Pemerhati kebudayaan Papua:  pelarangan menjual Noken warna-warni di  Timika adalah tindakan tidak terpuji

Cinque Terre
Manfred Kudiai

3 Bulan yang lalu
KABAR PAPUA BARAT

Tentang Penulis
Pemred Kabar Mapegaa (KM)
Polisi Sita Noken Bermotif Bintang Kejora, Timika Indah, Pada Rabu (02/01). (Doc. KM)

 

YOGYAKARTA, KABARMAPEGAA.com--Titus Kristoforus Pekei, SH, M.Si, direktur Ecology Papua Institute (EPI)  yang juga penggagas menominasikan Noken Papua sebagai warisan budaya dunia mengatakan Mama Noken nyulam adalah insan perajin budaya kerajinan tangan masyarakat Papua yang memiliki talentanya, terwujud nilai warna-warni keadabannya. Insan beradab tentu hargai talenta diri, sesama dan karya maha penciptaNya. Sehingga tindakan Kepolisian yang melarang menjual noken warna-warni di sekitar Timika Indah, Papua adalah  tindakan tidak terpuji, tindakan tidak mendidik, tindakan merendahkan budaya diri oknum yang memerintah dan pelaku yang meresahkan warga.

 

Titus menjelasakan Noken Nyulam Papua sehingga Polisi telah melakukan tindakan tidak terpuji di awal tahun baru, 2 Januari 2019.

 

“Kemarin tanggal 2 Januari 2019 terjadi pelarangan menjual noken warna-warni di sekitar Timika Indah. Adalah tindakan tidak terpuji, tindakan tidak mendidik, tindakan merendahkan budaya diri oknum yang memerintah dan pelaku yang meresahkan warga karena tanpa ada surat pemberitahuan disertai penjelasan mengapa lakukan tindakan sepihak ketika komunitas kebudayaan dunia mengakuinya kepada "Noken Papua Foundation" sebagai lembaga payungnya,” papar  Titus dalam akun Fbnya.

 

Kata Titus, kKeamanannya sudah mulai melakukan keonaran yang meresahkan lewat perajin noken warisan dunia adalah tindakan penjajahan atas kebebasan ekspresi noken nyulam warna-warni ditengah pengakuan dunia 4 desember 2012 itu sendiri.

 

Menurutnya, tindakan pihak yang punya motto "Siap Melayani Anda Rakyat" tetapi peristiwa kemarin tanggal 2 Januari 2019 adalah tindakan brutal, aneh dan lucu.

 

“Apa alasannya, Polri mohon jelaskan ke publik insan budaya? Agar kedepan tidak perlu mengada-ada sikap entang yang tidak hargai budaya dirinya hingga menyita noken nyulam warna-warni sebagai noken warisan dunia hasil keringat mama Papua. Adalah salah satu cara perampok noken hasil keringat akan kemahiran talenta mama Papua. Datang rampas noken nyulam sama dengan merampas kreativitas budaya bangsa manusia Papua,” katanya.

 

 Lanjut, tindakan formal, Institusi Kepolisian Republik Indonesia , diawal tahun baru pada hari Rabu 2 Januari 2019 adalah tindakan brutal atas kereativitas pembuat noken, hal meresahkan yang kesekian kali di tanah Papua. Sita noken adalah tindakan tidak terpuji, tindakan merendakan dirinya-sendiri, atas kemegahan peradaban pembuat/penyulam, penjual noken hasil keringatnya sendiri.

 

“Perempuan, mama-mama Papua bikin noken bukan untuk cari perhatian agar naik posisi kedudukannya tetapi untuk menghidupi dirinya, anaknya, keluarganya dan sesamanya. Pada umumnya perempuan bisa bikin noken nyulam, itu kreativitasnya. Entah siapa pun di tanah ini, stop segala tindakan tidak menghargai kebebasan berbudaya, beradat dan beretika Papuani,” papar Titus mengahkiri.

 

Melalui perjuangan keras Titus, Badan PBB urusan Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan (Unesco), Selasa 4 Desember 2012 menetapkan Noken Papua sebagai warisan budaya dunia yang membutuhkan perlindungan mendesak. Pengukuhannya dilakukan saat sidang Unesco di Paris, Prancis, dihadiri negara-negara anggota dari seluruh dunia. Menominasikan Noken Papua sebagai warisan budaya dunia.

 

Sementara itu, Rosa Madai kepada kabarmapegaa.com, menceritakan tadi aparat kepolisian yang berpakian lengkap dan pakian preman, mendatangi hadapan kami dan mereka langsung mengambil Noken yang berwarna Bintang Kejora, dan anyaman kulit Kayu asli Papua.

 

"Sunggu kami kaget ketika mereka datang langsung tiba-tiba,  mereka ambil hasil karya kami, mereka datang tanpa ada surat penyitaan barang dan sebelumnya belum ada surat secara tertulis dan secara lisan,” jelas Rosa Madai,  dari Timika depan Gedung Emeneme Yauware Timika Indah, Papua. Rabu (02/01)

 

Baca: Polisi Sita Noken Motif Bendera Bintang Kejora

 

 

Pewarta: Manfred Kudiai

#Budaya

#Ekonomi, Sosial Budaya dan Pendidikan

Baca Juga, Artikel Terkait