Profesi Wartawan Di Masa Kini

Cinque Terre
Admin Kabar Mapegaa

1 Bulan yang lalu
ARTIKEL

Tentang Penulis
Ilutrasi.Ist

 

Oleh,  Muhammad Taufik Isnaini]*

 

Pendahuluan

Wartawan, tidak asing terdengar di telinga kita semua, berbicara tentang wartawan berarti akan menyangkut aktivitas jurnalistik. Terkadang wartawan, jurnalistik, dan komunikasi massa menjadi tercampur baur dan saling tertukar pengertiannya.

Beberapa ahli politik berpendapat bahwa wartawan merupakan kekuatan keempat dalam sebuah negara setelah legislatif, eksekutif, dan yudikatif. Pendapaat tersebut sekiranya tidak berlebihan karena kenyataannya seorang wartawan dapat menciptakan/membentuk opini masyarakat luas, sehingga mampu menggerakkan kekuatan yang sangat besar.

Dalam era demokratisasi ini, wartawan telah merasakan kebebasan sehingga peranan dan fungsi wartawan itu sendiri dapat dirasakan dan dinikmati masyarakat. Pada masa reformasi ini, kebebasan wartawan telah di buka lebar-lebar. Wartawan mendapatkan kebebasan untuk melakukan kritik sosial terhadap pemerintah. wartawan bebas untuk bergerak dalam melakukan pemberitaan. Meskipun bebas, tetapi pers tetap bertanggung jawab dalam pemberitaannya. Pemerintah pun tetap melakukan control terhadap kebebasan pers dalam kehidupan sehari-hari. Lalu apa dan siapa wartawan itu? Masa kini Profesi wartawan (jurnalis, reporter, editor) bukan satu-satunya profesi yang memerlukan ilmu dan skills jurnalistik. Banyak lembaga nonmedia yang juga membutuhkan tenaga yang profesional di bidang jurnalistik. Profesi wartawan di masa kini sekarang sudah semakin luas terbukti dengan adanya teknologi-teknologi canggih sehingga wartawan dapat mengembangkan profesi nya dengan menggunakan teknologi. Selain itu dalam menyebarluaskan berita wartawan pun sekarang sudah banyak menggunakan media-media online. 

 

Rumusan Masalah

Berdasarkan permasalahan tersebut maka terdapat rumusan masalah untuk mempermudah dalam merumuskan tujuan penulisan. Adapu  rumusan masalah penulisan sebagai berikut:

  1. Apa pengertian wartawan dan apa saja jenis-jenis wartawan?
  2. Wartawan sebagai profesi
  3. Bagaimana perkembangan wartawan di masa kini
  4. Bagaimana peran wartawan di masa kini

 

Tujuan Penulisan

  1. Sebagai bentuk tanggung jawab dalam memenuhi tugas Mata Kuliah Pengantar Ilmu Jurnalistik
  2. Mengetahui pengertian profesi wartawan
  3. Mengetahui perkembangan wartawan di masa kini
  4. Mengetahui peran-peran apa saja sebagai profesi wartawan
     

Pengertian Wartawan dan Jenis-Jenis Wartawan

Wartawan adalah sebuah profesi bagi pemburu berita, atau biasa pula disebut sebagai juru warta, pembawa berita, newsgatter, pressman, komunikator massa, nyamuk pers, kuli tinta, dan pembela kepentingan rakyat. Dari segi inilah wartawan merupakan orang yang pekerjaannya mencari berita. Selanjutnya, berita-berita tersebut diolah dan disusun untuk dikirim ke meja redaksi yang nantinya akan dipublikasikan kepada publik. Atau yang lebih jelasnya wartawan adalah orang atau profesi yang berkaitan dengan pekerjaan kewartawanan yang berupa usaha atau kegiatan jurnalistik. Yang dimana kegiatan jurnalistik adalah suatu kegiatan yang  mencari, mengumpulkan, mengolah, fakta ,dan data untuk dijadikan berita. Wartawan juga adalah orang yang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, rasa keterlibatan besar terhadap masalah-masalah sosial kemasyarakatan, memiliki integritas, cermat, andal, siaga, disiplin, serta memiliki keterbukaan.

