Pendeta Amos: 80 Tahun Kemah Injil Masuk Papua, Penginjilan Belum Selesai

Cinque Terre
Andy Ogobai

6 Bulan yang lalu
ROHANI

Tentang Penulis
Tinggalkan Jejak Dengan Tulisan...!
Pendeta Amos Kayame, saat Ibadah HUT Kingmi yang ke 80 Timika Indah. Andy/KM

TIMIKA, KABARMAPEGAA.Com-- Injil 4 berganda Gereja Kemah Injil sudah masuk sejak  13 Januari 1939 di pedalaman pengunungan tengah papua, melalui Misi C&MA di Enarotali umur mencapai 80 tahun tapi penginjilan belum selesai di pelosok Tanah papua.

Demikian Kata, Biro Doa dan Penginjilan Klasis Mimika, Amos Kayame S.Th, S. Miss, disela-sela perayaan Ibadah Hari Ulang Tahun masuknya Injil di pedalaman Papua, pada minggu (13/01) kepada kabarmapegaa.com, dari gedung graha Emeneme Yauare Timika Indah.

Menurut dia, Gereja sudah mencapai umur 80 Tahun namun jiwa-jiwa yang ada dipesisir pantai selatan papua suku kamoro, masih belum mengenal Injil kebenaran tentang Yesus Kristus, sehingga dia minta semua hamba Tuhan untuk ikut mengambil bagian selamatkan umat yang belum mengenal Nama Yesus.

Dia juga mengatakan kepada media ini bawah, Di jita Kampung Noema ada pos PI Galilea Klassis Mimika, tapi tidak aktif karena belum ada Gembala-Pendeta yang melayani. Mereka hanya beribadah saat hari minggu saja, itupun jika ada Gembala atau Pendeta.

"Umat Kingmi yang berdomisili kampung Noema  jita sebanyak 50 lebih keluarga sedangkan kampung Wapu sebanyak 30 orang, kampung Wacakam I 20 orang  Wacakam II 15 orang, dan  kampung Yakapis 15 orang. dan masih banyak daerah yang kami belum jangkau, mereka disana membutuhan hamba Tuhan yang siap melayani disana, "kata Amos.

Dia juga mengakui bahwa memang kondisi alam sangat sulit untuk menjangkau pelayanan,  namun bersama Yesus pasti bisa. Dan kami tim penginjilan sudah survei  mulai sejak  2017 lalu. 

Saya  bersama, Vikaris Oni Kobepa, Melianus Muyapa, Meli Tatogo, untuk penginjilan dan pekabaran injil. dalam pelayanan kami mendapat banyak tantangan dan masalah serta kekurangan namun didalamnya Tuhan bekerja, hingga kami melayani  mewartakan injil dan membuka sekolah Alkitab.

Amos  juga minta, semua pihak  baik Pemerintah dan toko agama, serta parah hamba Tuhan membantu sekolah Alkitab yang baru buka yakni  Sekolah Teologia Teologi Pertama Perabadan Pekabaran Injil (STPPI) di Jita Kabupaten Mimika di Tanah Papua.

"Ia juga desak, para hamba Tuhan yang ada dikota jangan hanya di kota, tapi mari kita sama-sama mewujudkan Amanat Agung Yesus Kristus  untuk  memberitakan injil sampai ujung bumi, sampai ujung pelosok tanah papua, karena kita hamba Tuhan pasti akan ditanya oleh Tuhan pada pengadilan terakhir" ujarnya.

 

Pewarta: Andy Ogobay/KM
 

#Gereja

Baca Juga, Artikel Terkait