Perang antara TPNPB-OPM dan Gabungan Aparat  Masih Berlangsung di Ilaga

Cinque Terre
Admin Kabar Mapegaa

11 Hari yang lalu
KABAR PAPUA BARAT

Tentang Penulis
Foto Dokumentasi TPNPB-OPM. Ist


 

JAYAPURA, KABARMAPEGAA.com—Tengah protes rasime yang dilakukan  oleh warga Papua di beberapa  kota sampai mengorbankan nyawa dan penangkapan aksi massa oleh  gabungan aparat Indonsesia di Papua dua bulan terakhir ini berujung pada pengalian perhatian publik terkait perang yang berlansung di Ndugama sampai imbasnya meluas di beberapa wilayah di pengunungan tengah Papua.

 


Bahkan berita tentang keadaan para pengungsi Ndugama, Papua  tidak muncul lagi dilayar. Kemudiai, terkait perang di wilayah penungan tengah Papua, antara Tentara Pembebasan Papua Barat- Organisasi Papua Merdeka (TPNPB/OPM) sampai detik ini dikabarkan sedang berlangsung di Ilaga.

Hal terkait perang antara TPNPB-OPM dan Militer Indonesia di Papua, redaksi kembali mendapatkan laporan resmi dari pihak TPNPB-OPM.

 

“perang  antara TPNPB-OPM dan Pasukan Militer Indonesia di Illaga sedang berlangsung sampai detik ini,” jelas  Jubir KOMNAS TPNPB-OPM, Sebby Sambom dalam pernyataan tertulis yang diterima media ini via pesan eletronik.

 

Setelah dihubungi, pihak TPNPB-OPM membenarkan  pernyataan terkait “Perang antara TPNPB-OPM dan Pasukan Militer Indonesa” itu.

 

“Siaran pers KOMNAS TPNPB-OPM Per 6 October 2019 ini benar dibuat oleh TPNPB-OPM. Selanjutnya diteruskan kepada semua journalis dan juga ditunjukan kepada para pekerja HAM di seluruh dunia,” kata Jubir KOMNAS TPNPB-OPM, Sebby Sambom, Senin (7/10/2019).

 

Sebby mengatakan pihaknya telah menerima laporan via telp oleh Pangglima TPNPB KODAP  Sinak Bridgen Militer Murib kepada Manajemen KOMNAS TPNPB-OPM pada Tanggal 2 October 2019 pada pukul 10:55 pagi dari Ilaga, Kabupaten Puncak Papua via Staff. Dan ini adalah laporan perang selama Satu minggu yaitu dari sejak Tanggal 23 September 2019 sampai Tanggal 5 October 2019,” jelasnya.

Dalam siaran pers yang disampaikan oleh  Jubir TPNPB-OPM mengatakan:  “Harus  dan segera umumkan kepada dunia internasional dan nasional bahwa, di Kabupaten Puncak Papua di Ilaga perang bersenjata sedang berlangsung, yaitu Antara Pasukan TPNPB- OPM dan Pasukan Militer dan Polisi Indonesia.”

 

Oleh karena itu, dalam siaran pers mengatakan,  laporan ini harus segera disampaikan kepada Masyarakat Internasional dan juga kepada masyarakat Indonesia secara national, agar hal ini menjadi perhatian oleh semua pihak.

 

Ada pun kunci poin Pernyataan TPNPB-OPM dalam laporan tentang situasi di Ilaga, Kabupaten Puncak Papua adalah sebagai berikut:

  1. Perang Antara pasukan TPNPB-OPM dan Pasukan Militer dan Polisi Indonesia di Ilaga Kabupaten Puncak Papua sampai hari ini sedang berlansung, dan kami ada perang melawan Ribuan militer indonesia yaitu TNI POLRI, dan DETASEMEN 88 juga KOPASUS di kota Ilaga Kabupaten Puncak Papua;
  2. Perlawanan yang telah dan sedang dilakukan Oleh pasukan TPNPB-OPM adalah Hanya bertujuan Papua merdeka, Oleh karena itu Kami TPNPB-OPM Minta kepada orang indonesia harus angkat kali dari Teritorial West Papua yaitu dari sorong sempai samari, karena ini tanah kami;
  3. Beberapa anggota TNI/POLRI kami sudah tembak dan apa yang terjadi di Ilaga Kabupaten Puncak Papua kami siap bertanggung jawab;
  4. Bupati Kabupaten Puncak Ilaga Wilem Wandik yang jadi Panglima TNI/POLRI di Ilaga dan kemudian peritakan perang dengan TPNPB-OPM di Ilaga, Oleh karena itu TPNPB-OPM berikan Peringatan Keras kepada Bupati Kabupaten Puncak Papua Wilem Wandik;
  5. Perang tidak akan berkhir, tetap kamiTPNPB-OPM akan perang terus lawan Pendudukan Militer Kolonial Indonesia di Papua sampai PAPUA MERDEKA Penuh, dan kami perang bukan untuk makan minum atau meminta uang kepada Indonesia, tetapi kamiperang Hanya untuk Papua merdeka.

