Peringati Hari HAM Se-Dunia, Ratusan Massa Demo Ke DPR PB

Cinque Terre
Admin Kabar Mapegaa

1 Bulan yang lalu
HUKUM DAN HAM

Tentang Penulis
Ratusan massa aksi bersama para DPR PB dihalaman Kantor DPR Papua Barat. (Fhoto : Emanuel Ukago/KM)

 

Manokwari, KABARMAPEGAA.COM - Dalam rangka memperingati hari HAM se-Dunia ke-70 tahun, ratusan massa di Manokwari melalui berbagai Organisasi Kepemudaan (OKP) melakukan aksi damai  ke Kantor DPR Papua Barat, Senin (10/10) hingga tiba dihalaman Kantor DPR PB pukul 12:45 WIT.

Dalam aksi itu menuntut Negara bertanggung jawab atas berbagai kasus HAM yang telah terjadi di Papua.

Terlihat titik kumpul dipusatkan di depan pintu gerbang utama Universitas Papua (Unipa). Kemudian, ratusan massa itu mulai berjalan kaki sambil berorasi ke kantor DPR Papua Barat.

Setelah orasi politik dari Masing-masing perwakilan OKP yang terlibat, salah seorang Anggota DPR PB, Imanuel Yenu mengatakan persoalan HAM di Papua adalah hal mendasar yang dituntaskan. Pasalnya, Imanuel menilai kehidupan manusia adalah hak permanen yang pantas dihargai, katanya.

"Pelanggaran HAM di papua adalah hal yang mendasar yang harus di selesaikan. Sebab, manusia mempunyai hak-hak hidup yang permanen sama halnya di tanah papua." Untuk itu, kata Imanuel, aspirasi pelanggaram HAM di Papua yang disampaikan massa akan diangkat dalam sidang parlemen untuk disuarakan,jelasnya.

 "Aspirasi yang sudah di sampaikan massa kepada kami DPR akan kami sampaikan dalam sidang parlamen kepada pimpinan agar HAM di Papua tetap di seruhkan."

Lanjut,Yanu “Masyarakat Papua adalah masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama, budaya, moral,dan lain-lain. Sehingga, yang peling terpenting adalah keterbuakaan (jujur) antara pemerintah, entah pemerintah pusat, provinsi, dan daerah. Tampa keterbuakaan masyarakat Papua akan tetap menuntut hak-hak mereka sebagaimana mestinya”,tuturnya.

Tambah Yenu, Pernyataan yang di sampaikan Kaporli Tito Karnavian bahwa, "tidak diperbolehkan operasi militer diatas tanah Papua lagi." Tapi, kata Yenu, Jika ada operasi militer di tanah Papua lagi, maka, apa yang sudah disampaikan Bapak Kaporli hanya bohongan bela kan”, tambahnya.

Lalu, S. Wagai mengatakan aksi hari ini adalah aksi damai memprotes kepada Negara Indonesia bahwa kasus HAM di Papua, Negara tidak mampu tuntaskan bahkan gagal mengatur orang Papua, jelasnya.

“Aksi hari ini adalah aksi damai, aksi hari ini juga sebagai bentuk protes terhadap pemerintah NKRI yang mana pemerintah telah lakukan kepada rakyat Papua tahun 1960 sampai saat ini banyak tindakan criminal yang memindas HAM dan sampai saat ini persoalan HAM di Papua belum juga di tuntaskan. Sehingga, kami bisa katakana bahwa pemerintah NKRI gagal membangun Papua."

Wargai berharap aspirasi yang pihaknya serahkan kedatangan DPR PB adalah suara hati anak negeri Papua. Maka, mohon diteruskan baik untuk menjawab kerinduan orang papua, harap dia.

Lalu, Y. Iyai, mengatakan, maraknya pelanggaran HAM di tanah Papua karena kami orang papua dinilai kelompok sparatis sebenarnya tidak. Kami adalah kelompok yang memperjuangkan hak-hak kami di atas tanah kami sendiri”, tutur,Iyai.

Kata dia, orang papua sangat menyesal ketika pemerintah menutup mata lindungi orang papua dari berbagai aspek terutama adalah HAM, ujarnya. Jika Negara tidak mampu menyelesaikan persoalan HAM di Papau, maka kata Iyai lepaskan kami bangsa Papua untuk memperjuangkan nasib kami sendiri, itu adalah solusi terbaik untuk menyelesaikan berbagai persoalan di tanah Papua , tandasnya.

Pantauan media, sejak dimulainya sampai berakhirnya aksi berjalan dengan baik. Bahkan pihak aparat kepolisian pun ikut mengawal masa aksi hingga selesai.

Pewarta : Emanuel Ukago

Editor     : Petrus Yatipai

#Pemerintahan

#Mahasiswa dan Pemuda

Baca Juga, Artikel Terkait