Pembukan Lahan Kelapa Sawit Merusak Lingkungan

Cinque Terre
Admin Kabar Mapegaa

2 Bulan yang lalu
ARTIKEL

Tentang Penulis
Admin Redaksi Kabar Mapegaa Online
Maximus Sedik. (foto.Doc.Prib.Ist)

 

Oleh, Maximus Sedik )*

 

Negara indonesia sebagai Negara yang memiliki hutan hujan tropis terluas se-asia tenggara. Indonesia sebagai Negara kepulaun yang terbesar dan memiliki garis pantai terluas se-asia. Dilihat dari kondisi fisik Negara kita sangat kaya akan fauna dan flora baik di laut maupun daratan, sehingga indonesia menjadi negara pengekspor tertinggi di beberapa tahun belakang ini. Pemerintah indonesia berupaya secara maksimal untuk meningkatkan perekonomian Negara melaluai program-program yang bersekala nasional maupun antara kawasan bahakan antara benua.

 

Negara berupaya untuk mengejar pertumbuhan ekonomi sesuai dengan persaingan pasar global. Dengan ini, Negara mendatangkan berbagai perusahan yang memiliki modal yang besar untuk melakukan hubunagn kerjasama berupa investasi modal. Investasinya bergerak di berbagai bidang baik, bidang manuvaktur  maupun non manuvaktur di seluruh wilayah indonesia dari merakue sampai sabang. Dengan hal ini Negara juga mendatangkan perusahan-perusahan untuk membuka hutan indonesia sebagai lahan secara luas. Menebang hutan di seluruh wilayah  indonesia, secara khusus Kalimantan, Sumatra, Sulawesi, dan papua. Tempat ini sebagai pengembangan industri kelapa sawit secara besar-besaran. Tujuan utama pemerintah adalah bagaimana menduduki tingkat produksi sawit tertinggi se-asia atau berasaing denagan Thailand. Seluruh lahan atau hutan di indoneia semakin terkikis habis akibat perusahan kelapa sawit yang dikembangkan oleh pemerintah denagn meningkatkan pendapatan Negara sebagai yang ditujuankan. Pada tahun 2018 indonesia menduduki pringkat pertama se-asia tenggara sebagai Negara produksi sawit teringgi. Akibat dari target yang ditargetkan oleh pemerintah mengakibatkan berbagai persoalan yang terjadi di sekitar atau daerah dimana perusahan tersebut ada. Beberapa persoalan yang terjadi seperti, ekonomi, sosial, dan persoalan ekologi lainnya.

 

Daerah seperti Papua dan Kalimantan menjadi daerah dimana konflik antara masyarakat dengan perusahan sawit. Sub sector perusahan kelap sawit menunjukan keberhasilan ekonomi yang meningkat atau bertumbuh. Dari hal ini, maka pemerintah sering mengunakan hal ini untuk mendatangkan berbagai pelaku pemilik modal untuk datang berinvestasi di indonesia. Tetapi areal dimana perusahan kelapa sawit itu ada menunjukan dampak yang sangat besar terhadap hutan yang dibuka sebagai kebun kelapa sawit. Karena tempat yang dibangun merupaka hutan yang keberadaannya sebagi hutan konversi atau hutan yang memiliki ciri khusu(khas). Hutan ini memiliki beragam jenis tumbuhan atau hewan yang tidak dimiliki daerah lain. Misalnya di Kalimantan pohon karet, papua burung cendrawasih dan lain sebagainya.

 

Seperti yang terdapat dalam Terokaborneo.com, di dalam majalah ini memberi beberapa buah pikiran inti yang menunjukan keberadaan hutan indonesia akibat perusahan kelapa sawit. Di berbagai daerah di indonesia kerusakan suatu pola hubungan antara beberapa makhluk hidup baik makhluk hidup abiotic maupun biotik yang saling hidup tergantung antara sesama atau ketergantunagan. Di indonesia kerusakan ekositem tidak bisa dibatasi lagi, hal ini terjadi karena akibat berkembangnya perusahan pembukaan lahan kelapa sawit yang begitu luas. Hal ini mengakibatkan berbagai pontensi yang dimilki daerah tersebut. Sawit merusak alam yang memiliki satau marga satawa tertentu. Akibat perusahan kelapa sawit juga mempengaruhi lingikungan sosial tertentu. Areal dimana perusahan beroperasi tidak memberikan efek yang baik untuk masyarakat, tetapi menambahkan kesenjangan yang sangat tinggi. Menurut undang-undang No. 32 Tahun 2009 pasal (1) ayat (17), yang menegaskan bagaimana cara pengelolan yang baik dan bagaimana melakukan perlindungan yang baik terhadap hutan. Dan undang-undang ini juga memberi arti pentingnya menjaga berbagai hayati yang hidup di suatu tempat baik tumbuhan maupun hewan.

