Press Release: Tuntutan Pembebasan Anggota KNPB

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

1 Bulan yang lalu
POLITIK DAN PEMERINTAH

Tentang Penulis
Logo KNPB

 

Tuntutan Pembebasan Anggota KNPB 


Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menuntut pembebasan seluruh Tahanan Politik TAPOL Rasisme yang masih ditahan dan Victor Yeimo, Juru Bicara Internasional KNPB yang ditangkap Pada Minggu,09 Mei 2021  di Kamkey-Port Numbay-west Papua.


Sebagai tanggapan atas ujaran rasisme terhadap Orang Papua lewat Mahasiswa Papua yang sedang melakukan aksi penolakan New York Agreement, pada tanggal 15 Agustus 2019 di Surabaya-Jawa Timur. Masyarakat Papua secara spontan melakukan Aksi besar-besaran disebagian kota yang menjadi pusat administrasi pemerintahan Provinsi Papua & Papua Barat. 


Setelah aksi rasisme dilakukan, pemerintah Indonesia melalui Kapolda saat itu, Tito Karnavian, mengkriminalisasi Anggota KNPB sebagai pelaku Makar dalam aksi demonstrasi yang dilakukan oleh seluruh Rakyat Papua dengan dalih hasil spionase intelijen. Kemudian menangkap AgusKossay, ketua Umum Badan Pengursu Pusat KNPB & Steven Itlay Ketua KNPB Wilayah Timika dan Victor Yeimo, Juru Bicara Internasional KNPB diberikan status Dalam Pencarian Orang (DPO) Padahal jika ditelaah secara seksama, Orang Papua termasuk didalamnya Anggota KNPB merupakan korban rasisme bukan pemicu/actor intelektual yang merancang semua persitiwa yang terjadi atas nama rasisme.


Sehubungan dengan penjelasan diatas, sangat tidak masuk akal ketika, Victor Yeimo, ditangkap dengan dalil DPO kasus rasisme yang mana kasusnya telah diselesikan dalam ranah hukum sesuai mekanisme yang berlaku di Negara Indonesia. Sehingga jika benaradanya, Victor Yeimo, ditangkap karena kasus Aksi Rasisme, maka penangkapan, Victor Yeimo, akan menjadi kebangkitan isu rasisme yang telah lama didiamkan oleh Rakyat Papua. Jika demikian, Ini adalah paradox yang sedang dimainkan oleh pemerintah Indonesia. Sebab mereka tidak ingin adanya isu rasismme yang berkembang namun mereka juga tetap menangkap ,Victor Yeimo, atas nama kasus rasismme.

 

Penangkapan, Victor Yeimo, disela-sela pemutusan jaringan internet yang kemudian digiring keterputusnya kabel optik, jaringan telephone tidak normal, penangkapan tanpa adanya surat perintah penangkapan. Tidak jauh beda dengan kasus penculikan terhadap Tokoh Pejuang Kemerdekaan seperti, Theys Eluway. yang mana Apartur Negara mebangun isu tentang adanya Drakula di sekitaran kota Jayapura, aliran listrik tidak dialirkan secara normal.

 

Hal ini merupakan upaya pemerintah Indonesia untuk menambah daftar pelanggaran HAM, penangkapan Aktivis diluar prosedur hukum, mengancam eksistensi Orang Asli Papua, dan pembungkaman ruang demokrasi serta labelisasi terhadap aktivis Papua Merdeka.

 

Berdasarkan pemaparan diatas, maka Komite Nasional Papua Barat (KNPB) sebagai media nasional rakyat west papua yang terdiri dari; 32 Wilayah, 1 Konsulat Dalam Negeri & 1 Konsulat Luar Negeri menuntut agar:

  1. Segera bebaskan Juru Bicara Internasional KNPB, Victor Yeimo, yang ditangkap atas dalih DPO pasca rasisme. Karena kasus tersebut sudah lama diselesaikan secara proses hukum yang berlaku di Negara Indonesia.
  2. Presiden  Joko Widodo Segera Tarik kembali label Teroris yang disematkan kepada Seluruh Organisasi Papua Merdeka (OPM)
  3. Segera aktifkan kembali jaringan internet yang diputuskan. Sebab hal tersebut merupakan pelanggaran HAM terhadap Rakyat Papua.
  4. Segera bebaskan semua Tahanan Rasisme yang masih mendekam di seluruh rumah Tahanan penjajah Indonesia di west Papua.
  5. Stop kriminalisasi terhadap seluruh Anggota KNPB di wilayah teritori west paua.
  6. Segera hentikan semua manuver produk politik penjajah Indonesia  terhadap rakyat  west Papua dan segera mendudukan masalah status politik Bangsa Papua  melalui mekanisme internasional yang berlaku yaitu hak penentuan nasib sendiri yang dekmokratis yaitu referendum.

Demikian rilis pers ini kami buat dengan penuh rasa tanggung jawab atas kerja sama semua wartawan pers  kami menyampaikan terima kasih

“Salam Revolusi Kita Harus Mengakhiri”

 Manokwari–West Papua 18, Mei 2021

Badan Pengurus Wilayah 
Komite Nasional Papua Barat (BPW-KNPB)
Alexander Nekenem
Ketua 

#Ekonomi, Sosial Budaya dan Pendidikan

#Politik

#Komite Nasional Papua Barat (KNPB)

Baca Juga, Artikel Terkait