Pilot OAP Nganggur Akibat Persaingan

Cinque Terre
Alexander Gobai

3 Bulan yang lalu
TANAH PAPUA

Tentang Penulis
Pemimpin Umum dan Redakur Media Online Kabar Mapegaa (KM)

JAYAPURA, KABARMAPEGAA.com – Salah satu Kapten Pilot asal suku Mee, Kabupaten Paniai, Provinsi Papua, Meki Frit Nawipa menyatakan, Kapten Pilot  Orang Asli Papua (OAP) sudah banyak yang menyelesaikan pendidikan Penerbangan. Hampir dua dan tiga orang sudah bekerja di Airlines. Namun, kebanyakan belum mendapatkan pekerjaa, karena persaingan di dunia kerja.

 

“Banyak anak Papua sudah membawa pesawat terbang dan berpendidikan. Kita sudah tidak ketinggalan dalam bidang penerbangan.  Ada dua dan tiga kapten yang sudah berkerja di Airlines. Saya pikir di dunia penerbangan orang Papua sudah tidak asing lagi,” Kata Nawipa Kepada kabarmapegaa.com di Sentani, Minggu (29/4).

 

Menurutnya, persolaan saat ini berada pada posisi persaingan  di dunia kerja. Hampir 1.300 Orang di seluruh Indonesia termasuk Papua belum mendapatkan pekerjaan.

 

“Saya pikir orang Papua harus belajar bersaing dan memantapkan kemampuan dan skill. Karena di dalam penerbangan tidak bermain secara keluarga,” ujarnya.

 

Nawipa menyarankan kepada perusahaan penerbangan, agar melakukan evaluasi sebelum meneriman dan melanjutkan pendidikan penerbangan bagi calon penerbangan. Sehingga, para calon penerbangan bisa mengenal dunia pernerbangan  sampai pada level lapangan pekerjaan.

 

“Saya pikir, perusahaan tidak harus tutup mata. Mereka harus kembali mengevaluasi perusahaan penerbangan. Agar, para calon penerbangan mengetahui masa depannya,” ujarnya.

 

Ketika ditanya soal diskriminasi, kata Nawipa:  “Mungkin ada. Namun, yang terpenting,  anak-anak Papua jangan dibinasakan. Mereka harus dibina dengan orang yang sudah berpengalaman di bidang penerbangan. Tidak sembarang orang,” katanya.

 

Pewarta   : Alexander Goba

#Budaya

Baca Juga, Artikel Terkait