 

Pertumbuhan di bawah bagian atau sector kelapa sawit, menunjukan kuantitas yang sedikit menonjol. Maka pemerintah memanfaatkan peluang ini sebagai jalan untuk mendatangkan para investor ke indonesia. Namun pengembanngan perusahan kelapa sawit ternyata menibulkan akibat atau suatu ancaman bagi keberadaan hutan indonesia. Akibat ini juga menimbulkan perubahan hutan tetap terjadi hingga saat ini. Semakin gilanya pemerintah indonesia menjadikan indonesia sebagai Negara produksi sawit terbesar di dunia pada tahun ini. Kita lihat bagaimana program perusahan sawit di indonesia, secara khusus daerah seperti pulau Kalimantan dan papua yang menduduki indeks pretasi sawit tertinggi di indonesia. Sawit sebagai program nasional pemerintah dan mempunyai hubungan lansung dengan para investor yang meminta pemerintah untuk melakukan invetestasi. Investasi ini dilakukan untuk mengembangkan produk sawit baik mentah maupun bahan jadi, yang digunakan sebagai kebutuhan hidup masyarkat dunia. Ketika kita kaji dengan keberadaan perusahan ini, sudah memiliki dua kali lipat keutungan dari tempat dimana hutan itu dibuka. Para investor mendapatkan bahan baku berupa kayu dihutan yang dibuak. Prosedurnya sangat jelas ketika sebelum perusahan melakukan pembukaan lahan. Perusahan mengurus surat untuk melakukan pembukaan lahan, maka perusahan merangkum semua apa yang ada didalamnya. Terutama hasil-hasil yang terdapat didalamnya, secara khusus kayu sebagai korban utama.

 

Akibat pengalihan hutan tersebut terancamnya keanekaragaman hayati baik abiotic maupun biotik terancam punah. Dan menurunnya hutan hujan tropis yang dijuluki sebagai paru-paru dunia, dan hilangnya kurtul asli masyarakat setempat akibat perubahan pola hidup yang tidak terkoneksi.Pengembangan kelapa sawit merupakan tumbuhan sejenis yang hidup sendiri tanpa adannya tumbuhan lain di dalamnya. Sehingga proses awalnya berupa pembersihan, yang dilakukan sebelum lahan atau area itu digunakan. Secara alami tumbuhan yang sejenis atau monokurtul lebih cenderung merugiakan tumbuhan lain di sekitarnya, karena tanaman tersebut berdampak atau menghilangkan tanaman lain yang hidup di sampingnya. Pengalihan fungsi hutan juga mengakibatkan jutan hektar hutan menjadi gundul. Karena tempat yang dialihafungsikan akan, menjadi hutan yang tumbuh rumput atau semak belukar. Karena cara mengembangkan perisahan kelapa sawit yang tidka ramah lingkungan dan adnya proses pengembalina fungsi awal yang kurang optimal. Atau tidak sesuai dengan apa yang menjdi konsep awal sebelum perusahan itu beroperasi di hutan tersebut.

 

Dampak dari perkebunan kelap sawit terhadap hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungan (ekosistem). Hutan sebagai satauan yang utuh untuk menyimpan dan mengatur berbagai perkembangan kehidupan , baik oksigen, kesuburan, dan berbagai hal lainnya. Dan hutan juga menyimpan berbagai makhluk hidup yang menjadi kehidupan awal, sebelum kehidupan lainnya.

 

Perusahan kelapa sawit merusak ekosistem alam

 

Pemerintah atau Negara menerima penawaran para investor untuk menanamkan modalnya di indonesia. Hal ini terjadi karena pemerintah melihat sedikit meningkatnya pendapatan dari sector sawit, dengan ini Negara mengiziakn perusahan membuka lahan berhetar-hektar untuk investasi sawit. Dengan ini, mengakibatkan berbagai ekosistem yang hidup secara bergantungan atau saling membutuhkan antara satu dengan lainnya menjadi rusak. Akibat dari ini juga menghilangkan beberapa hayati khsa daerah yang terancam punah. Pembukaan area hutan yang secara luas juga menimbulkan proses pertumbuhan alami menjadi hilang, karena penyemprotan bahan kimia yang secara berlebihan.

