Pidato Diplomat TPNPB-OPM di Perayaan Hari Pasukan Perdamaian PBB

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

3 Bulan yang lalu
NASIONAL & DUNIA

Tentang Penulis
Amatus Akouboo, Diplomat TPNPB-OPM saat berpidato di Perayaan Hari Pasukan Perdamaian PBB.[dok TPNPB-OPM]

 

JAYAPURA, KABARMAPEGAA.com--Dalam acara Perayaan Hari Pasukan Perdamaian PBB di Australia Sabtu (29/5), Diplomat TPNB-OPM, Amatus Akouboo Douw meminta dukungan internasional agar membantu mengirimkan pasukan perdamaiannya ke Papua Barat.

“Selamat siang semuanya, saya berterima kasih atas waktu yang luar biasa ini. Sekali lagi terima kasih UNAA Queensland atas undangan Anda pada hari bersejarah ini.” Begitu terang Amatus mengawali pidatonnya.

Pada kesempatan itu, ia juga mengakui orang Aborigin sebagai pemilik tradisional negara Australiia. “saya mengakui tanah, adat istiadat dan kepercayaan mereka dan perjuangan mereka untuk keadilan dan kelangsungan hidup,” terangnya.

Hari ini, Kata Douw, kita tetap  menghormati penjaga perdamaian PBB. Kita yang meninggal atas nama kemanusiaan dan keamanan.

“Ini juga untuk memberikan penghormatan yang lebih dalam kepada para pejuang pembebasan di seluruh dunia yang tewas dalam perjuangan mereka untuk kebebasan, keadilan dan perdamaian, terutama di Bougainville dan Timor-Timur sekarang Timor Leste” ujarnya dalam pidato.

Pada kesempata itu, Douw juga memberikan penghormatan yang paling dalam kepada sesama pejuang kemerdekaan Papua Barat yang telah dibunuh oleh militer Indonesia.

“Seperti kita ketahui kolonialisme dunia masih ada, kemudian memusnahkan penduduk asli di seluruh dunia. Dibawah pemerintahan kolonial Indonesia saat ini hampir satu juta warga sipil Papua Barat yang tidak bersalah meninggal di tanah air mereka. Ini karena pengingkaran terhadap hak menentukan nasib sendiri dan kemerdekaan,” katanya.

Status hukum West Papua menurut hukum internasional dan United Nations Charter masih diperdebatkan, lanjut Douw,  klaim Indonesia atas West Papua jelas ilegal.

“Konflik bersenjata yang sedang berlangsung, pelanggaran HAM, genosida dan krisis kemanusiaan tidak akan pernah berhenti jika tidak ada resolusi internasional,” jelasnya.

Menurutnya, sejak 2017 hingga saat ini lebih dari 65.000 pengungsi internal dan lebih dari 500 anak dan Ibu meninggal akibat konflik bersenjata di Nudama, Intan Jaya, Puncak Jaya, Timika dan beberapa tempat lainnya  tanpa bantuan internasional.

“Lebih banyak korban jiwa akan datang karena saat ini Presiden Indonesia, Jokowi mengumumkan perang nasional melawan Papua Barat, dia sudah berprasangka buruk terhadap Gerakan Papua Merdeka dan pendukungnya sebagai kelompok teroris,”ujar Diplomat TPNPB-OPM.

Amanutus mengatakan, ini adalah izin baru pemerintah Indonesia untuk melenyapkan seluruh orang asli Papua, setelah pengumumannya, tambahan pasukan setan Indonesia yang dikerahkan ke daerah pegunungan tengah di Papua Barat mengakibatkan 9 warga sipil dan satu Pejuang Pembebasan (TPNPB) tewas, pemimpin gerakan sipil Papua Viktor Yeimo ditangkap bulan ini dan banyak lagi yang akan terjadi.

Dalam kesempatan itu, ia juga sempat singgung soal peperangan Israel dan  Palestina. Kata Douw, sistem dunia sudah membutakan mata untuk melihat apa yang membahagiakan dan mendengar panggilan dari orang-orang yang tidak bersuara ini.  “Sekarang dunia sedang menyaksikan konflik Palestina dan Israel, jadi Indonesia senang tapi Papua Barat kesal.”

Oleh karena itu, pihaknya  mendorong pencinta perdamaian, pembela keadilan dan pendukung kebebasan di Australia dan secara global untuk berdiri dengan perjuangan Papua Barat, solidaritas dan dukungan Anda sangat penting, Anda adalah bagian dari misi penyelamatan hidup.

“Gerakan Papua Merdeka sebagai badan politik yang tertinggi mencari penjaga perdamaian, dialog yang dimediasi secara internasional dan jalur hukum untuk hak menentukan nasib sendiri,” tegas  Douw.

Akhir pidato, Amatus juga menyerukan kepada UNAA untuk mengajukan permintaan kepada pemerintah Australia untuk membawa masalah kritis ini ke Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk misi penjaga perdamaian dan menyelesaikan konflik bersenjata di Papua Barat.

Untuk dikatahui, dalam acara peringatan hari Pasukan perdamaian PBB yang diselenggarakan oleh Asosiasi PBB Australia. Asosiasi PBB Australia Queensland akan melakukan monitor secara dekat konflik bersenjata di Papua Barat.

Sementara itu, dalam pidato pembukaan oleh President Asosiasi PBB Australia Negara bagian Queensland, Claire Moore, mantan Senator Australia berharap agar ada misi perdamaian PBB masuk di Papua Barat. 

Dalam acara Peringatan Hari Pasukan Perdamain PBB ini semua  perwakilan datang, yaitu perwakilan dari defence forces, federal police, federal government, state government, UN. Sementara itu, ada beberapa diplomat, mantan Asosiasi pasukan perdamaian PBB Australia, dan anggota veteran.

 

Admin/KM

#Politik

#TPNPB-OPM

Baca Juga, Artikel Terkait