Pemda Diminta Sikapi Kehadiran Aparat Keamanan Indonesia di Paniai dan Sekitarnya

Cinque Terre
Admin Kabar Mapegaa

1 Bulan yang lalu
TANAH PAPUA

Tentang Penulis
Pendropan ratusan personel melalui jalur darat dan udara, sejak 13 Desember 2019. (Foto: Petrus Yatipai/KM)

 

PANIAI, KABARMAPEGAA.com--Oktopianus Yogi,  Ketua Himpunan Mahasiswa Teknik Pertambangan Universitas Cenderawasih (HMTP-Uncen) Jayapura periode 2017/2018 menceritakan  kondisi terkini di Paniai, Papua. Kata dia saat ini Papua full dengan gabungan Aparat (TNI/Polri).

 

Hal ini dikatan oleh Yogi setelah menyaksikan langsung kondisi terkini di Paniai, Papua yang mana aparat keamanan Indonesia   merajalela di sana.

 

“Papua ful dengan militer dimana mana, ketika kami tanya ke pemerinta apakah ada izin surat dari militer ke pemerintah atau utusan dari pemerinta pusat? Saya cuman tertawa saat itu,” bebernya.

 

Ia menjelaskan aparat kemanan Indonesia saat ini melawati sebuah distrik di pemerintahan Kabupaten Paniai. “Mereka masuk tanpa suarat izin yang ditembuskan kepada kepada kepala distrik setempat. Apakah kalian punya undang-undang atau pasal? Hal ini perlu ditanyakan kepada negara Indonesia,” jelasnya kecewa.

 

Dirinya juga mengaku telah berketemu dengan bupati Paniai. Dalam pertemuan itu, Kata Yogi, dirinya telah bertanya langsung kepada Bupati Paniai, Meki Nwipa. “Aanya apakah pendoropan tentara militer di Paniai Papua ada negosiasi atau pemeberitahuan bersama bupati? Namun, kata Okto, Bupati pun tidak tahu menahu tentang kedatang aparat itu.”

 

“Berarti mereka datang tanpa adanya surat pemeberitahuan, maka hal ini perlu menyikapinya secara serius,” katanya.

 

Kemudian, Oktovianus yang akrab dipanggil Okto ini, mengumngkapkan kalau dirinya telah bertemu dengan kepala Distrik Aradide. Kabarnya, di Karamil Agadode telah dibuka posko pendoropan aparat kemanan. Belum lama ini, sekitar 300 personil berdiam diri dan mengambil tempat di sana. Tujuan ke Intan Jaya, dimana kontak senjata antara aparat keaman Indonesia versus TPNPB-OPM berlansung.

 

“Kata dari kepala distrik bahwa saya akan sikapi persoalan ini. Akan membangun koordinasi antara pemerinta Paniai dalam hal ini, ditrik Agadide dengan pihak Aparat,” kata Kepala Distrik Agadide, Oktovianus Yogi s,sos  kepada Okto.

 

“Kepala Distrik akan mengupayakan supaya, para aparat yang saat ini ada di Distrik Agadide supaya kembali ke tempat asalnya,” katanya.

 

Untuk itu, mantan Ketua HMTP Uncen ini meminta kepada seluruh Bupati yang ada di Papua,  jangan seenaknya persoalan [kehadiran miiliter] di Papua tetapi bagimana selesaikan persoalan besar ini.

 

“Papua sedang menangis lebih khusus Intan Jaya dan Nduga. Maka,  jangan seenaknya menikmati jabatan milik klonial. Perlu sikapi beberapa pendoropan militer di Papua saat ini,” ujarnya tegas.

 

Untuk diketahui, Pengiriman TNI/Polri  tahap pertama, dilakukan pada tanggal 20 Januari 2020 belum lama ini. Ratusan TNI bergeser dari Kampung Kopabutu ke Toyaimuti Distrik Agadide menuju ke Kab.Intan Jaya. Dikabarkan Koramil di Distrik Agadide telah dibuka posko penampungan  sekitar ratusan personil TNI.

 

Pewarta: Yustus Muyapa

Editor: Manfred Kudiai

#Pemerintahan

#Mahasiswa dan Pemuda

#Politik

Baca Juga, Artikel Terkait