Pemda Paniai Berikan Janji Palsu, Mahasiswa Paniai di Manado  Mengungsi

Cinque Terre
Admin Kabar Mapegaa

8 Bulan yang lalu
PENDIDIKAN

Tentang Penulis
Mahasiswa asal Paniai, saat bergegas menyiapkan barang pribadi mereka sebelum meninggalkan kontrakannya  di Manado, Sulawesi utara. (Jumat, (28/9/2018), Pada pukul  17:15 Sore kemarin. (Foto: Okto/doc.KM/Ist)

 

MANADO, KABARMAPEGAA.com--Bandan Pengurus  Komunitas Mahasiswa Kabupaten Paniai,  (KOMAKAPA) Manado, Sulawesi Utara, Anton Gobay, Jumat (28/9/2018)  mengatakan dirinya telah menghubungi Pemda Paniai guna perpanjangan masa kontrakan, tetapi kami diberikan janji palsu terpaksa pemilik kontrakan menyuruh kami tinggalkan kontrakan.

Gobay menjelaskan kontrakan mahasiswa Paniai  yang terletak di lingkungan Kleak, Malalayang itu telah habis masa kontrakan. Pemilik kontrakan mengharuskan penghuni  meninggalkan kontrakan tersebut.

“Jauh-jauh hari sebelumnya, saya sudah hubungi pemerintah daerah yakni, Pemda Paniai,  namun  tinggal membuang janji-janji palsu dari tempat, seihngga kami seluruh mahasiswa Paniai, Manado di Sulawesi Utara sudah dikeluarkan dari Kontrakan kami,” katanya kepada awak media saat diwawancara, Sabtu (29/9/2018).

Sejauh ini komunikasi kata Anton, badan pengurus dengan pemerintah Paniai sudah dilakukan, namun belum di jawab dan sampai saat ini masih tergumul dalam keraguan.

“Apakah ini kita bersalah atau salah beralamat, pada hal ini hak kami yang pemda diharuskan tepat pada waktu dalam pengiriman. Sebelumnya, kami sudah memperhitungkan tanggal jatuh tempo habisnya masa kontrak  adalah tepat pada tanggal  17 September  2018.  Namun karena belum ada jawaban dari Pemda Paniai, sehingga kami meminta toleran waktu dalam satu minggu  lagi, tetapi  tepat pada tanggal 28  september  2018  hari ini,  kami  diusir keluar  oleh pemilik Kontrakan,” jelas Anton.

Sementara itu, seperti yang dikatan pemilik kontrakan bahwa dirinya tidak peduli bagaimana komunikasi yang dibangun mahasiswa dan pemerintah daerah setempat sebab dirinya telah memberikan toleransi waktu selama satu minggu.

 “Saya tidak peduli lagi, bagaimana komunikasi kalian dengan pemerintah. Intinya  dibayar, tidak berarti angkat kaki,”  kata pemilik kontrakan  yang diteruskan oleh Anton.

Kemudian kondisi  mahasiswa  Papua asal  Paniai di Manado  saat ini sedang mengungsi ke kontrakan milik kabupaten Intan Jaya, Deiyai, Dogiyai dan lainya.

Mewakili seluruh anggotaanya, Anton juga berterima kasih kepada mahasiswa Intan Jaya, Dogiyai dan Deiyai yang berbesar hati menerima mereka.

Kemudian senioritas KOMAPA, Oktopianus Kadepa mengatakan pemerintah Paniai, dalam hal ini  kepada dinas terkait agar serius melihat persoalan ini.

Harap dia segera melunasi biaya kontrakan. “kami sudah cukup hidup seperti ini, ibarat anak ayam kehilangan induknya, kapan lagi. Pemda Paniai segera buka mata dan konsen melihat tetang ini,  sebab kamilah pemegan hari esok Paniai.”

Menurutnya, asrama/kontrakan menjadi hal utama dalam mendukung  proses belajar mengajar kami guna meningkatkan Sumber Daya Manuasia (SDM) yang mapan.

“Tolong lihat  kami pelajar dan mahasiswa Paniai yang  sedang paling menderita ini di sini,” pintanya.

 Katanya, kami melanjutkan studi di kota Manado, karena kami sebagai generasi penerus dan tentunya demi membangun SDM kota tercinta kami Paniai kedepan untuk  lebih baik, bukan semata semua.

Dikabarkan juga bahwa kontrakan tersebut dihuni selama  satu tahun.  Pengusiran mahasiswa Kab Paniai  dari kontrakkan ini terjadi karena pembayaran perpanjangan kontrakkan  belum dibayar oleh Pemda Paniai,  sehingga  mereka berharap kepada pemda setempat untuk dipercepat  dalam menyelesaikan persoalan ini.

 

Pewarta: Okto

Editor: Manfred Kudiai/KM

#Mahasiswa dan Pemuda

#Ekonomi, Sosial Budaya dan Pendidikan

Baca Juga, Artikel Terkait