 

Di seluruh wilayah yang menjadi daerah perusahan kelap sawit mengalami kerusahkan yang sangat besar baik tanah, air, udara, dan seacara khusus hutan yang menjadi sumber pemberi oksigen utama menjadi hilang. Dan banyak hal lain yang terancam habis. Perusahan kelap sawit hadir di indonesia sudah lama tetapi, yang lebih parah adalah di tahun 2014-2018. Pada tahun 2018, indonesia menduduki pringkat pertama dalam memproduksi sawit terbesar se asia tenggara. Dengan ini, pemerintah sekarang mempunyai target bahwa di tahun berikutnya indonesia meduduki pringkat pertama produksi sawit se-dunia. Untuk hal, ini pemerintah harus memperhatikan tempat atau area dimana perusahan tersebut beroperasi, pemerintah melakukan pengawasan yang katat terutama masalah lingkungan alam maupun lingkungan manusia. Sehingga perusahan tidak melakukan kewenagan yang berlebihan terhadap satuan hidup yang utuh. Dan pemerintah dalam Negara mempunayi satu program yang lebih pada pengembalian funsi terhadap tempat dimana perushan. Kurtul masyarakat stempat juga diperhatikan terutama yang berhubugan dengan alam. Perusahan memperhatian sarana dan prsarana untuk masyarakat yang berada di tempat sekitar perusahan.

 

Kita melihat dengan kasat mata daerah dimana perusahan sawit berada, kondisi diwilayah tersebut tidka memungkinkan baik secara ekologis maupun sosial ekonomi lainnya.  Kita melihat bagaimana dampak yang terjadi karena akibat perkebunan sawit terhadap lingkungan. Dampak negatitif yang terjadi yang telah merubah kondisi lingkunagan yang sebenarnay semakin buruk, terjadi kehilangan beberapa makhluk yang berada di areal sekitar perusahan. Dan daerah disekitar juga tercemar baik itu, lingkungan maupun maupun udara. Hasil dari pembuakaan lahan dengan cara membakar  dan membuang limbah juga meracuni seluruh makhluk hidup yang dibutuhkan pemulihan kembali dengan jangaka waktu yang cukup lama.

 

Perakatik pengalihan fungsi lahan dengan menjadi lahan kelapa sawit juga menimbulkan terjadinya, bencana alam seperti banjir, longsor dan peritiwa alam lain.Dan mengakibatkan beberapa sumber penting sebagai kebutuhan hidup manusia, seperti air dan memicu sumber air di tempat tersebut menjadi kering.Peningkatan suhu udara juga tidak normal tidak sesuai dengan suhu yang sebenarnya, Dampak negatif lain juga semakin meningkat karena Pratek pengembangan sawit tidak hanya terjadi pada kawasan dimana perusahan itu.Tetapi juga berpengaruh pada hutan produksi, hutan yang  dilindungi, dan hutan yang mejadi hutan koservasi.Secara sosial kehidupan masyarakat juga sering menimbulkan gejolak konflik antara perusahan dengan masyarakat yang hidup di sekitar lokasi perushan. Konflik terjadi karena kesepakatan atau cara kerja perusahan terhadap masyarakat pemilik ulayat dan limbah yang ditimbulkan .

 

Terlihat dari hasil rumusan di atas bahwa perusahan kelapa sawit lebih pada kerugian yang besar terhadap seluruh aspek kehidupan secara khusus lingkungan yang menjadi topik utama. Keberadaan perusahan sawit di seluruh indonesia tidak menguntumgkan masyarakat, masyarakat yang merasakan keuntungan dari perusahan sawit itu, masyarakat kelompok tertentu. Karena terlihat dalam perkembangannya, perusahan sawit yang di izikan pemerintah atas permintaan para investor menciptakan konflik yang semkin tinggi baik, antara perusahan dengan masyarakat maupun masyarakat dengan masyarakat. Karena perusahan tidak menjalankan prosedur yang sudah disetujui bersama sebelum perusahan itu beroperasi. Dalam hal lingkungan hidup juga menjadi khasus yang sangat besar karena perusahan melakukan pengeloalaan yang tidak sesuai dengan kajian kelayakan lingkungan hidup atau pengelolaan tidak ramah lingkungan.Dengan hal ini, terlihat bahwa keberadaan perusahan sawit sangat merugikan kehdupan. Kehidupan masyarakat maupun kehidupan lingkungannya. Untuk mengetahui secara mendalam terhadap yang terjadi harus adanya kajia-kajian lebih mendalam terkait.

