PFW Apresiasi Kinerja DITRESKRIMSUS Polda Papua Barat Amankan 15 Merbau Illegal

Cinque Terre
Admin Kabar Mapegaa

14 Hari yang lalu
KABAR PAPUA BARAT

Tentang Penulis
Peta Pengoperasian. Ist

 

NABIRE, KABARMAPEGAA.com--Papua Forest Watch Apresiasi Kinerja DITRESKRIMSUS Polda Papua Barat amankan 15 Merbau illegal Papua tujuan Surabaya. Papua Forest Watch (PFW) adalah lembaga yang melakukan monitoring di sektor kehutanan telah melakukan pendokumentasian terhadap sejumlah penangkapan kayu merbau illegal asal Papua.

 

Pada bulan Januari- Februari 2019 Gakkum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia telah melakukan penangkapan terbesar sepanjangan sejarah tata niaga perdagangan kayu di Indonesia. Total penangkapan adalah sebanyak 384 kontainer kayu olahan dengan dengan volume  5, 812,77 meter kubik kayu illegal asal Papua dan Papua Barat senilai Rp. 104,63 Milyar. Pasca beberapa kali penangkapan tersebut praktek perdagangan kayu illegal masih marak terjadi.

 

Pada tanggal 1 November 2019, Suaramandiri.co melansir adanya 15 Kontainer Kayu Olahan jenis merbau yang berasal dari Kampung Dulbatan Distrik Salawati Kabupaten Sorong yang diamankan oleh Tim gabungan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Papua Barat bekerjasama dengan Sat Reskrim Polres Sorong. Kayu-kayu merbau tersebut rencananya siap dikirim menuju ke Surabaya.

Gunawan selaku juru kampanye Papua Forest Watch (PFW), menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Gakkum dan juga Tim Gabungan Ditreskrimsus Polda Papua Barat yang telah tanggap melakukan monitoring  lapangan sebagai respon terhadap laporan adanya dugaan praktek illegal logging yang ada di Kampung Dulbatan.

 

“Kami menyampaikan apresiasi terhadap kinerja para penegak hukum yang telah menggagalkan pengiriman 15 kontainer kayu merbau asal Dulbatan ke Surabaya. Meski ada beberapa orang yang diamankan, namun tidak ada kata perorangan tanpa badan hukum, entah itu CV atau Badan Usaha lainnya  sehingga kasus-kasus ini perlu diperdalam untuk mendapatkan bukti kuat terkait rantai pelaku yang terlibat dari hulu sampai hilir ” kata Gunawan.

 

Papua Forest Watch (PFW) sendiri telah melakukan pemantauan pada bulan Mei-Juni 2019 di Kampung Maralol yang letaknya bersebelahan dengan Kampung Dulbatan. Sejumlah nama perorangan dan badan usaha telah dikumpulan berdasarkan  informasi dari  masyarakat.  Hasil pemantauan ini telah dilaporkan kepada Dinas Kehutanan Propinsi Papua Barat dan GAKKUM KLHK yang ada di Manokwari pertanggal  8 Oktober 2019.

 

“Sebagai Lembaga Pemantau independen yang dijamin undang-undang, kami terus melakukan monitoring terhadap peredaran kayu merbau baik di Papua  Barat ataupun di Papua dan hasilnya akan kami sampaikan ke instansi terkait guna membantu kerja-kerja monitoring. Kami harap penegakkan hukum harus dilaksanakan secara tuntas. Pemerintah daerah juga segera meninjau kembali ijin-ijin badan usaha yang terbukti terlibat dalam rantai dagang kayu illegal dan segera mengeluarkan kebijakan terkait perbaikan tata kelola di sektor kehutanan,” tegas Gunawan. (pfw)

 

 

Editor: Manfred Kudiai/KM

 

#Lingkungan dan Hutan

Baca Juga, Artikel Terkait