Pilih dengan Hati: Ini Pengalaman Nyata Kerja Calon Gubernur Papua Joshua dan Lukmen

Cinque Terre
Alexander Gobai

4 Bulan yang lalu
OPINI

Tentang Penulis
Pemimpin Umum dan Redakur Media Online Kabar Mapegaa (KM)

 

Oleh Efendi Minai

 

Kabarmapegaa.com---Sebelum menanti 27 Juni 2018 hari pencoblosan kedua kandidat yang telah terdaftar secara resmi sebagai calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut 1 Lukas Enembe sebagai Calon Gubernur dan Klementinal sebagai calon wakil Gubernur ( LUKMEN) daftar hari pertama, Selasa ( 9/1/218 sore di kantor komisi pemilihan umum (KPU) provinsi Papua bersama-sama dengan  ribuan pendukung LUKMEN.

 

Sebagai nomor urut 2 John wenpi wetipo sebagai Calon Gubernur dan Habel Melkias Suwae sebagai Calon wakil gubernur (JOHSUA), daftar hari kedua Rabu (10/1/2018 di kantor komisi pemilihan umum ( KPU ) provinsi Papua bersama-sama dengn pendukung (JOHSUA) periode 2018-2023.

 

Dua bakal calon gubernur dan wakil gubernur di provinsi Papua merupakan “sebagai adik kaka, berperang secara keluarga dirana politik bukan berperang secara fisik!”. Untuk itu masyarakat tenang menjelang pilkada ini, jangan ada yang menciptakan suasana yang tidak menyenangkan bagi rakyat dan  diskriminasi ras, agama,  atau bentuk kekerasan fisik yang terjadi di antara kita. Untuk itu, sebelum tiba hari pencoblosan 27 Juni 2018 saya pesan sebagai antisipasi, menjelangi pilkada seluruh masyarakat Papua menciptakan suasana adil, damai dalam keluarga, untuk menanti pemimpin Papua yang mampu melihat masyarakat secara adil di hari kelak.

 

Dua pasang bakal calon gubernur dan wakil gubernur provinsi Papua periode 218-2023, keduanya  memiliki pengalaman cukup banyak, sehingga hanya sebatas pilkada saja jangan ada rakyat yang berkorban demi untuk memmenangkan salah satu kandidat. Pilkada hanya sementara saja, tujuan dari pada visi dan misi kedua kandidat perlu analisis setiap individu masyarakat untuk mewujudkan aspirasi rakyat Papua sebagai tanah damai.

 

Kedua bakal  calon gubernur (CALGUB) adalah putra asli Papua yang nantinya akan memimpin Papua periode 2018-2023, sehingga tidak ada orang yang mengintimidasi hak orang lain tetap konsisten diwadah satu honai menuju Papua baru itu menjadi harapan kita bersama.

 

Menurur kariernya masing-masing (CALGUB) dan (WALGUB) dengan  fakta di dunia kerja sebagai berikut: Lukas Enembe mengawali kariernya sebagai PNS di Kantor sosial politik (SOSPOL) Pemerintah Kabupaten Merauke tahun 1997 . Pria kelahiran Kembu, Tolikara, Papua  pada 27 Juli 1967 itu kemudian mendapatkan izin untuk menempuh study di Australia dari 1998 hingga 2001.

 

Usai menempuh pendidikannya, ia terpilih menjadi Wakil Bupati Puncak Jaya Sejak 2001 hingga 2005.  Tahun 2007 hingga 2012 lukas, yang saat ini menjabat Ketua DPD Partai Demokrat, terpilih menjadi Bupati Punjak Jaya. Februari 2013, Lukas ditetapkan sebagai Gubernur Papua yang berpasangan dengan Kelemen Tinal oleh KPU Provinsi Papua.

 

Klemen Tinal punya rekam jejak karier yang nyaris sama dengan Lukas. Bedanya, Klemen mengawali kariernya bukan sebagai PNS, melainkan Administrative Supervisor PT Freeport Indonesia pada tahun 1993. Tahun 2002, Klemen, yang merupakan kader Partai Golkar sejak 2003 itu, mengikuti Pilkada Kabupaten Mimika. Ia memenangkannya serta menjabat dua periode dari 2002-2006 dan 2008-2013.

 

Bersama Lukas, pria kelahiran Puncak Papua, 23 Agustus 1970 itu, sukses memenangkan Pilkada tahun 2013, provinsi Papua.

 

Rekam jejak karier Wempi juga dimulai dari PNS pada tahun 1996. Kinerjanya di apresiasi saat menjabat Bupati Jayawijaya. Ia kerap menerima berbagai penghargaan, antara lain dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) soal Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dan dari Kementerian Keuangan soal penilaian tertinggi BPK soal pengelolaan keuangan di Kabupaten Jayawijaya tahun 2017.

 

Pasangan Wempi, yakni Habel Melkias Suwae juga tidak kalah soal rekam jejak karier. Ia mengawali kariernya menjadi PNS di Pemerintah Kabupaten Jayapura. Pria kelahiran Dapapre, Jayapura, Papua, 28 Mei 1952 itu menduduki sejumlah jabatan saat menjadi PNS di Pemerintah Kabupaten Jayapura, antara lain Kepala Seksi Pembinaan Umum dan Masyarakat Kantor Sosial Pemerintah Kabupaten Jayapura hingga Kepala Bagian Humas Pemerintah Kabupaten Jayapura.

 

Tahun 1999, Melkias yang merupakan kader Partai Golkar terpilih menjadi Ketua DPRD di Kabupaten Jayapura. Jabatan ini diembannya hingga tahun 2001. Pada tahun yang sama, pria yang memegang titel Sarjana Sosial tersebut terpilih menjadi Bupati Jayapura dan menduduki jabatan itu untuk dua periode.

 

Kita melihat rekaman karier mereka cukup banyak , sehingga pesan saya rakyat jangan ada yang korban demi politik, karena pilkadakan hanya sementara. Kemudian tujuannya untuk memilih pemimpin yang akan pembawa daerahnnya menuju kapada kesejehteraan.

 

Lukmen dan Johsua berperang secara adik dan kaka di rana politik, tidak usah interfensi dalam bentuk fisik diantara persaingan adik dan kaka, pilkada calgub pronvinsi papua menyelesaikan secara keluarga (KM).

 

Penulis adalah Mahasiswa Papua Kuliah di Universotas Cendrawasi Papua.

Baca Juga, Artikel Terkait