 

Dengan melihat seluruh persoalan yang terjadi karena kehadiran perusahan kelapa sawit. Harus adanya suatu yang menekanka perusahan sawit di seluruh wilayah indonesia, lebih khusus pada produk hukum yang jelas sehingga mengikat setiap perusahan. Dengan dasar hukum yang jelas, maka  perusahan melakukan selurh aktivitasnya sesuai dengan koridornya tidak jauh dari apa yang tertera dalam lembaran hukum.Terbitnya suatu dasar hukum yang kuat dan transparan anatar perusahan dengan masyarakat maupun bagaimana perilaku perusahan dengan lingkungan. Dan suatu penekanan yang seacara tegas dari pihak yang berwenang dalam hal  pengawasan terhadap perusahan. Sehingga mengetahui apa yang dilakukan perusahan baik secara eksternal maupun internala. Untuk hal ini, berjalan dengan baik semuanya berjalan dengan baik dan damapak yang merugikan tidak terjadi. Dan masyarakat juga merasakan apa yang dibuat oleh perusahan  dari kehadirannya, lebih khusu pada masyarkat yang berada pada lingkungan atau ereal dimana perusaha itu berada. Lingkunagan juaga terliundung dengan baik, dan ekositem yang unik yang ada tempat itu terlindung dengan baik. Perlindungan dilakukan dari seluruh makhluk hidup hayati maupun non hayati, terutama cara pengelolaan limbah dari pabrik maupun pengembalian fungsi lahan awal dengan jenis tumbuhan yang bisa mampu menyerap air. Dan mengembalikan beberapa diantara yang korban dalam pembukan perkebunan kelapa sawit.

.

Lingkungan hidup, hukum lingkungan hidup dalam arti yang sempit atau sederhana adalah hukum yang mengatur seluruh keberadaan lingkungan hidup atau tatanan lingkunbgan hidup. Dengan ini, harusnya adanya sikap sadar yang yang timbul dari diri untuk melakukan pengawasan atau melindungi dan merawat, memelihara lingkungan hidup dengan baik. Hal ada maka tumbuhlah perhatian hukum, sehingga mempengaruhi berkembang dan tumbuhnya cabang hukum yang disebut hukum lingkunagan.

 

Berdasarkan pasal 1 butir (5) undang-undang Nomor. 32 Tahun 2009, tentang pelindungan lingkungan hidup dan pengelolaan lingkungan hidup, menyatakan:

 

“Ekosistem adalah tatanan unsur lingkungan hidup yang merupakan kesatuan utuh menyeluruh dan saling mempengaruhi dalam membentuk kesimbangan, stabilitas, dan produktivitas lingkungan hidup”.

 

Berdasarkan pasal 1 butir (13) undang-undang No.32 Tahun 2009, tentang pelindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, Menyatakan:

 

“Baku mutu lingkungan hidup adalah ukuran-ukuran batas atau kadar makhluk hidup, zat, energi atau komponen yang ada atau harus ada dan/atau unsur pencemar yang diteggang keberadaanya dalam suatu suatu sumber daya tertentu sebagi unsur lingkungan hidup”.

 

Seperti pendapat seorang pakar lingkungan hidup Emil Salim, menyatakan: 

 

 Lingkungan hidup diartikan sebagai segala benda, kondisi dan keadaan dan pengaruh yang terdapat dalam ruang yang tepati dan mempengaruhi hal hidup termasuk kehidupan manusia. Batas ruang lingkungan menurut pengertian ini bisa sangat luas, namun untuk pratiknya kita batasi ruang lingkungan dengan faktor-faktor yang dapat dijangkau oleh manusia seperti faktor alam, faktor politik, faktor ekonomi, faktor sosil, dan faktor lainnya.

