Pesta Demokrasi dan Nilai Kemanusiaan

Cinque Terre
Admin Kabar Mapegaa

2 Bulan yang lalu
OPINI

Tentang Penulis
Admin Redaksi Kabar Mapegaa Online
Ilustrasi, Pesta Demokrasi dan Nilai Kemanusiaan, Goo E/KM

 

Oleh, Goo Emanuel*)

 

OPINI, KABARMAPEGAA.com – Apa yang dimaksud dengan pesta demokrasi? Perta demokrasi itu adalah pesta dimana diselenggarakannya PEMILU, PILPRES dan WAPRES, PILGUB dan WAKBUB dan PILKADA.

 

Apa yang dimaksud dengan nilai kemanusiaan? Nilai kemanusiaan itu adalah sesuatu yang telah ada dan sangat berharga hingga sudah melakat kepada manusia sejak manusia itu lahir.

 

Apa yang sedang terjadi dalam penerapan pesta demoktasi itu dengan nilai kemanusiaan?


Nilai kemanusiaan selalu hilang ketika muncul pesta demokrasi. benarka? Mari kita berkaca dari dekat. Sedikit lagi akan kembali di gelar pesta demokrasi itu.

 

Manakah yang penting. Apakah nilai kemanusiaan atau jabatan kepimpinan dalam sebuah pemerintahan adalah dua bagian penting untuk di refleksikan oleh setiap calon pemimpin.

 

Pada saat musim pesta demokrasi, banyak manusia yang saling ejek mengejek hingga lain dijadikan sebagai binatang, ada yang dijadikan manusia lain sebagai kebun binatang. Selain itu segala bentuk bahasa penghinaan juga di tuturkan enta sengaja atau bukan, ada yang saling kejar mengejar hingga dalam perlakuannya tidak sewajar sebagai manusia, ada yang saling hina menghina, ada yang saling teror meneror, ada yang saling mengintimidasih dengan tindakan dan gayanya mereka, ada yang saling palang memalang, ada yang bahkan berusaha menghilangkan nyawa bagi lawan politiknya.

 

Sangat menyakitkan adalah mau berjuang menjatuhkan dan menghilangkan manusia lain dengan unsur kesengajaan demi mendapatkan jabatan. Sementara tidak saling menghargai sebagai sesama manusia yang punya hak dan martabatnya.  Hak dan martabat manusia yang melekat kepada setiap pribadi ketika setiap manusia dilahirkan itu sudah dan telah melekat hingga tidak di ganggu-gugat oleh setiap manusia sampai akhir hayatnya juga kadang di abaikan.

 

Nilai kamanuusiaan itu di abaikan oleh para pelaku demokrasi, ingin dan terua berjuang menjadi pemimpin dengan sejumlah niat dan nekatnya terua menghantuinya, maka patut dipertanyakan bahwa dimanaka nilai demokrasi itu di sembunyikan jika tidak memerhatikan salah satu nilai demokrasi tentang setiap orang punya hak yang sama dalam memilih dan dipilih. Benarkah kepentingan melebihi nilai demokrasi dan nilai kemanusiaan. Bukankah tuntutan pesta demokrasi menjarkan kepada setiap pemilih dan dipilih itu menerapkan nilai demokrasi secara maksimal?. terutama nilai LUBER dan JURDIL.

 

Ingat bahwa banyak orang sudah dan sedang korban ketidakadilan nilai demokrasi di negara demokrasi ini. Banyak orang menjadi batu sandungan ketika terjadi pemilihan. Banyak orang mengejar kepentingan mengatasnamakan masyarakat yang tidak berdaya. Begitu banyak orang berjanji palsu dengan patokan ia harus menjabat sebagai pemimpin.

 

Ketika terpilih apa yang terjadi?. sudah ketahui bersama. Mereka yang punya hak memilih korban di atas korban. Mereka tidak diberdayakan sebagai manusia sesuai janji politik.

 

Pengaruh aktor politik kepada bawahan terus saja bertambah memengaruhi masyarakat supaya orang yang ia dukung itu yang di menangkan. Persoalan begitu itu baik sebagai bagian dari politik dengan maksud mencari koneksi dam dukungan. Pertanyaanya, kalau mereka mendukung dan ia naik? apa yang ia lakukan kepada masyarakat demi kepentingan bersama itu yang patut dipikirkan.

 

Sebab, pembawaanmu kepada masyarakat menunjukkan harga dirimu kepada mereka. Jika orang itu tidak melakukan sesuai dengan yang dijanjikan maka itu akan mereka ingat terus sampat ajal menjemput mereka dan juga akan mereka terus mendiskusikan kenapa dan mengapa sekarang itu begini dan begitu, hingga nilai kehormatan kepada rakyat dan masyarakat itu menurun. Berjaga-jaga supaya kepercayaan masyarakat menjadi utuh dan bukan kepercayaan semu yang hanya datang sebentar dan menghilang merupakan tugasnya para aktor politik.

 

Nilai kemanusian itu penting untuk saling menjaga dan melestarikan. Nilai kemanusiaan akan terus hidup bila tidak ada kepentingan yang terselubung dalam dunia kepentingan kepemimpinan. Menjadi pemimpin di negara demokrasi itu bisa di kategorikan pemimpin semu. Pemimpin yang hanya datang sebentar di masa kejayaan dan akan menghilang. Berjuang menjadi pemimpin yang handal dan berwibawah itu juga tugasnya yang menjabat, sehingga mempertahankannya kehormatan itu sampai turun dari jabatan itu perlu diperjuangkan.

 

Menanamkan benih kehidupan dalam kehormatan kepemimpinan tidak mudah, itu sesuatu yang sangat luar biasa masalah yang dihadapi. Target mempertahankan nama baik kepemimpinannya menjadi sesuatu yang sungguh dipertaruhkan dengan daya dan kemampuan yang ada. Ia mendapatkan inama baik dalam kepemimpinannya maka ia akan menjadi pemimpin seumur hidupnya di mata rakyat, alam dan yang menciptakan manusia (Tuhan).

 

Jadi apa yang dilakukan supaya nilai kemanusiaan itu tetap diperhatikan sementara perta demokraai itu berlangsung? Yang patut di lakukan menurut saya itu adalah a) menyalurkan suara sesuai aspirasi yang punya hak suara dengan menghilangkan semua kepentingan, b) utamakan nilai demokrasi LUBER dan JURDI, c) dalam kampaye tidak berlebihan di luar batas kemampuan kemanusiaan, d) hilangkan janji politik yang berlebihan jika batinmu tidak mengijinkan, dan e) penerapan politik toleransi, bukan politik militan yang segala tindakan semaunya untuk berjuang memenangkan jabatan pesta demokrasi.

 

Penulis adalah Seorang Guru SMA Adhi Luhur Nabire, Papua

 

Editor: (Admin/KM)

Baca Juga, Artikel Terkait