Pembagian TA dan Pemondokan, Mahasiswa Minta Pemda Dogiyai ke Jayapura

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

26 Hari yang lalu
INFORMASI

Tentang Penulis
Foto bersama seusai Jumpa Pers di Asrama Serviam Kamuu, Kota Jayapura - Papua, (Dok. Konekunu Tebai/KM).

 

 

JAYAPURA, KABARMAPEGAA.COM–Mahasiswa/i asal Kabupaten Dogiyai kota studi Jayapura dengan tegas menolak pembagian dan penyelauran dana Tugas Akhir (TA) melalui rekening pribadi kepada mahasiswa yang layak dapat pada tahun ini. Mahasiswa menilai hal semacam ini tidak seharusnya terjadi karena  mahasiswa  memilih wadah organisasi resmi yang harus dihormati oleh Pemerintah, seperti Forum Komunikasi Pelajar Mahasiswa Lembah Hijau Kamuu (FK-PMLHK) dan Rumpun Pelajar Mahasiswa Siriwo Mapia Piyaiye Topo Wanggar (RPM SIMAPITOWA) di Kota Studi Jayapura.

 

Hal tersebut diatas disampaikan oleh kedua pengurus baik (FK-PMLHK) maupun (RPM SIMAPITOWA) melalui jumpa pers yang digelar di Asrama Serviam Kamuu, Kota Jayapura Papua, Minggu (1/11/2020) kemarin.

 

Simon Tebai Ketua Forum Komunikasi Pelajar Mahasiswa Lembah Hijau Kamuu (FK-PMLHK) di Jayapura mengatakan, terkait pembagian tugas akhir (TA) dan pemondokan, Pemerintah Dogiyai  dalam hal Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga harus datang di Jayapura karena mahasiswa  adalah agen perubahan dan tulang punggung Kabaputen Dogiyai. “Pada dasarnya  kami minta Pemda Dogiyai harus datang di kota studi Jayapura karena kami ini adalah tulang punggung Kabupaten Dogiyai,” ungkapnya.

 

Kata dia, dirinya menilai Pemda Dogiyai tidak menghargai mahasiswanya yang sedang mengenyam pendidikan di Jayapura, dan menjadikan mahasiswa bagaikan anak ayam tanpa induknya, maka itu dirinya meminta pemerintah harus turun di Jayapura dan melihat langsung keluhan mahasiswa. “Kami ini seperti anak ayam yang tanpa induk, maka kami minta pemda sendiri harus datang supaya melihat apa yang kami alami disini,” pungkasnya.

 

Tebai, mengatakan tanggung jawab sebagai badan pengurus, dirinya sudah  mengumpulkan data  mahasiswa yang layak  dapat dana tugas akhir tahun ini. Maka itu, dengan tegas dirinya meminta pemda Dogiyai harus turun di kota studi Jayapura guna membagi langsung dana  tugas akhir dan pemondokan.

 

Sementara itu, Efen Minai sekertaris Rumpun Pelajar Mahasiswa Siriwo Mapia Piyaiye Topo Wanggar (RMP SIMAPITOWA) mengatakan, kesepakatan bersama antara pengurus dan anggota bahwa pemerintah Dogiyai harus datang di Kota Studi Jayapura dan berikan dana tugas akhir dan pemondokan. “Ini bukan kesepakatan kami pengurus saja tetapi ini  kesepakan bersama anggota, maka itu pemerintah harus dan harus datang di kota studi Jayapura dan berikan dana tugas akhir bagi mahasiswa yang layak dapat tahun ini,” katanya.

 

Minai, mengatakan dalam minggu ini pihaknya akan menunggu respon dari pemerintah kabupaten Dogiyai, dan apabila tidak ada respon maka dalam bulan ini pun pihaknya akan turun demostrasi dengan kosepnya sendiri.

 

Disamping itu, Yanuarius Magai salah satu mahasiswa yang layak dapat dana tugas akhir mengatakan, sangat berharap kepada pemda Dogiyai harus datang di kota studi Jayapura, supaya apa yang menjadi keluhan mahasiswa bisa langsung disampaikan. “Saya minta pemda harus datang supaya apa yang menjadi keluhan kami, kami bisa sampaikan,” pungkasnya.

 

Pewarta : Konekunu Tebai/KM

Editor: Admin/KM

#Mahasiswa dan Pemuda

#Gereja

Baca Juga, Artikel Terkait