Pemuda Papua "Sanjungkan Inovasi Bukan Sensasi"

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

24 Hari yang lalu
OPINI

Tentang Penulis
Kadepa Agust (Difoto Yosia Tebai).

 

 

Oleh: Kadepa Agust

(Dari Lereng Merapi Jogjakarta)

 

KABARMAPEGAA.COM-- Untuk hari ini, barang kali ini menjadi renungan saya untuk berpikir sekaligus menjadi catatan pribadi untuk kawan Pemuda mudi Papua. paling tidak menjadi energi positif untuk melawan perubahan yang ada, sedang dan akan datang.

 

Kawan izin saya berpandangan bahwa jujur ??pemuda selama ini tidak kritis lebih memilih apatis, berbeda dengan darah juang pemuda di belahan dunia lain yang menjunjung tinggi namanya "Inovasi Baru".

 

Saya belum paham anda apakah anda mengerti atau tidak terkait ancaman perubahan yang sekarang kita tersisi di Papua. Kita di limpahi dengan zamanya Inovasi bukan zaman koar-koar dengan mik diatas mimbar hanya jual dengan kata kata murahan. Kita perlu refleksi  kawan kawan perubahan menganggap hal itu tidak berpengaruh. “Perubahan”  itu temannya adalah “Inovasi”.

 

Saya bagian dari pemuda Papua dan mengamati saksama apapun yang terjadi di Papua khususnya bagian kepemudaan. Kita semua jago mencari sensasi dan itu menandakan semua kita sedang mati dalam pencarian sensasi. Mengambarkan  bahwa pemuda Papua sedang mati dan memikul mayatnya sendiri di era digital (tidak mampu melawan).

 

Mengapa? Organisasi Kepemudaan (KNPI)  tidak ada sumbangsih Inovasi jual beli yang dapat ditawar di era digital. Sama sekali Nol%. Sekarang mungkin kita bisa berubah mindset,  Visi dan Misi Kita setidaknya mindset kita sama dengan belahan dunia jangan komunal atau  primitif. Itu akan sangat memalukan.

 

Artinya  pemuda harus dididik untuk  berinovasi, merancang dan menjalankan, mengisi dan mengoperasikan  demi jati diri  manusia Papua dan pulau papua dari ancaman perubahan. Karena dunia sekarang siapapun dia yang berinovasi dia akan hidup dalam  perubahan itu dan perubahan itu memberikan kehidupan. Jika tidak maka perubahan itu memberikan kematian cepat ataupun perlahan.

 

Kawan Ingat baik baik, Kita di Papua sedang hidup 50 tahu lalu belakang dengan dunia lain. Ini tanggung jawab siapa? Jika bukan pemuda hari ini adalah refleksi kita bersama.

 

Saya mengajak untuk melihat masalah kita bersama. Kita harus sayang diri kita sendiri, kita harus sayang tanah Papua dari ancaman perubahan ini.

 

“Salam 1001 Untuk Pemuda Papua”.

Penulis adalah mahasiswa papua, kuliah dibelahan dunia

 

#Mahasiswa dan Pemuda

#Mahasiswa Papua

Baca Juga, Artikel Terkait