Polisi Nabire Tangkap MD, Keluarga Panik,  LBH dan PAHAM Papua  Minta Tetap Tenang

Cinque Terre
Manfred Kudiai

25 Hari yang lalu
HUKUM DAN HAM

Tentang Penulis
Pemred Kabar Mapegaa (KM)
Ketika LBH Papua dan perwakilan dari PAHAM Papua mengunjugi MD di Rutan Polda Papua. (Doc. LBH Papua-PAHAM Papua-IST)

 

NABIRE, KABARMAPEGAA.com— Tepat pada  hari Jumat, tanggal  31 Januari 2020 kembai terjadi penangkapan terhadap MD pada malam hari, lalu MD langsung di berangkatkan ke Rutan Polda Jayapura, Papua. Meihat kejadian ini, pihak keluarga MD bergerak cepat minta bantuan kepada pihak-pihak yang berwenang, dalam hal ini kepada Advokasi Hukum dan HAM.

 

Kabar tersebut sampai  kepada Lembaga Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Papua (LBH-Papua) dan Perkumpulan Adkokat HAM di Papua (PAHAM Papua).

 

Setelah LBH Papua dan PAHAM Papua mendapatkan kabar terkait penangkaan MD di Nabire dan dipindahkan ke Rutan Polda Papua selanjutnya pada hari Jumat, (31/01) pukul 21:00 bergegas ke Dirskrimsus Polda Papua.

 

Sesampai di sana, Pihak LBH Papua dan PAHAM Papua mengaku telah bertemu petugas dan bertanya terkait perihal MD dan memastikan apakah MD ada di Rutan Polda serta harapannya ingin bertemu MD.

 

“Pertanyaan kami dijawab oleh petugas bawah MD sudah tiba dari Nabire di Polda Papua dan saat ini sedang berada di Rutan Polda Papua. Lanjutnya, tadi MD diperiksa di ruangan ini sambil tangannya menunjut ke ruangan tempat MD diperiksa,” papar mereka sebagaimana yang dipetik media ini sesuai  cuitan dinding FB miik  Arnol Yarinap.

 

Dalam pernyataan tertulis yang di up date dinding Fb ini, menjelaskan tujuan LBH Papua dan PAHAM Papua mengunjugi MD di Rutan Polda Papua.

 

“Terkait keinginan kami bertemu MD yang petugas keberatan karena petugas tersebut bukan penyidiknya sementara penyidik MD sudah pulang. Mengingat kondisinya demikian maka petugas Direskrisus Polda Papua minta kami pulang dan kembali lagi besok karena besok hari piket Penyidik MD. akhirnya kami memutuskan untuk pulang dari Polda Papua dan akan kembali lagi besok hari Sabtu, 1 Februari 2020 dengan membawah surat kuasa untuk MD.”

 

Pada hari Sabtu, 1 Februari 2020, LBH Papua dan PAHAM Papua kembali lagi ke Direskrisus Polda Pap7a dengan membawah surat kuasa untuk MD. “Disana kami bertemu dengan penyidik selanjutnya menyampaikan bahwa MD akan didampingi oleh kami maka untuk itu kami sudah bawah surat kuasa yang akan diberikan kepada MD untuk dimintai tanda tangan.”

 

“ Akhirnya penyidik mengantarkan kami ke Rutan Polda Papua dan kami bertemu dengan MD selanjutnya kami minta MD tanda tangan kuasa. Setelah itu kami tanyakan kronologi awal penangkapan hingga ditahan di Polres Nabire selanjutnya di bawah ke jayapura dan pemeriksaan di ruang Direskrimsus hingga di masukan ke Rutan Polda Papua. Semua itu dijelaskan secara detail oleh MD kepada kami,” paparnya.

 

Kronologi Penangkapan MD versi LBH Papua dan PAHAM Papua

 

Awalnya MD dihubungi oleh nomor baru dan mengajak bertemu di depan hotel mahavira Nabire. MD kesana dengan ditemani salah satu adiknya. Sesampai disana ada satu orang yang bertanya kepada MD awalnya berbica tentang proyek namun akhirnya mereka memastikan identitas MD dan memastikan identutas facebooknya MD setelah dibenarkan oleh MD maka selanjutnya mereka mengajal MD untuk meminta klarifikasi di Polres Nabire.

