Perpisahan Penerima Beasiswa Otsus Periode 2017-2019 Gelar di Jakarta

Cinque Terre
Manfred Kudiai

5 Bulan yang lalu
TANAH PAPUA

Tentang Penulis
Pemred Kabar Mapegaa (KM)
Peserta Penerima Beasiswa Otsus Papua. Ist.

 

JAKARTA, KABARMAPEGAA.com—Senin, 15 Juli 2019, bertempat di  di Inlingua Jakarta, Mahasiswa-mahasiswi penerima besiswa Otonomi Khusus (Otsus), Provnsi Papua gelar acra perpisahan. Acara ini dipimpin oleh Danniel Pagawak sebagai koordinator kerohanian.

 

Ketua kordinator penerima beasiswa otonomi khusus (OTSUS) angkatan 2017, Agus  Esema mengatakan  memang beasiswa angkatan kita adalah kuliah ke luar negeri, tapi kita diarahkan untuk kuliah di Indonesia.

 

“Ia juga menyatakan bahwa setiap orang punya jalan kesuksesan itu berbedah, jadi teman-teman yang akan kuliah di dalam negeri selamat kuliah, pasti kalian akan menjadi seorang sukses,” tandasnya.

 

Tempat yang sama, Luis Keroman salah satu penerima beasiswa juga mengatakan “ kita sama-sama semangat untuk belajar demi untuk membangun tanah Papua di massa yang mendatang, karena Papua itu butuh kalian dengan saya,” terangnya.

 

Menurutnya, Papua adalah tanah kaya, oleh karena itu,  kita sama-sama banyak belajar dengan tujuan untuk mengelolah sumber daya alam yang Tuhan Allah Bangsa Papua Barat memberikan kepada bangsa Papua. “Kalau kita sama-sama belajar banyak pastilah kita sendiri yang akan mampu untuk mengelolah sumberdaya alam itu sendiri,” katanya

 

Kemudian, pantauan media ini, dalam acara tersebut rata-rata mengaku kecewa karena mereka seharusnya dikuliahkan ke luar negeri. Namun mereka di kirim ke Jakarta lalu dikirim ke Australia Language Foundation (IALF) Bali untuk belajar bahasa inggris selama hampir 1 tahun.

 

Setelah itu, mereka dikirim ke Jakarta Internasional College (JIC) untuk belajar bahasa inggris. Lebih lanjut, beberapa bulan kemudian, mereka ditest untuk menjadi mahasiswa/I di Jakarta International College (JIC) dan yang dinyatakan lulus menjadi mahasiswa/I pada Jakarta International College (JIC) adalah hanya 10 orang pada saat itu diantarannya: Elly Gobai, Itamius, Luis Keroman dan kawan-kawan lainnya.

 

Testing tersebut terdiri dari 4 komponen yakni berbicara (speaking) mendengar (listening) menulis ( writing) dan membaca ( reading).

 

Sebagai senioritas, Pius Tenouye juga menyampaikan pesan dan kesan. Dirinya terkesan adalah setiap kenangan bersama mereka

 

“Sesungguhnya beasiswa angkatan kita (2017)  adalah kuliah luar negeri, namun kalian diarahkan untuk kuliah di dalam negeri diantaranya Sekolah Tinggi Pariwisata (Trisakti) Bintaro, ATMAJA Jakarta, STPI Tangerang dan STIKOM Surabaya, jadi itu jadikan kalian punya pembelajaran, karena kalian dan saya adalah calon-calon pemimpin Bangsa Papua Barat di masa yang mendatang,” tandasnya, Tenouye.

 

Selain itu, ia juga mengajak suapaya menyelesaiakn kuliah kalian hanya dalam 4 tahun dan harus menguasai dalam segala hal. “ Jangan mudah terpengaruh dengan hal-hal yang tidak supportif, karena itu menghancurkan masa depan kalian,” ajak  Tenouye.

 

Pada temapat yang sama,  Elly Gobai sebagai wakil Kordinator penerima beasiswa otonomi khusus (OTSUS) angkatan 2017 mengajak kepada penerima beasiswa Otsus yang baru datang suapaya bergaul kepada siapay saja tanpa mebeda-bedakan asal dan suku.

 

“Adik-adik yang baru datang untuk belajar bahasa inggris di JIC melalui beasiswa otonomi khusus (OTSUS) kalian jangan bergaul pada hanya satu suku saja karena kita Papua itu banyak suku, jadi bukalah pergaulan kita dengan teman-teman dari daerah lain di Papua maupun daerah lain di Indonesia,” tegasnya. (*)

 

Editor: Manfred Kudiai/KM

#Mahasiswa dan Pemuda

Baca Juga, Artikel Terkait