PC SPKEP PSI: utamakan keselamatan nyawa penambang Freeport

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

1 Bulan yang lalu
HUKUM DAN HAM

Tentang Penulis
Ketua PC SPKEP PSI Mimika, Aser Koyame Gobai. (Foto: KM-Ist).

 

TIMIKA, KABARMAPEGAA.com--Ketua Pimpinan Cabang (PC) Serikat Pekerja Kimia Energi dan Pertambangan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (PC SPKEP PSI) Mimika, Aser Koyame Gobai menyikapi situasi virus Corona yang begitu mendunia. Kini gilirannya tersebar ke areal Freeport Indonesia akhirnya tiga karyawan Freeport meninggal dunia.

 

"Situasi saat ini tidaklah mudah. Kita belum tahu kapan berakhir. Banyak yang menderita, kesulitan ekonomi, ancaman dirumahkan/PHK, ketakutan dan juga banyak yang sakit serta kena virus Covid-19 ini,"kata Aser Gobai, kepada Kabarmapegaa di Timika Jumat (10/4/2020)

 

Kami Pimpinan Cabang SPKEP SPSI Kabupaten Mimika mengajak PUK SPKEP SPSI PT Freeport Indonesia, segera melakukan langkah-langkah konkret berkoordinasi dengan manajemen PT Freeport Indonesia.

 

"Duduk bersama menyepakati untuk menjaga dan mengatasi, beberapa kemungkinan yang bisa terjadi dari itu selama himbauan pemerintah, pembatasan kontak sosial, kerja dirumah sebagai pusat informasi,mengsosialisasi kepada seluruh Pekerja/Buruh dapat membentuk Tim bersama dan Membuka Posko penanganan Covid-19,"kata Aser

 

Lanjutnya, kata dia, di kuala kencan dan Tembagapura, untuk menjaga hubungan industrial dan menerima keluang dari karyawan dan keluarga di Tembagapura dan Kuala Kencana. selama kebijakan pemerintah dalam menanggulangi krisis Covid-19. pada aspek kesehatan maupun sosial-ekonomi karena justru membuat kelas buruh Indonesia menjadi tumbal dalam situasi hari ini.

 

"Pada aspek kesehatan, kerja sama Manajemen Freeport Indonesia dan pemerintah Daerah Kabupaten dan Provinsi Papua dalam mencegah dan menanggulangi krisis Covid-19,"ujarnya Gobai

 

Menurutnya, untuk memutus rantai penularan Covid-19, Pimpinan Cabang SPKEP SPSI Kabupaten Mimika mendesak Manajemen PT Freeport Indonesia, segera memberlakukan karantina wilayah sesuai Undang-undang No.6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan terhadap Karyawan dan memaksimalkan pelayanan kesehatan bagi pasien positif.

 

Selain itu, mengfasilitasi pemeriksaan pekerja dan keluarga yang sentuhan dengan karyawan yang meninggal di rumah sakit Tembagapura dan karyawan positif covid-19 yang sedang opname di Tembagapura. Juga merupakan antisipasi untuk menyelamatkan rakyat tani di desa wilayah sekitar agar tetap dapat memproduksi terjaga dari penyebaran covid-19.

 

"Pemerintah Daerah pemberlakuan pembatasan kontak sosial dan kerja dirumah, Manajemen Freeport Indonesia harus menjamin kebutuhan dasar yang mudah dijangkau masyarakat dan memastikan tidak ada diskriminasi sosial selama proses berlangsung," tutupnya (*).

 

Pewrarta: 09/PO/KM

Editor: Manfred Kudiai/KM

#Pandemi Covid-19

#PT. Freeport Indonesia

Baca Juga, Artikel Terkait