 

Untuk lebih jelasnya, silakan ikuti laporan melalui rekaman suara Panglima TPNPB KODAP Sinak Bridgen Militer Murib dibawah ini:

 

Click disini:  https://www.youtube.com/watch?v=zaFyz2tEs0g&feature=youtu.be.

 

Laporan Tanggal  3 October 2019 oleh Aktivists Papua dari  Ilaga tentang Perang antara pasukan TPNPB-OPM dan Pasukan Militer Indonesia di Ilaga, Kabupaten Puncak Papua bahwa benar-benar  darurat militer.

 

“Dalam laporan ini menggambarkan bahwa di Ilaga Kabupaten Puncak Papua dalam situasi darurat Militer dan TNI/POLRI sedang melakukan aksi pengejaran untuk memburuh pimpinan dan anggota TPNPB-OPM di Ilaga,” paparnya.

 

Aktivis ini juga melaporkan bahwa Papua zona darurat militer, dari dulu sampai hari ini indonesia mengumumkan di media-media itu penuh dengan rekayasa dan penipuan.

 

“Mengapa? Karena yang sesungguhnya di media kolonial itu semua bohon besar, realita dilapangan dan fakta membuktikan bahwa aksi Militer dan Polisi Indonesia di Ilaga sangat brutal dan membabi buta,” katanya.

 

Kata Sebby, hal ini telah dan sedang dilakukan oleh Pasukan Militer dan Polisi Indonesia di Ilaga, Kabupaten Puncak Papua, dan fakat lain membuktikan bahwa rumah- rumah penduduk asli Papua dibakar dan juga ternak peliharaan masyarakat yaitu babi-babi dibunuh oleh Aparat militer dan Polisi kolonial Indonesia. Ini benar-benar biadab.

 

“Dengan melihat kebiadaban Militer dan Polisi Indonesia ini, maka kami rakyat bangsa West Papua dan TPNPB-OPM menuntut Hak Penetuan Nasib Sendiri atau Papua merdeka, seperti bangsa- bangsa lain dimuka bumi,” katanya lagi.

 

Pihak TPNPB-OPM juga mengatakan situasi yang terjadi di Ilaga, Kabupaten Puncak Papua zona darurat militer dan oleh karena itu perlu intervensi PBB atas situasi konflik Perang yang mengakibatkan crisis kemanusiaan di Papua.

 

Selanjutnya, laporan resmi per tanggal 4 October 2019, yang dilaporkan  langsung oleh Panglima TPNPB Kodap Sinak Bridgen Militer Murib kepada Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM bahwa  Pimpinan dan Pasukan TPNPB-OPM dari 4 KODAP di Wilayah Pegunungan Tengah Papua serta Komadan Operasi Umum Setanah Papua Mayjen Lekagak Telenggen dengan Pasukanya, saat ini sedang mengepung Pasukan TNI/POLRI di Ilaga Ibu Kota Kabupaten Puncak Papua.

 

Menurut Militer Murib, Kata Sebby,  saat memberikan laporan kepada Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM bahwa kami perang dari tanggal 23 September 2019 sampai tanggal 4 Ok 2019, sedang melakukan perlawanan dengan Pasukan Militer dan Polisi Indonesia di Ilaga, Kabupaten Puncak Papua.

 

“Masyarakat sipil di Kota Ilaga sudah dikeluarkan dari arena Perang, namun TNI/Polri tidak bebas keluar dari rumah karena kami ada jaga ketat kata Militer Murib melalui telp selulernya dari Ilaga, Papua,” katanya.

 

“Bridgen Militer Murib juga menambahkan bahwa Pasukan TNI/POLRI tidak mau keluar Rumah, karena kami masih jaga di Kota. Demikian laporan dari Ilaga, Kabupaten Puncak Papua,” paparya dalam pernyataan sikap.

 

“Ini laporan resmi pihak TPNPB-OPM yang selanjutnya diteruskan kepada semua journalis dan juga ditunjukan kepada para pekerja HAM di seluruh dunia,” jelas Jubir KOMNAS TPNPB-OPM,  Sebby Sambom via pesan eletronik.

 

Pewarta: Manfred Kudiai/KM

#Politik

#Peristiwa Nduga

Baca Juga, Artikel Terkait