Perspektif Papua Dalam Penanganan HAM: Indonesia Tidak Mempunyai Keadilan

Cinque Terre
Admin Kabar Mapegaa

6 Bulan yang lalu
OPINI

Tentang Penulis
Paniai berdarah. Ist

 

Oleh, Pius Tenouye)*

 

OPINI, KABARMAPEGAA.com--Negara Indonesia merupakan salah satu negara di Asia yang mempunyai banyak hukum membandingkan dengan negara-negara lain di dunia ini. Hukum-hukum di Indonesia beserta negara lain di dunia  mengajarkan bahwa bagaimana negara-negara tersebut dapat menjalangkan tugas dan tanggung jawab berdasarkan hukum yang dimiliki negaranya masing-masing.

 

 

Berdasarkan pantauan intelek muda di Indonesia telah melihat bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak mempunyai keadilan dalam hal ini, tidak mempunyai kemampuan dalam penanganan masalah-masalah kemanusiaan dari perspektif masalah-masalah kemanusian di Papua yang sudah dibunuh oleh Tentarah Nasional Indonesia (TNI) dan  Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI) dibawa pimpinan Jokowidodo selaku presiden Indonesia  pada saat ini.

 

 

 Contohnya di Kab. Paniai, Papua yang menewaskan empat orang pelajar oleh pemerintah Indonesia dalam hal ini Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI) yakni, Simon Degei, Alpius You, Alpinus Gobai dan Yulianus Yeimo, serta 17 orang luka-luka pada 7 Desember 2014, sekitar pada pukul 20.00 WIT.

 

 

Selain itu, Biak berdara, 16 tahun lamanya, untuk wamena berdarah 13 tahun,  untuk UNCEN berdarah  18 tahun  untuk Wasior berdarah 7, untuk Nabire berdarah 5 tahun dan banyak yang saya belum tulis dalam artikel ini, itu semua dibunuholeh Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia POLRI), sampai saat ini masih melakukan kekerasan terhadap rakyat Papua Barat secara sistematis.

 

Enembe Terancam Dicabut Dari Posisi Gubernur Papua

 

Berdasarkan media-media yang sudah rilis mengenai Pak Lukas Enembe akan dicabut dari posisi Gubernur dikarenakan melanggar konstitusi dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Saya sebagai anak muda Indonesia melihat bahwa apa yang disampaikan oleh Pak Lukas Enembe selaku gubernur Propinsi Papua bagian Indonesia Timur itu benar bukan ia melanggar atas UUD yang dimiliki oleh republik ini, karena Pak Enembe melihat bahwa sebagai orang nomor satu di Papua, beliau  mau selama  perayaan Natal berlangsung  di Papua harus aman, damai dan tentram sehingga Pak Lukas Enembe beserta petinggi-petinggi Papua melakukan rapat bersama dengan tujuan untuk mengambil sebuah sikap mengenai Tarik kembali ke Jakarta kepada gabungan aparat TNI dan POLRI  yang saat ini berdiam di Kab. Nduga, karena pejabat tinggi Papua melihat bahwa situasi ketenangan kepada masyarakat setempat tidak tenang dikarenakan aparat gabungan TNI dan POLRI. Dengan situasi ini, pemerintah Propinsi Papua berani mengambil sebuah statement untuk menarik kepada TNI dan POLRI yang ada di Kab. Nduga pada saat ini selama berlangsungnay natal.

 

Dalam sebuah tulisan ini, saya mau bilang kepada pemerintah Indoensia  bahwa pentingnya untuk mengoreksi diri masing-masing atas tidak penanganan masalah –masalah kemanusiaan yang sampai detik ini tidak berhenti-henti untuk membunuh ciptaan Tuhan( seorang manusia) seperti hewan liar dari perpektif di atas tanah West Papua oleh tanggan pemerintah Indonesia dalam hal ini Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI) di bawa pimpinan presiden Jokowidodo. Kenapa? Anak muda di Indonesia mengatakan demikan! Karena saya melihat bahwasanya di Indonesia saat ini tidak ada penerapan hukum yang mengatur tentang penanganan masalah–masalah kemanusiaan, jadi hukum-hukum yang dimiliki oleh Negara ini dijadikan hukum politik atau hukum sia-sia.

 

Selain itu, kami anak muda di Indonesia melihat bahwa beberapa orang yang meninggal dunia di Kab. Nduga Papua orang-orang tersebut meninggal karena mereka dapat dibunuh oleh TPNPB-OPM dengan menggunakan senjata, mereka adalah yakni militer Indonesia. Tidak keadilannya yang sedang diterapkan oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) telah diketahui oleh mata dunia, jadi disini saya mau bilang kepada pemrintah Indonesia bahwa belajar hal kebenaran itu sangat penting dan terpenting selagi anda dengan saya  masih punya nafas di hidup di muka bumi ini.

 

Mau Menjadi seorang gubernur pasti kita dapat dipilih oleh rakyat bukan dari Negara. Gubernur propinsi Papua saat ini adalah Pak Lukas Enembe, ia dipercayakan sebagai seorang gubernur Propinsi Papua karena masyarakat di Papua, bukan ia dapat dipilih oleh Negara atau pemerintah pusat, jadi apa yang beliau sampaikan kepada pemerintah pusat pentingnya untuk terima karena hal yang disampaikan oleh beliau adalah langsung aspirasi dari rakyat di Kab. Nduga dan petingi-petinggi Papua.

 

Penulis adalah mahasiswa Papua - Denpasar, Kuliah di Bali)*

#Mahasiswa dan Pemuda

Baca Juga, Artikel Terkait