Pemda Yahukimo Diminta Fasilitasi Tiket Bagi  Siswa   Tujuan Jayapura

Cinque Terre
Manfred Kudiai

1 Bulan yang lalu
PENDIDIKAN

Tentang Penulis
Pemred Kabar Mapegaa (KM)
Ilustrasi. Ist

 

NABIRE, KABARMAPEGAA.com--Pemerintah Daerah Kabupaten Yahukimo  diminta segera memfasilitasi  tiket bagi siswa/i tamatan tahun ajaran 2020/2021 yang hendak melanjutkan studi  ke  kota Jayapura yang terhenti di Dekai. Hal tersebut dikatakan mahasiswa Yahukima yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa dan Pelajar asal Yahukimo di Kota studi Daerah Istimewa Yogyakarta.

 

Mahasiswa menilai, siswa/i yang baru tamat adalah generasi adalah emas yang akan  menggantikan dan merubah Yahukimo dan pada umumnya Papua kedepan. Hal tersebut dikatakan lewat BPH   Ikatan Pelajaran dan Mahasiswa Yahukimo (IPMY) setelah menampung aspirasi mahasiswa. 

 

“Tidak harus merugikan peluru yang mereka telah di siapkan di tahun 2020. Dengan demikian, kami mahasiswa asal Yahukimo yang berdomisili di kota studi  Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memohon kepada Pemda Yahukimo agar supaya anak-anak yang telah tamat SMA/SMK di tahun ini harus memfasilitasi tiket ke Jayapura untuk melanjutkan pendidikan di berbagai Universitas, baik yang universitas Swasta maupun juga negeri,” ujar dalam liris yang diterima kabarmapegaa.com, Rabu, (1/7).

 

"Anak -anak yang ingin melanjutkan pendidikan di Jayapura atau di kota studi lain, namun mereka tidak mempunyai keuangan (biaya tiket) cukup. Hal ini membuat   keniatan adik-adik kami terpaksa terpendam dan  terpaksa pula mereka   harus tinggal di ibu kota Dekai," katanya. 

 

Namun Mahasiswa juga  mengaku, tidak menutup kemungkinan bahwa  ada juga  siswa-siswi yang biaya tiketnya ditanggung oleh orang tua, akan tetapi tidak ada keuangan untuk mendaftarkan ke kampus sehingga mereka memikirkan dua kali lipat.

 

“Dengan demikian, untuk mengurangi hal itu, maka kami mahasiswa tegaskan dengan memohon yang sepenuhnya kepada pemerintah Yahukimo agar boleh menanggung biaya tiket dari Dekai ke Jayapura,” pinta mahasiswa asal Yahukimo.

 

Pemerintah Yahukimo diminta agar  segera  berkoordinasi bersama kepala penerbangan sektor Yahukimo, agar bisa kerja sama yang baik untuk menyelamatkan anak-anak yang akan melanjutkan pendidikan ke kota Jayapura ataupun di kota studi lainya. “Karena di beberapa  hari lalu kami telah lihat bahwa bandara nop goliat Dekai itu ful dengan anak-anak untuk mendapatkan tiket. Dan tiketnya pun juga lebih ekspensip, sehingga kami dengan tegas memperjuangkan nasib mereka untuk bisa menanggung satu pesawat tujuan Jayapura.”

 

Lanjut, kita lihat bersama bahwa di Universitas Cendrawasih ataupun di Universitas lainnya sudah melewati tahap-tahap atau gelombang penerimaan dan tes, sehingga pemerintah juga harus perhatikan pada bagian ini.

 

“Syukurlah ketika anak-anak yang sudah lulus dalam SBMPTN maupun juga SNPTN, tetapi jika tidak, maka itu akan sangat sulit bagi anak-anak yang belum sempat mengikuti tes online sebelumnya,” Papar Mahasiswa Yahukimo dalam lirisnya.

 

Percepatan menanggung biaya tiket Dekai  ke Jayapura ini guna membantu anak-anak yang melanjutkan perguruan tinggi, karena beberapa gelombang sudah ketinggalan yaitu secara online, akan tetapi ketegasan permohonan kami adalah untuk anak-anak bisa mengikuti pendaftaran dan tes lokal

 

Kemudian,  dengan bahayanya Covid -19 tentu pendapatan finansial itu kurang mapan, ada dua spesies anak yaitu ada anak yang orang tua mampu untuk di tanggung semua kebutuhan anak, akan tetapi ada anak yang latar belakang orang tuanya cukup sulit.

 

“Keuangan yang di siapkan anak-anak  itu cukup buat pembiayaan pendaftaran di kampus, tetapi biaya tiket tidak memungkinkan sehingga kami sampaikan pesan kami kepada untuk harus di tanggung tiket oleh pemerintah setempat.”

 

Dalam rapat organisasi Mahasiswa asal Yahukimo di Yogyakarta  satukan suara dan meminta kepada pemerintah setempat agar segera dan  harus peka terhadap masalah pendidikan di daerah tersebut.

 

“Cukup untuk kerugian dari covid saja, kami tidak ingin lagi generasi penerus Yahukimo dan Papua pada umumnya tidak terjadi kerugian pendidikan secara significant.”

 

Pada akhirnya, ketegasan dan permohonan kami  (mahasiswa.red) kepada pemerintah ini bukan untuk masyarakat umum di Dekai, akan tetapi, ketegasan  kami ini untuk pemerintah  agar bisa menanggung biaya tiket pesawat tujuan Dekai -Jayapur.

 

“Jadi bagian ini lebih khusus buat anak-anak yang telah lulus ujian nasional di tahun 2020 dan akan melanjutkan PT  di Jayapura atau pun di kota studi lainnya,” pungkas mahasiswa (*)


"

#Mahasiswa dan Pemuda

#Ekonomi, Sosial Budaya dan Pendidikan

Baca Juga, Artikel Terkait