Penjajahan Terhadap Sejarah Rakyat Papua Secara Sistematis, Terorganisir, dan Masif

Cinque Terre
Frans Pigai

8 Hari yang lalu
OPINI

Tentang Penulis
Redaktur Artikel Media Online Kabar Mapegaa (KM)
(Ilst,MP/KM)

 

Oleh, Muyepimo P*)

 

OPINI, KABARMAPEGAA.com - Sebuah catatan pendek yang dilihat dari perspektif penjajahan terhadap rakyat Papua secara sistematis, teroganisir, dan masif menjadi jembatan bagi kaum penjajah guna menguras hak milik dan hidup bagi rakyat Papua.

 

Saat ini terlihat sejarah rakyat Papua telah "dihilangkan, dibungkam, dihina oleh para elit tertentu guna kepentingan ekonomi dan politik Papua" dan melalui beragam cara. Sejarah selalu dimanipulasikan oleh Indonesia, secara realitanya rakyat Papua menjadi korban atas sejarah bangsa Papua.

 

Kesulitan ekonomi di tanah Papua masa transisi dari Orde Lama ke Orde Baru pada 1965 menyebabkan munculnya gerakan-gerakan perlawanan terhadap pemerintah, dan sistem mempengaruhi pergerakan pembangunan terhadap ekonomi rakyat di tanah Papua. Bahkan suatu penjajahas melalui berbagai aspek, baik sosial-budaya, kesehatan, politik, agama, pendidikan, dan lingkup kehidupan rakyat Papua.

 

Perlakuan sistem pada penyebaran politik dan beragam pengaruh kapitalisme menyebabkan sejarah seakan tiada nilai bagi bangsa Papua dan pembangunan tidak merata yang bisa rasakan oleh rakyat Papua, alis permainan kapitalisme.

 

Panca PEPERA 1969 proses Indonesia berlangsung secara masif di tanah Papua. Beragam program pembangunan dikenalkan dengan meminggirkan pengalaman dan butir-butir nilai sejarah rakyat Papua.

 

Keadilan perlu ditegahkan, kebenaran sejarah menjadi bukti akurat yang mesti tidak membodohi rakyat Papua. Sejarah membuktikan kemerdekaan telah ditempuhi oleh bangsa Papua, jangan mengadu domba dengan kekuatan kapitalisme yang meruntuhkan garis sejarah kemerdekaan 01 Desember 1961. Kini, rakyat Papua berbicara tentang sejarahnya selalu dianggap separatis, berbahaya dan patut diwaspadai.

 

Pembersihan, penghapusan, dan peminggiran sejarah rakyat Papua dilakukan untuk membangun konstruksi bahwa bangsa Papua tidak mempunyai sejarah, dan Indonesia sendiri yang datang sebagai menstigma yang dianggap telah membawa "sejarah" bagi Bangsa Papua.

 

Sistem pemerintahan Indonesia yang terorganisir telah menyebabkan tanah Papua hanya menjadi objek pembangunan. Dan hingga kini proses diskriminasi terus terjadi.

 

Oleh sebab itu, sebagai rakyat Papua perlu membangun peradaban persatuan dan ideologi yang jelas, dan itu pun mampu menyadarkan akan perlawanan yang hakiki. Semangat dan sadar menjadi jembatan setiap bentuk perlawanan agar kekuatan dalam perlawanan mampu melawan.

 

*) Penulis adalah Mahasiswa Papua

Baca Juga, Artikel Terkait