 

Kurang lebih pada pukul 10:00 mereka tiba di Polres Nabire dan selanjutnya langsung mengintrogasi MD hingga pukul 02:00 subuh.Menurut MD surat penangkapan dia peroleh saat di Polres Nabire sementara surat panahannya langsung diberikan kepada adik MD yang menemani MD dari malam.

 

Keesokam harinya pada pukul 06:00 mereka bangunkan MD dan disuruh siap karena akan berangkat ke jayapura. Kurang lebih pada pukul 09:00 MD bersama petugas ke Bandara Nabire dan selanjutnya mengunaka pesawar wings ke jayapura. Setelah tiba di jayapura langusung menuju Dirskrimsus Polda Papua dan akhirnya diperiksa sebagai tersangka sejak pukul 12:00 hingga 19:30 waktu Papua.

 

Selanjutnya MD dibawah ke bagian tahti untuk ditahan di Rutan Polda Papua dengan status sebagai tersangka. Demikian kronologi singkat perjalanan MD sejak di tangkap di Nabire hingga ditahan di Rutan Polda Papua.

 

Sebelumnya penyidik MD sempat tunjukan status yang bermasalah,  rupanya dalam status tersebut menyebut identitas pribadi Kapolda Papua serta informasi tentang Nduga yang diprostingkan MD dalam facebooknya tertanggal 27 Januari 2020 pukul 05:30 dari Nabire.

 

Setelah kami pastikan ke MD katanya status tersebut adalah berita media online yang diteruskan dalam akun facebooknya. Katanya diakhir statua tersebut MD telah masukan lingk sumber berita media onlien. Sementara gambar, menurut MD bukan dia yang edit MD hanya meneruskan.

 

 

“Akhirnya perlu kami sampaikan kepada semua pihak bawah MD kondisinya baik-baik dan saat ini sedang mendekam di Rutan Polda Papua,” tegasnya.

 

Pihaknya juga minta agar MD tetap tenang mengahadapi persoalan ini, LBH Papua dan PAHAM Papua sampaikan kepada MD bahwa menyangkut persoalan hukum yang menimpa MD sejak tadi MD tanda tangan Surat Kuasa akan ditangani oleh LBH Papua dan PAHAM Papua.

 

Di beda tempat,  pihak keluarga kembali menghubungi kabarmapegaa.com. Pihak keluarga memohan advokasi dan pantauan dari lembaga Hukum dan HAM.

 

 

“Benar,  terjadi penangkapan dengan cara modus baru oleh aparat TNI/PORLI terhadap orang Papua yakni ( Melianus duwitau ). TNI/PORLI menelepon Melianus Duwitau pada malam hari  ngaku dirinya adalah ajudan dari bupati Intan Jaya,” kata pihak kelayarga yang tidak ingin disebutkan  namanya.

 

Katanya, Oknum aparat   menyuruh MD agar datang ke hotel Mahatera, kemudian MD bersama ND (adiknya) menuju hotel tersebut mengunakan kendaran roda dua ( motor).

 

“setelah sampai di sana (di depan hotel Mahatera) ahkirnya Polisi dengan alat negara lengkap tanpa dinegosiasi, beliau di tangkap dan mereka membawa ke Polsek kota,” katanya.

 

Kemudian MD di bawah Rutan Polda Jayapura. “Yang jadi pertanyaan apakah saudara yang bernama MD bersalah? dan tidak ada bukti atau surat penangkapan sama sekali, sesudah ditahan lalu surat tersebut dikeluarkan/munculkan, ini gila betul Negara,” tegasnya kecewa.

 

Pewarta: Manfred Kudiai/KM

#Ekonomi, Sosial Budaya dan Pendidikan

#LBH Papua

Baca Juga, Artikel Terkait