Penerimaan CPNS di Intan Jaya, GPMI Se-Indonesia Minta  Prioritaskan Putra Daerah

Cinque Terre
Manfred Kudiai

4 Bulan yang lalu
TANAH PAPUA

Tentang Penulis
Pemred Kabar Mapegaa (KM)
Saat GPMI se- Indonesia memberikan berkas aspirasi kepada pemda Intan Jaya, di aulah kodim 1705 Paniai Nabire.

 

YOGYAKARTA, KABARMAPEGAA.com—Gerakan Pelajar Mahasiswa Peduli Kabupaten Intan Jaya (GPMI) meminta pemerintah Kapupaten Intan Jaya agar 100 persen  mengutamakan putra-putri asal Intan Jaya dalam penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil  (CPNS). 

 

Hal tersebut dikatan GPMI,menanggapi isu dimana Pemerintah daerah Kabupaten Intan Jaya  yang mana telah membuka lowongan CPNS 2018 sejumlah 407 formasi. Penerimaan CPNS di Kabupaten Intan Jaya ini merupakan bagian dari seleksi nasional yang dilakukan secara serentak pada Rabu 19 September 2018.

 

“Kami telah menyapaikan aspirasi kepada pemerinta dalam hal ini, BKD dan panitia penimaan CPNS bahwa  kami mahasiswa serta intelektual Intan Jaya mampu untuk  mengolah computer sehinga harus mengolah dari anak-anak asli intan jaya agar tidak terjadi kekeliruan dalam proses penerimaan 2018/2019,” katanya dalam pernyataan sikap yang diterima media ini, Jumat, (10/5/2019).

 

GPMI juga meminta supaya tidak ada syarat  yang membatasi usia sehingga  pemda setempat harus memberdayakan  putra daerah dan solusi yang baik bagi mereka.

 

GPMI menduga terjadi penyelewengan dalam penerimaan CPNS tersebut. Bahkan GPMI dengan tegas mengatakan, apabila hal itu terjadi dan tidak mengindahkan asprirasi oleh pihak terkait maka, mereka siap turun aksi.

 

“Kami sampaikan lagi jika memang mereka tidak berikan kepercayaan kepada anak daera dalam mengolah computer,  kami akan siap untuk menggolahnya kami sangat beharap juga untuk crosscek kembali data awal sampai sekarang yang terdaftar dalam computer karena kami lihat banyak yang main dalam sistem,” kata Hanes Bagubau kepada media ini.

 

Sementara itu, berdasarkan UU OTSUS NO 21 Tahun 2001 Provinsi Papua, Bab I, Pasal 1 bagian b, dengan jelas menyatakan  otsus adalah kewenangan khusus yang di akui dan di berikan kepada provinsi Papua untuk mengatur dan mengurus kepentingan setempat menuntut prakarsa  sendiri berdasarkan aspirasi hak-hak masyarakat Papua.

 

Selanjutnya, pada BAB XII tentang Kependudukan dan Ketenaga Kerja, Pasal 26 ayat 2 memnyatakan bahwa orang asli papua berhak memberoleh kesempatan dan diutamakan untuk mendapatkan pekerjaan dalam semua bidang pekerjaan di Provinsi Papua berdasarkan pendidikan dan kealihannnya

 

Untuk itu, GPMI menyatakan sikap sebagai berikut:

 

Pertama, Kami Gerakan Pelajar Mahasiswa Peduli  Kab. Intan Jaya (GPMI) se-Indoneisa  meminta kepada pihak BKD serta panitia penerimaan cpns agar segerah mengutamakan dan fasilitasi orang asli kabupaten intan jaya secara (100%).

 

Kedua, kami GPMI  memintahserta panitia penerimaan CPNS aga memasukan data calon CPNS Kab. Intan jaya di BKN tanpa membatasi umur.

 

Ketiga, Kami GPMI meminta  BKD serta Panitia penerimaan CPNS agar Ijazah, KTP, Kartu keluarga yang bermasalah harus member ikan solusi yang baik agar diluluskan dalam legiterasi.

 

Secara keseluruhan, seperti yang dilansir tirto.id  edisi  (21 September 2018) pemerintah menerima 238.015 CPNS untuk penempatan di pemerintah pusat dan daerah. Rinciannya, 51.271 formasi untuk penempatan di 76 kementerian/lembaga dan 186.744 formasi di 525 instansi daerah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 407 formasi tersedia di Kabupaten Intan Jaya. Tiga formasi prioritas adalah tenaga pendidikan, tenaga kesehatan, dan tenaga teknis. [*]

#Pemerintahan

#Mahasiswa dan Pemuda

Baca Juga, Artikel Terkait