 

Dan banyak ahli lain yang mempunyai pandangan yang, lebih menekankan cara pengelolaan lingkungan hidup yang lebih baik sehingga tidak merusak diantara yang hidup di dalamnya. Para ahali juga mendakan pengelompokan lingkungan atas beberapa macam, secara umum ada 3 kelompok lingkungan hudup yang dikenal, seperti: 1. Lingkungan fisik, contoh gunung, benda, dan lainnya. 2. Lingkungan biologis, contoh segala sesuatu berada di sekitar manusia, manusia sendiri, timbuhan, hewan, dan lain. 3. Lingkungan sosial,contoh relasi antara sesama manusia. Kajian lingkungan juga ikut mendukung apa yang dikemmukakan oleh para ahli baik pendapat pribadi maupun beberpa pokok yang menjadi kesepakatan bersama. Dalam teori anatroposentrisme, menegaskan bagaimana sebagai makhluk yang berkusa atas semua isi makhluk lainnya, tetapi dengan tindakan yang terkontral dan terkendalai. Teori diperkuat oleh pendapat Aristoteles, dalam bukunya berjudul “Then Politics” bagaimana ketergantungan anatara sesama makhluk yang berada di peramukaan bumi ini.

 

Beberapa bukti akibat dari perusahan kelapa sawit yang terjadi daerah Kalimantan dan papua. baik itu secara lingkungan maupun masyarakat yang hidup di daerah sekitar lokasi perusahan.

 

Pembukan lahan sawit memicu kenaikan suhu tanah di Indonesia

 

Sawit yang menjadi berkah buat ekonomi ditengarai memicu kenaikan suhu permukaan tanah di Indonesia. Temuan tersebut diungkapkan ilmuwan setelah mempelajari dampak pembukaan lahan di Sumatera selama 15 tahun.

 

Berapa harga kemakmuran? Hampir saban tahun Indonesia menerima devisa lebih dari 200 triliun Rupiah dari perdagangan kelapa sawit. Ambisi pemerintah menjadi raksasa sawit dunia membuahkan lahan perkebunan seluas 11.7 juta hektar yang akan terus membesar. Tahun lalu saja Indonesia memproduksi 34,5 juta ton sawit,  terbesar di dunia.

 

Tapi kemakmuran tidak datang cuma-cuma. Sebuah studi yang digalang Universitas Göttingen baru-baru ini menemukan industri sawit memicu kenaikan suhu permukaan tanah. Berdasarkan pengamatan ilmuwan antara 2000 hingga 2015 di Jambi, alihfungsi hutan membuat suhu rata-rata meningkat sebanyak 1.05 derajat Celcius, sementara suhu di kawasan hutan hanya meningkat 0.45 derajat Celcius. Lahan gundul bahkan tercatat 10 derajat Celcius lebih hangat ketimbang hutan. Adapun perkebunan sawit memicu kenaikan suhu antara 0.8 derajat Celcius hingga 6 derajat Celcius. "Permukaan tanah juga menerima lebih banyak radiasi matahari dan meranggas lebih cepat," tulis ketua tim ilmuwan Clifton Sabajo.

 

Berdasarkan hasil temua ini menunjukan beberapa damapak yang terjadi akibat perkebunan sawit di beberapa daerah di indonesia. Akibat ini, terjadi karena perusahan tidak menjalankan pengelolaan yang tidak sesuai dengan konsep lingkungan yang baik. Dan perusahan juga mengembangkan perusahannya, di atas tanah masyarakat tanpa prosedur yang baik, sehingga konflik antara masyarakat dengan pihak perusahan. Dengan adanya perusahan juga menimbulkan bencana alam yang terjadi, mengakibatkan kerugian yang besar terutama fasilitas umum yang dimiliki masyarakat.

 

Pemerintah dengan kewenangannya memberikan izin perusahan sawit untuk beroperasi di seluruh wilayah imdonesia tetapi, dampak yang terjadi sangat besar seperti yang terlihat di beberapa hasil temuan. Baik secara penelitian yang dilakukan para ahli  yang mengamati kehadiran perushan sawit maupun para pemberhati lain. Gambaran umum dari seluruh temuan ini, saya berpendapat bahawa perusahan sawit di seluruh indonesia tidak memberikan keuntungan bagi masyarakat maupun lingkunagan. Yang menguntungkan tidak sebanding dengan yang merugikan, sehingga perlu adanya satu pengawasan yang baik untuk mengurangi hal ini.

