Pemeriksa “Saksi Mahkota”, Dua Saksi Ditipu Penyidik

Cinque Terre
Admin Kabar Mapegaa

18 Hari yang lalu
NASIONAL & DUNIA

Tentang Penulis
Keterangan Foto: Tuan.Buchtar Tabuni berfoto bersama dengan Tim Kuasa Hukum Usai menjalani Sidang Pemeriksa Saksi di PN Balik Papan Rabu (11/3). (Foto: Tim Kuasa Hukum)


JAYAPURA, KABARMAPEGAA.com --- Sidang lanjutan terhadap tujuh tapol dari Papua kembali digelar di Pengadilan Negeri Balikpapan Rabu (11/3) dengan agenda pemeriksaan saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU). Sidang itu dimulai pada pukul 10.30 Wita dengan melanjutkan pemeriksaan saksi untuk terdakwa Buchtar Tabuni, Irwanus Uropmabin, dan Agus Kossay, Sementara rangkaian sidang berakhir pada pukul 15.00 Wita. 


Menurut pers release yang diterima kabarmapegaa.com dari Balik Papan, Rabu, (11/3) bahwa pemeriksaan saksi lanjutan mulai dari  terdakwa Bucuhtar Tabuni saksi yang diperiksa adalah Stevanus Itlay (saksi mahkota), sementara untuk terdakwa Agus Kossay JPU menghadirkan 1 orang saksi yang juga merupakan anggota Polda Papua, dan untuk Irwanus Uropmabin dihadirkan 2 orang saksi yang juga saksi mahkota yaitu Hengki Hilapok dan Alexander Gobay.


Proses persidangan terdakwa Buchtar Tabuni dan Agus Kossay dilaksanakan secara bersamaan di ruang sidang yang berbeda dikarenakan Majelis Hakim yang menangani perkara mereka juga berbeda.


Buchtar Tabuni menyatakan meolak seluruh keterangan saksi (Stevanus Itlay) karena dianggap seluruh keterangan yang mengacu pada BAP dinilai tidak sesuai dengan fakta. Pun demikian dengan Stevanus Itlay yang menjadi saksi Buchtar Tabuni juga memebrikan pernyataan yang mengejutkan.


Steven menyatakan bahwa ia sama sekali tidak pernah diperiksa sebagai saksi untuk Buchtar Tabuni, Steven juga menambahkan bahwa keterangan dalam BAP tersebut dibuat tanpa melakukan pemeriksaan terhadap dirinya, melainkan telah dibuat oleh penyidik terlebih dahulu dan steven hanya langsung dimintai tanda tangan saja.


Pasca persidangan, salah satu Kuasa Hukum yakni Ni Nyoman Suratminingsih memberikan keterangan bahwa sidang pemeriksaan saksi hari ini semakin terlihat lucu, hal ini disebabkan oleh pemeriksaan saksi yang nampak dipaksakan padahal saksi tidak banyak mengetahui tentang apa yang telah dilakukan oleh terdakwa.


“Setelah pemeriksaan saksi yang berjalan 2 hari ini, makin Nampak keanehan dalam perkara ini, contohnya steven yang dimintai keterangannya untuk buchtar, tapi steven bilang bahwa dia gak tau kenapa buchtar jadi terdakwa dalam perkara makar ini, kan aneh kalua begini,” terang wanita yang kerap disapa Nyoman ini.


lebih lanjut Nyoman mengatakan, selain dalam perkara buchtar, keanehan juga terjadi dalam pemeriksaan irwanus, ketika memeriksa Alexander Gobay sebagai saksi, Alexander Gobay juga menyatakan tidak mengetahui keterlibatan Irwanus dalam aksi tanggal 29 Agustus 2019 yang lalu. 


Alex menerangkan bahwa dirinya baru saja tiba di jayapura dari Surabaya pada tanggal 29 Agustus 2019 pagi, dan setelah kembali dari rumahnya langsung bergabung dengan massa aksi anti rasis yang sedang berdemonstrasi, sehingga Alex menyangkal bahwa dirinya lah yang menjadi Korlap dalam aksi tersebut, bahkan Alexander Gobay menyatakan mencabut seluruh keterangannya yang tertuang dalam BAP di dalam persidangan.


Salah satu kuasa hukum 7 Tapol papua yaitu Fathul Huda Wiyashadi menyatakan bahwa dari selasa (10/3) kemarin hingga rabu (11/3) ini, seluruh pemeriksaan saksi dinilainya sangat konyol dan memprihatinkan. 


Fathul menilai persidangan atas 7 terdakwa ini penuh dengan rekayasa dan sangat dipaksakan, sehingga wajar saja ketika terjadi protes dari tim kuasa hukum saat pemeriksaan berlangsung agar tidak terjadi proses peradilan yang sesat.


“Persidangan dua hari ini aneh menurut saya, kemarin (selasa, 10/3) ada saksi yang membawa contekan ketika diperiksa, hari ini saksi gak ngerti apa-apa tentang terdakwa, malah yang mencengangkan steven dan alex mengaku kalau mereka tidak pernah diperiksa secara langsung oleh penyidik, lucunya lagi alex itu ngakunya diperiksa oleh penyidik yang berbeda dari yang tertulis di BAP,” aungkap Fathul.


Fathul berharap seluruh majelis hakim yang memeriksa tujuh terdakwa ini bersikap dan berfikir obyektif, agar proses peradilan berjalan sebagaimana mestinya sehingga dalam putusannya juga mencerminkan keadilan yang substansial.


 “Kami masih meyakini bahwa seluruh majelis hakim masih bersikap obyektif ya, kami sih berharap hakim tidak terpengaruh dengan BAP dan dakwaan JPU, mari kita gali fakta yang sebenarnya melalui pembuktian yang berimbang, jangan mendiskreditkan keterangan saksi mahkota dan malah mengikuti pola fikir JPU, wujudkanlah keadilan substansial, dan mari sama-sama kita hindari putusan dari proses peradilan yang sesat,” Tutup Fathul.


Proses prsidangan atas kasus makar ini sendiri masih akan dilanjutkan kamis esok (12/3) dengan agenda pemeriksaan saksi untuk terdakwa Hengki Hilapok dan Alexander Gobay yang ditunda pada selasa (10/3) lalu karena terbatasnya waktu. Selain itu, sidang terhadap Irwanus juga akan dilanjutkan kamis (10/3) dengan agenda pemeriksaan penyidik yang memeriksa Aelxander Gobay selaku saksi dari Irwanus Uropmabin yang dijadwalkan dimulai pada pukul 08.30 Wita.


Pewarta : Yudas Nawipa

Editor : -

#Ekonomi, Sosial Budaya dan Pendidikan

#Politik

Baca Juga, Artikel Terkait