Pemda Mengajak Kuliah Menghilangkan Masalah Rasis Dengan Isu Pemekaran

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

10 Bulan yang lalu
ARTIKEL

Tentang Penulis
Pemekara (Batan)

 

 

ARTIKEL, KABARMAPEGAA.COM--Seorang Penyiar Metro TV yang terbaik Indonesia Najwa mengatakan Mahasiswa Papua kuliah diluar Pulau Papua Sangat hebat dan suatu cacatan sejarah Baru dalam Negara Indonesia.  Dengan tujuan mereka relah ditinggalkan kuliah sebagai bentuk Protes rasisme terhadap Negara.

 

Penyelesaian kasus rasisme yang terjadi 15 Agustus 2019 di Surabaya, Semarang, Pihak Keamanan Indonesia mengalihkan masalah sehingga Pihaknya mengejar, penangkapan aktivis west Papua, KNPB, ULWP berbagai daerah Tanah Papua itu bukti bahwa negara Indonesia tidak Adil terhadap Orang Papua.

 

Mahasiswa Papua kuliah diluar Papua Pulang Papua karena tempat tinggal mereka, tempat kuliah mereka benar-benar tidak aman.

 

Mahasiswa masih pro aktif memperjuangkan hak-hak dasar rakyat Papua yang dibungkam oleh negara dan banyak mahasiswa menjadi martir demi tanah air mereka diungkap Najwa.

 

Sementara ini, salah satu aktivis west Papua Abia Gobai mengatakan saya Sangat salut bagi Mahasiswa Papua Pulang asalnya Karena masalah rasisme ini adalah masalah dunia bukan masalah dalam negara katanya Gobai.

 

Lanjutnya Gobai, Mahasiswa Papua Pulang asalnya itu suatu proses perjuangan untuk menentukan nasib bangsa west Papua.katanya.

 

Selain itu, seluruh orang Papua melakukan Demo besar besaran berbagai daerah Papua hanya protes rasisme terhadap negara Indonesia jadi lebih baik Kita keluar dari biingkai NKRI itu Solusi bagi Orang Papua.katanya Gobai

 

Berpendapat yang berbeda asosiasi bupati Mepago (Nabire Paniai Dogiyai Deiya, Intan Jaya Timika) dan bupati lainnya mengajak mahasiswa papua harus kembali kuliah, jangan tinggal di kampung  tetapi melanjutkan pendidikan di kota studynya.

 

Tetapi mahasiswa eksodus Papua meminta kepada pemerintah kami tidak ingin melajutkan pendidikan di kota study kami. Disana kami tidak aman, kami mau kuliah di Negara tetangga dengan kita yakni PNG, Piji, Salomo.

 

Sayang bagi pemerintah daerah mahasiswa Papua kembali kuliah di kota study tetapi pemerintah daerah membuka ruang pemekaran propinsi Papua selatan dan Papua tengah dan hilangkan masalah Rasis. Kami mahasiswa tetap menyuarakan bahwa pemekaran Papua selatan dan Papua tengah seratus persen kami menolak.

 

Jadi pemerintah Papua memainkan kami mahasiswa. Kami rugi waktu, biaya, tengah, tetapi pemerintah merasa erak dan di nikmati. Kami mahasiswa merasa kecewa dengan pemerintah daerah Papua.

 

Penulis adalah Abia Gobai, salah satu aktivis west Papua, tinggal di Papua.

#Pemerintahan

#Mahasiswa dan Pemuda

#Tolak Pemekaran Paniai Timur

#Mahasiswa Papua

Baca Juga, Artikel Terkait