 

Berdasarkan hasil dari awal dari tulisan saya, saya lebih mengkaji pada aspek negative dari perusahan sawit di seluruh indonesia. Dengan alasan saya mencoba untuk memberi sedikit gambaran dan kajian sesuai dengan pemahaman saya berdasarkan apa yang terjadi terutama yang berkaitan dengan judul tulisan saya. Sehingga saya mengambil dan mengalisis lebih pada akibatnya. Karena berdasarkan pengamatan saya, secara keseluruhan suatu pembukaan lahan sawit sangata merugikan ekosistem alam. Perusahan pada walanya masuk untuk membuka lahan juga merugikan dan pada saat aktivitasnya berjalan juga sangat mengancam. Dilihat dari khsus yang terjadi di seluruh wilayah indonesia yang berkaitan dengan kehadiran perusahan sawit. Diketahui adalah yang terjadi secara langsung belum dampak-dampak lain yang berkaitan langsung. Dalam penulisan saya lebih pada judul yang saya angkat dan tulisan saya lebih pada sebab akibatnya. Saya tidak masuk pada dampak positifnya, dengan tujuan saya mengindar untuk bagaimana mengkajai lebih mendalam tentang apa yang saya angkat atau memilih

.

Pemerintah melakukan kerjasama dengan para investor sawit atas permintaanya, yang utama mengetahui kualitas perusahan yang di tawarkan dan latar belakang perusahan tersebut. Uapaya yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan pendapat pada sector sawit, terlihat ada pada indeks yang atas. Tetapi tidak memberikan evek yang baik pada masyarakat maupun lingkungan dan udara. Dengan , hal pemerintah lebih pada pengawasan yang baik. Pengawasannya berjalan dengan baik untuk membatasi atau memberi penekanan pada perusahan sesuai dengan prinsip keadilan dan kesejahteraan. Dan lebih khusus pada bagain lingkungan, pemerintah harus memperhatikan apa yang dimiliki lingkungan sekitar sehingga tidak terjadi anacaman maupun kepunahan baik makhluk abiotic maupun biotiknya.

 

Pemerintah juga melihat kurtul masyarakat setempat Karen kehadiran suatu perusahan membawa pola kehidupan yang berbeda dengan ini, pengaruhnya sangat besar. Pemerintah dengan alasan melakuakan upaya untuk membela perusahan kelapa sawit karena mendapat teguran dari Negara uni Eropa. Dengan alasan bahawa perusahan sawit mengurangi kesenjangan sekitar 0,41 ke 0,39 itu adalah kelap sawit salah satu nya yang paling besar. Landasan ini, sebagai data untuk melakukan atau membagun kepercayaan kepada dunia internasional dan alasanya bahwa kalau itu tergaggu ini akan merusak. Nanti beberapa juta orang menjadi miskin.

.

Sehubungan dengan tulisan saya, yang sedikit memberi gambaran tentang apa terjadi ketika pembukan lahan untuk perusahan sawit. Banyak kekurangan yang terdapat dalamnya, baik dari tata penulisan maupun bahasanya denga ini saya membuka pintu hati selebarnya untuk menerima kritikan, saran maupun masukan yang bersifat konstruktif. Dan banyak kekurangan dalam data yang saya ambil karena sesusi dengan kebutuhan maupun waktunya. Saya sadar bahwa kehidupan di saat ini, banyak perkembangan yang begitu cepata terutama kehidupan ekonomi. Dengan ini, suatu Negara yang masih teringgal pasti berbagai cara untuk mencapai santandar yang di tentukan, maka segala sesuatu menjadi korban. Baik alam di atas perut bumi maupun dalam bumi dan manusia-masyarakt juga mendapatkan imbasnya. Sehingga kita sebagai generasi solusi harus independen untuk melihat persoalan seperti ini, tanpa berpihak kepada siapapun.

 

Perusahan yang beroperasi di seluruh wilayah indonesia, secara khusus perusahan sawit saya kategorikan bahwa perusahan yang merugikan aspek kehidupan.Untuk membangun suatu Negara apakah mendatangkan perusahan-perushan yang memiliki modal yang besar atau dengan cara lain. Indonesia Negara yang kaya secara alami, tetapi Negara kita juga sebagai Negara termiskin. Semuanya terjadi karena kesadaran untuk membagun suatu Negara masih dalam katergori terendah bukan konsep yang sesuai dengan katergorinya.

 

Penulis adalah mahasiswa papua kuliah di Yogyakarta)*

#Mahasiswa dan Pemuda

#Lingkungan dan Hutan

Baca Juga, Artikel Terkait