Perang Masih Berlanjut, TPNPB Klaim Temukan 14 Roket Milik Militer Indonesia

Cinque Terre
Manfred Kudiai

5 Bulan yang lalu
KABAR PAPUA BARAT

Tentang Penulis
Pemred Kabar Mapegaa (KM)
Penemuan roket milik militer Indonesia. (Doc. TPNPB-OPM.Ist)

 

PANIAI, KABARMAPEGAA.com—Gabungan Aparat Indonesia menyerang wilayah pertahanan Tentara Pembebasan Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka di Tembagapura. Dalam serangan tersebut, TPNPB-OPM mengaku temukan 14 roket milik militer Indonesia.

 

Komandan Operasi Umum, Lekagak Telenggen  mengatakan  Militer Indonesia telah melakukan serangan udara dengan menggunakan helicopter yang mana mereka luncukan 14 Roket ke daerah Pertahanan Pasukan TPNPB-OPM,    di Kampung Opitawak, District Tembagapura,Papua.

 

“Serangan udara Militer Indonesia telah dilakukan berturut-turut selama tiga hari yaitu dari Tanggal 18 Maret 2020 hingga tanggl 20 Maret 2020,” kata Lekagak Telenggen.

 

Kata dia, dalam serangan Udara Militer Indonesia ini 14 Roket telah mereka tembakan ke wilayah pertahanan Pasukan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat, namun Pasukan TPNPB tidak ada yang korban.

 

Kemudian kronologi versi TPNPB-OPM dalam pernyataan tertulis yang diterima media 9n9 via pesan eletronik, sebagai berikut:

 

  • Pada Hari Rabu tanggal 18 Maret 2020 ada 4 Roket yang telah ditembakan dari Udara menggunakan Hellicopter   oleh Pasukan Militer Indonesia ke daerah Pertahanan Pasukan TPNPB-OPM di daratan tinggi areal Tambang Emas Freeport Indonesia di Tembagapura, Papua. Dan serangan ini telah dilakukan Oleh Pasukan Keamanan Indonesia di Kampung Banti dan Kampung Opitawak, yang mana telah dicurigai bahwa Pasukan TPNPB- OPM berada di wilayah itu. Namun salah target.

 

  • Pada Hari Kami 19 Maret 2020 Pasukan Militer Indonesia telah melakukan serangan udara lagi menggunakan Helikopter, dan telah menembak 4 Roket lagi menggunakan helicopter.
     
  • Selanjutnya pada Hari Jumat tanggal 20 Maret 2020, Pasukan Keamanan Indonesia kembali telah melakukan serangan udara dengan menggunakan Helikopter ke perkampungan Masyarakat, dan telah menembakan 3 Roket lagi. Dalam aksi penyerangan udara oleh Pasukan Militer Indonesia ke Daerah Pertahanan Pasukan TPNPB-OPM di Tembagapura    ini menghancurkan linkungan dan alam sekitar, namun Pasukan TPNPB tidak ada yang korban dan semua Aman.
  • Sore ini (Jumat 20 Maret 2020) juga Pasukan Keamanan Indonesia telah melakukan serangan udara menggunakan heikopter dan menembak 3 roket ke arah Pasukan   TPNPB-OPM, namun tidak ada korban jiwa   tutur Lekagak Telenggen.

 

“Kami Pimpinan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB-OPM) sampaikan kepada senua pihak yang peduli akan kemanusiaan di seluruh dunia bahwa Pemerintah Indonesia melalui Pasukan Keamanan nya telah menembak 14 Roket ke daerah Pertahanan Pasukan TPNPB-OPM di Tembagapura, West Papua adalah benar, dan serangan udara oleh Pasukan Militer Indonesia ini telah menghancurkan perkampungan dan alam sekitarnya,” katanya dalam pernyataan tertulis.

 

Sebagai bukti pihak OPM juga ikut menyertakan foto sebagai alat bukti selanjutnya  lampirkan photo-photo ronsongan Roket dan juga alam yang telah dihancurkan oleh serangan roket.

 

Dalam kesempatan itu, Komandan Operasi Umum Lekagak Telenggen  menanggapi beberapa Berita Hoax yang di sebarkan oleh Pimpinan Militer dan Polisi Indonesia dari lapangan bahwa Perang TPNPB di Tembagapura adalah merebut Kekuasaan Pimpinan TPNPB, yaitu posisi Panglima Tinggi dari Gen Goliath Tabuni  itu sangat keliru dan pernyataan yang memaluhkan.

 

“Karena Perjuangan Kami adalah Perjuangan yang TERUSTURUKTUR, dan kami yang berjuang di sayap Militer Organisasi OPM yaitu Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat punya Manajemen dan aturan baku untuk mengatur, Jadi Perang yang kami lakukan bukan untuk ajang Promosi,” katanya.

 

Lekagak juga menambahkan: “Yang Perlu dikethaui oleh semua pihak adalah saat ini Kami Pasukan TPNPB- OPM  dan  seluruh  rakyat  Papua punya  target FREEPORT  INDONESIA  segera Hentikan operasi dan harus tutup. Jadi Indonesia mau lawan kehendak majoritas rakyat bangsa Papua? Itu tidak mungkin.”

 

“Kami juga mengamati bahwa Pemerintah Indonesia dibawah kepemimpinan Presiden Jokowi sangat buruk di Papua, dan banyak rakyat telah menjadi korban akibat Perintah Operasi Militer yang telah dikeluarkan oleh Jokowi,” terangnya.

 

Jadi menurutnya,  aktor utama yang selalu melakukan Pembakaran Gedung Gereja, penembkan Roker ke kampung-kampun melalu serangan udara, dan juga pembantaian Warga pribumi di Papua adalah Pasukan Militer dan Polisi Indonesia.

 

“Oleh karena itu sekali lagi kami sampaikan kepada semua pihak di seluruh dunia bahwa Jika anda percaya berita penipuan publik yang selalu dipublikasikan oleh Militer dan Polisi Indonesi, maka kami kelompokan anda adalah pendukung Genocide di Papua Barat.”

 

Menurutnya, semua Pernyataan Pimpinan Militer dan Polisi Indonesia di Papua adalah lebih banyak penipuan public, Untuk sembunyikan kejahatan yang telah dan sedang dilakukan oleh Polisi dan Militer Indonesia di Papua.

 

“Kami sagat bosan dengan Berita Hoax oleh Pemerintah Indonesia melalui Pimpinan Militer dan Polisi Indonesia, karena semua pernyataan mereka tidak sesuai dengan fakta di lapangan dan kebanyakan bohong,” pungkasnya.

 

Pihak TPNPB juga mengaku, Perang Pembebasan Nasional Oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat akan dilakukan di seluruh territory Papua Barat, dan Perang akan berhenti setelah Papua Merdeka Penuh dari Pendudukan Ilegal  Militer Indonesia di atas tanah leluhur bangsa Papua.(*)

 

#TPNPB-OPM

Baca Juga, Artikel Terkait