Prediksi cagub dan wagub 2018 versi Legislator Papua

Cinque Terre
Alexander Gobai

9 Bulan yang lalu
POLITIK DAN PEMERINTAH

Tentang Penulis
Pemimpin Umum dan Redakur Media Online Kabar Mapegaa (KM)

JAKARTA, KABARMAPEGAA.com-- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah  (DPRD) Kabupaten Mimika, Aser Gobai memprediksi  Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Provinsi Papua 2018 akan diikuti dua  pasangan calon gubernur dan wakil gubernur.

 

"Diperkirakan akan ada dua  pasangan calon yang bertarung dalam Pilkada Papua, yakni pasangan Lukas Enembe dan Klemen Tinal- Jhon Wempi Wetipo dan Habel Melkias Suwae," kata Aser  saat dihubungi wartawan  via telepon di Timika, Kamis  (4/1/2018).

 

Dia mengatakan masing-masing pasangan memiliki kelebihan masing-masing sehingga dinilai layak diusung oleh partai Politik. 

 

Menurut Aser, saat ini komposisi dukungan parpol semakin jelas terlihat. Pasangan pertama, Lukmen  akan didukung oleh selain Partai Demokrat yakni PAN, PKPI, NasDem, Golkar, Hanura, PKS, PKB dan PPP. 

 

Sedangkan pasangan kedua, Jhon Wempi Wetipo dan Habel Melkias Suwae, tutur Aser, kemungkinan besar akan diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) dan Partai Gerindra, Partai Bulan Bintang dan  Partai Perindo ," ujarnya.

 

"Untuk pasangan kedua  ini pasti sangat didukung Prabowo karena Tatang merupakan anak buah kesayangan Prabowo dalam Kopassus. Begitu pun SBY yang mengenal dedikasi dan loyalitas Tatang," ucapnya.

 

Aser  meyakini Prabowo-SBY selaku dua tokoh nasional dari kalangan militer itu akan berjibaku memenangkan pasangan JWW HMS . "Perlu diingat dalam Pilpres 2014 Prabowo menang telak di Jabar. Jika Ketum Gerindra ikut berkampanye mendukung pasangan ini secara intensif, ini menjadi pasangan yang berpeluang besar untuk menang. Ditambah SBY yang juga menang telak di tahun sebelumnya," kata dia.

 

Politisi NasDem ini mengatakan,dua pasangan tersebut yang akan maju Calon Gubernur Papua berasal dari Lapago dan enam wilayah masyarakat asli Papua akan menilai dari sisi nasionalisme Papua, akhir akhir ini kepentingan dan hak dasar hidup masyarakat asli Papua dimonopoli kepentingan pribadi, kelompok dan lebih itu kaum kapitalisme merobek tali persaudaraan kesatuan dan persatuan nasionalisme Papua.

 

" Sebelumnya,  Karel Gobai Bupati Paniai pertama Provinsi Papua menyatakan bahwa orang Papua bersatu baru bisa membangun wajah papua akan kelihatan, kalau sebelum orang Papua bersatu Tanah papua tidak akan keliahatan wajah pembangunan dan orang Papua akan menonton setia dalam partisipasi pembangunan Papua," tutur Aser

 

Laurenzus Kadepa Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua , mengatakan pandangan bagi  saya menang dan kalah dalam pilgub Papua 2018  adalah hal biasa. 

 

" Karena pilkada itu hal biasa. Bukan luar biasa. Demikian juga berapapun calon kandidat juga hal biasa. Calon satu saja (tunggal) juga hal biasa. Semua biasa-biasa saja," kata kadepa kepada wartawan kabarmapegaa. Kamis (4/18).

 

Dikatakan, tidak  ada yang luar biasa. Bagi saya yang penting adalah kemenangan dengan terhormat. Tidak dengan kecurangan. Kalah pun siap menerima hasilnya. 

 

" Bagi saya luar biasa itu pemilu terlaksana tanpa mengorbankan rakyat. Rakyat korban dari kampanye visi misi dan janji-janji politik yang hanya sekedar janji," tegas Laurensus Kadepa.

 

Menurut Politisi NasDem ini rakyat korban karena di provokasi atau pun demi membelah  kandidat yang didukungnya. Satu hal yang terpenting dalam pelaksanaan pemilu adalah  kandidat,tim sukses harus dewasa dalam berpolitik. 

 

"Hindari intervensi-intervensi pihak lain kepada penyelenggara dan sebaliknya, pihak penyelenggara memihak calon tertentu dan intervensi," tandasnya.


Pewarta: Yunus Gobai/KM

Editor: Manfred Kudiai

Baca Juga, Artikel Terkait