Perjuangan Anggota Bentor Akhirnya  Mendapatkan Respon Positif dari Pemda Yogyakarta

Cinque Terre
Admin Kabar Mapegaa

16 Hari yang lalu
ARTIKEL

Tentang Penulis
Anggota Becak Motor (Bentor) dari gabungan Paguyuban Becak Motor Yogyakarta (PBMY) melakukan demonstrasi damai di depan Kantor DPRD Kota Yogyakarta pada hari Senin, (26/11/2018).( Foto Doc. Frengky/KM)

 

Oleh, Frengky Syufi)*

 

ARTIKEL, KABARMAPEGAA.com--Perjuangan anggota Becak Motor (Bentor) Yogyakarta kembali melakukan demonstrasi damai di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Yogyakarta pada hari Senin, 26 November 2018. Para anggota Bentor meminta kepada Pemerintah Daerah (eksekutif dan legislatif) agar memberikan ruang bagi anggota Bentor untuk beroperasi di Malioboro dan sekitarnya. Aksi demonstrasi yang diikuti oleh 2000-an  anggota Becak Motor yang dikoordinir oleh Bapak Parmin selaku ketua  Paguyuban Becak Motor Yogyakarta (PBMY) kembali menduduki kantor DPRD di Jalan Ipda Tut Harsono, Muja Muju, Umbulharjo Yogyakarta. Pada (26/11/2018) pukul 08.00-8.40 WIB masa aksi yang tergabung dalam dua puluh tujuh sub paguyuban Becak Motor yang  dibawah koordinasi PBMY berkumpul di Jalan Abubakar Ali untuk melakukan aksi demonstrasi damai menuju ke kantor DPRD kota Yogyakarta.

 

Masa aksi mulai bergerak dari Jalan Abubakar Ali menuju Kantor DPRD Kota Yogyakarta pada pukul 08.40-09.00 WIB dengan mengendarai Becak Motor yang merupakan hasil modifikasi dari anggota Bentor dan sebuah mobil komando yang digunakan oleh aksi masa  ketika berorasi di depan Kantor DPRD Kota Yogyakarta. Mobil komando yang dikendarai oleh seorang masa aksi dengan iringan lirik lagu Jogja Istimewa bergerak beriringan bersama anggota Becak Motor menuju Kantor DPRD Kota Yogyakarta untuk melakukan demonstrasi damai menuntut kepada Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Yogyakarta dan Walikota Yogyakarta agar  meninjau ulang pelarangan Becak Motor (Bentor) dan mendesak kepada pemerintah untuk memberikan solusi yang nyata bagi keberadaan Bentor yang beroperasi di Malioboro dan sekitarnya.

 

Tepat pada pukul 09.00-13.00 WIB masa aksi berkumpul di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Yogyakarta dan melakukan demonstrasi damai dalam bentuk orasi diatas mobil komando yang diparkir di halaman depan kantor DPRD Kota Yogyakarta untuk meminta pertanggungjawaban dari Anggota DPRD menanggapi aspirasi dari anggota Bentor dan melakukan audiensi bersama Walikota Yogyakarta. Masa aksi melakukan orasi secara berganti-gantian sambil menunggu audiensi dari Anggota DPRD Kota Yogyakarta. Para Anggota DPRD Kota Yogyakarta pun keluar dari ruangan  DPRD pada pukul 13.24 WIB menemui masa aksi didepan gedung DPRD dan beraudiensi secara lansung dengan para anggota Becak Motor yang telah berdiri mengelilingi mobil komando. Pak Parmin selaku Ketua Paguyuban Becak Motor (PBMY) menghimbau kepada anggota Becak Motor untuk menyambut perwakilan Anggota DPRD Kota Yogyakarta yang telah mendengarkan asiprasi dari para anggota Becak Motor dan mau beraudiensi dengan anggota Bentor. Ketua Paguyuban Becak Motor Yogyakarta (PBMY) yang mewadahi dua puluh tujuh sub paguyuban Becak Motor  mempersilahkan Pak Bambang Seno Baskoro selaku Ketua Panitia Khusus (Pansus) transportasi lokal dari Anggota DPRD  menaiki mobil komando untuk beraudiensi dengan para anggota Becak Motor.

 

Ketua Pansus trasportasi lokal Yogyakarta Pak Bambang Seno Baskoro bersama para Anggota DPRD yang lain menaiki mobil komando untuk menyampaikan  hasil pertemuan antara Anggota DPRD Kota Yogyakarta bersama dengan perwakilan dari Lembaga Bantuan Hukum Yogyakarta (LBH Yogyakarta), Kapolres, Dinas Perhububungan (Dishub) kota Yogyakarta, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) kota Yogyakarta. Pertemuan tersebut menghasilkan beberapa kesepakatan yang disampaikan oleh Pak Bambang Seno Baskoro sebagai Ketua Pansus DPRD Kota Yogyakarta kepada    anggota Becak Motor yaitu (1) DPRD Kota Yogyakarta secara resmi menerima aspirasi dari anggota Bentor dan segera mengirimkan surat pertemuan dengan Dinas Perhubungan DIY untuk melakukan pembahasan untuk mencari solusi terkait keberadaan Becak Motor dan melibatkan Paguyuban Becak Motor Yogyakarta (PBMY) dalam pertemuan tersebut, (2) Ketua Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kota Yogyakarta  meminta secara internal bagi setiap pengendara anggota Becak Motor Yogyakarta untuk melengkapi surat-surat izin pengemudi Becak Motor. Hal ini menjadi bentuk keamanan di Kota Yogyakarta, (3) Paguyuban Becak Motor Yogyakarta (PBMY) berhak meminta Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) transportasi lokal, (4) Tim Panitia Khusus DPRD Kota Yogyakarta wajib melibatkan PBMY dalam mengawal Raperda, (5) Mengizinkan PBMY beroperasi di Malioboro dan sekitarnya sebelum prototype disahkan oleh Pansus.

 

Tim Pansus DPRD Kota Yogyakarta pun turun dari mobil komando setelah menyampaikan hasil keputusan yang didengarkan oleh anggota Bentor kemudian tim Pansus bersama anggota Bentor berjalan kaki dari Kantor DPRD Kota Yogyakarta menuju ke Kantor Walikota Yogyakarta untuk beraudiensi dengan Pemerintah Walikota. Audiensi tersebut dihadiri oleh kepala Kasat Pol PP Kota Yogyakarta, Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, ketua PBMY beserta anggotanya, tim dari Lembaga Bantuan Hukum Yogyakarta, Kapolres dan beberapa lembaga terkait. Pemerintah Walikota Yogyakarta pun menerima aspirasi dari anggota Bentor dan memberikan izin untuk beroperasi di Maliobora dan sekitarnya yang penting jangan sampai anggota Becak Motor parkir diatas jalan trotoar, selain jalan trotoar silahkan saja, “kata Kasad Pol PP Kota Yogyakarta” dalam audiensi dengan anggota Bentor di depan kantor Walikota Yogyakrta. Pembangunan kota baik dalam aspek ekonomi, sosial dan budaya seharusnya menempatkan manusia sebagai subyek dan melibatkan dalam pembangunan sehingga pembangunan kota dapat berarti bagi masyarakat yang berada di kota tersebut.

 

Penulis adalah Alumnus Universitas Sanata Dharma Yogyakarta)*

 

 

 

 

#Mahasiswa dan Pemuda

Baca Juga, Artikel Terkait