yang bertanggung jawab penuh terhadap rakyat.

 

Perlu juga membangun pemahaman yang jernih, untuk melihat dan merasakan langsung sesuai dengan kehidupan rakyat yang sebenarnya.

 

Saat ini anda perlu berpikir ulang. Lihat diri anda dan tanya diri: akan ke mana masa depan rakyat ini? Apa yang kau dapat dari sekedar menjadi alat bagi penguasa sambil membiarkan bangsa dan rakyatmu ditindas habis-habisan? Bukankah kesenangan sesaat itu menghancurkan masa depan bangsamu? Haruskah anda tinggalkan cap anda sebagai penghianat yang bertopeng kepentingan diri seperti anda?

 

Ingatlah bahwa kepentingan diri hanya sesaat kepuasaan anda selama penguasa bercokol di atas tanah ini. Apa yang harus dibanggakan, jika harus bersekongkol karena kepentingan diri saja? Lihatlah, penderitaan rakyatmu. Seharusnya anda berpihak terhadap rakyat yang sedang menanti kebebasan hidup.

 

Penulis bukan seorang pengamat hebat, jelih melihat situasi terkini. Tapi, penulis mau sampaikan bahwa realita yang sering terjadi di Papua merupakan banyak intelektual Papua yang kadang termakan oleh rayuwan dari penguasa (pemikir gelap) hanya berjuang kepentingan diri, tidak melihat rakyat yang selalu menderita atas tindakan yang tidak keperpihakan terhadap rakyat.

 

Situasi Papua terkini, beberapa pergerakan intelektual yang kurang sepaham dengan pergerakan murni dari rakyat, tersebar hanya karena kepentingan diri. Terkait isu Otsus, intelektual menjadi sasaran utama untuk memanfaatkan situasi guna menjalani amanah dari pihak-pihak tertentu guna memperpanjangkan Otsus. Maka, intelektual harus punya kesadaran murni yang lahir dari penderitaan rakyat.

 

Seorang aktivis politik Papua yang bergerakan di bawah tanah menulis di dinding media sosial bahwa situasi Papua semakin buruk, karena beberapa intelektual yang bertopeng kepentingkan diri tersebar dimana-mana. Tidak melihat perjuangan murni dari rakyat. Dari hal tersebut intelektual sebagai penyambung lidah dari penguasa kepentingan diri. Kegiatan yang dilakukan adalah pertemuan bahkan cara lain untuk memudahkan agar rakyat percaya pada pemahaman yang di bangun. Hal tersebut menghantarkan tindakan anda pada muara kehancuran.

 

Oleh sebab itu, jangan mengaku intelektual Papua yang murni, jika pemahaman dan tindakan anda saja merugikan pergerakan murni yang lahir dari penderitaan rakyat, hanya karena kepentingan-kepentingan yang sama sekali tidak ada kesejahteraan hidup rakyat. Stop, menipu rakyat dengan gaya bahasa dan tindakan yang kurang jelas, yang berdampak negatif bagi kehidupan rakya di tanah Papua.

 

*) Penulis adalah Pemuda Papua

 

#Pemerintahan

#Mahasiswa dan Pemuda

#Mahasiswa Papua

Baca Juga, Artikel Terkait