Namun dalam perkembangan yang ada ini terjadi anggapan-anggapan negatif tentang wartawan seperti orang menganggap wartawan adalah orang yang sok tahu, orang yang tidak sopan, slengean, slonongan boy, orang yang selalu ingin ikut campur urusan orang lain, dan hal-hal menyebalkan lainnya. Tetapi tak sedikit juga orang yang beranggapan bahwa wartawan adalah orang yang kritis, pahlawan kebenaran, pembela kaum lemah, dan berbagai figur heroik lainnya.

Sebagai orang yang senantiasa bersentuhan dengan publik, wartawan dalam menjalankan profesinya diikat oleh norma dan aturan-aturan yang berlaku di tengah masyarakat.

Wartawan pun harus menghormati etika dan kaidah-kaidah yang ada, termasuk menaati Kode Etik Jurnalistik (KEJ) yang telah disepakati bersama oleh 29 organisasi wartawan dan organisasi perusahaan pers Indonesia, di Jakarta, Selasa, 14 Maret 2006, dan ditetapkan oleh Dewan Pers pada Ditetapkan di Jakarta, pada tanggal 24 Maret 2006, melalui Surat Keputusan Dewan Pers Nomor 03/SK-DP/III/2006, tentang Kode Etik Jurnalistik.

 

Dalam UUD Tahun 1996 pasal 1 dan 3 disebutkan, bahwa:

“Kewartawanan adalah pekerjaan/kegiatan/usaha yang berhubungan dengan pengumpulan, pengolahan, dan penyiaran dalam bentuk fakta, pendapat, ulasan-ulasan, dan lain-lain sebagainnya untuk perusahaan, radio, televisi, dan film.

 

Tugas wartawan itu sendiri sebagai peliput, penyusun, dan penyebar informasi. Hal pertama yang dilakukan wartawan adalah meliput setiap peristiwa yang pada akhirnya dijadikan bahan berita dan disampaikan kepada publik untuk dijadikan informasi. Secara garis besar wartawan dibagi menjadi 4 macam, yaitu:

 

  1. Wartawan profesional, adalah wartawan yang memahami tugasnya dengan baik untuk memaksimalkan isi berita sesuai dengan fakta yang ada dan menggunakan bahasa yang baik dan benar yang dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan etika.
  2. Wartawan freelance, wartawan yang tidak terikat pada satu penerbitan atau satu surat kabar saja. Umumnya, wartawan freelance mencari berita dan nantinya wartawan tersebut disalurkan keberbagai media.
  3. Koresponden, wartawan yang bertugas di daerah  dan merupakan daerah yang berbeda dengan kantor pusat penerbitan berita. Koresponden bertugas mencari berita yang nantinya akan dikirim melalui sarana komunikasi seperti telepon, faksimili, email, dan lain-lain.
  4. Wartawan kantor berita, wartawan yang bertugas mencari berita untuk satu kantor berita dan nantinya akan disalurkan atau dijual ke berbagai lembaga penerbitan yang membutuhkan.

 

Wartawan Sebagai Profesi

Wartawan sebagai profesi dapat dilihat dari ciri-ciri profesi, yaitu:

  1. Menjalankan pekerjaan berdasarkan pengetahuan khusus (specialized knowledge) dan keterampilan (skill).
  2. Bagi wartawan pengetahuan khusus dan keterampilan yang diperlukan adalah ilmu jurnalistik.
  3. Teroganisir dalam organisasi profesi
    Wartawan adalah profesi karena telah memiliki organisasi profesi yaitu contohnya PWI, AJI, UTI, dll.  Profesi wartawan juga mewajibkan para pekerjanya menjadi anggota dari organisasi wartawan. Berdasarkan pasal 7 ayat 1 UU no. 40/1999 yaitu wartawan bebas memilih organisasi wartawan.
  4. Memiliki kode etik profesi
    dengan adanya kode etik, maka kode etik digunakan sebagai pedoman sikap dan perilaku profesi yang bersifat memaksa. Selain undang-undang yang diantaranya UU RI no. 40/1999 tentang pers dan UU RI no. 32/2002 tentang penyiaran, wartawan juga memiliki kode etik jurnalistik (KEJ)
  5. Memiliki kewenangan untuk mengatur dirinya sendiri
    Profesi memiliki hak dan kewajiban untuk mengatur dirinya sendiri untuk menentukan apa yang layak dilakukan termasuk juga seorang wartawan. Wartawan juga dianggap tidak menjalakan profesinya dengan layak apabila melanggar hak, kewajiban dan larangan yang ditetapkan UU dan KEJ.
  6. Memiliki hak yang dilindungi hukum
    Dalam hal ini, wartawan juga memiliki hak yang dilindungi hukum yang terdapat pada pasal 4 dan pasal 7 UU no. 40/1999 mengatur hak-hak wartawan dalam menjalakan profesinya, termasuk di dalamnya hak tolak dan hak bebas memilih organisasi
  7. Memerlukan sistem kedisiplinan
    Perlu adanya pengawasan terhadap pelaksanaan KEJ, bila perlu jika terjadi dan terbukti adanya pelanggaran diberi sanksi. Pengawasan kerja wartawan dilakukan oleh organisasi wartawan dan dewan pers, serta komisi penyiaran indonesia (KPI) apabila berhubungan dengan lembaga penyiaran,
  8. Memerlukan kesadaran bertanggung jawab atas penerapan pengetahuan dan keterampilan.

Dalam hal ini, wartawan juga punya tanggung jawab yaitu memberikan informasi yang benar, objektif, dan akurat.

 

Bagaimana Perkembangan Wartawan di Masa Kini

Dijaman yang sudah serba teknologi dan internet ini, kini wartawan pun sudah mulai banyak berkembang terbukti dengan kemajuan media elektronik menyebarkan berita dengan menarik, namun sekarang nampaknya semua media yang pada saat ini punya edisi online (situs berita) lebih menekankan penyampaian berita melalui media online. Maka, hampir semua wartawan kini menjadi wartawan media online. Dengan adanya media online tentu media cetak sedikit demi sedikit sudah mulai tergerus, dengan adanya media online. Seperti yang kita ketahui media online sangat praktis dan mudah. Sehingga kita tidak mulai repot-repot untuk mencari sebuah berita.


Wartawan Media Online Harus Serbabisa. Jurnalis Online tidak hanya dituntut bisa menulis berita dengan baik, cepat, dan ringkas, tapi juga mesti mampu menguasai banyak hal terkait multimedia sehingga menjadi “adaptable journalist” (wartawan yang mampu beradaptasi dengan aneka media).

Skill utama wartawan media online setelah bisa menulis adalah menguasai internet dan karakteristik media online.

Serbabisa merupakan salah satu prinsip jurnalistik online yang terangkum dalam BASIC (Brevity, Adaptability, Scannable, Interactivity, Community) sebagaimana dikemukakan Paul Bradshaw (Senior Lecturer, Online Journalism, Magazines and New Media, School of Media, Birmingham City University, UK (mediacourses.com), Blogger) seperti dipublikasikan Online Journalism Blog.

Ketika membahas prinsip “adaptability”, Bradshaw mengemukakan, adaptability (penyesuaian) adalah keterampilan kunci (key skills) wartawan di era new media. Era jurnalis hanya menulis naskah (teks) atau hanya merekam video dan audio, telah berlalu.

Saat ini, suratkabar, majalah, TV, dan radio pun juga versi online (website). Karenanya, kontennya pun disesuaikan dengan karakter konten media online, yakni:

  • (Hyper)Text
  • Audio
  • Video
  • Still images
  • Audio slideshows
  • Animation
  • Flash interactivity
  • Database-driven elements
  • Blogs (dalam hal ini: daftar artikel/berita/informasi tekstual).
  • Microblogging/Text/email alerts (Twitter)
  • Community elements – forums, wikis, social networking, polls, surveys
  • Live chats
  • Mapping
  • Mashups (aplikasi web).

“Jurnalis online mesti cerdas memilih format yang paling pas untuk melaporkan berita: teks, video, audio, map, atau gabungan,” kata Bradshaw.

 

Wartawan Media Online: All Journalist
 

Dikemukakan pula, jurnalis online dituntut mampu menjadi “All Journalist” (wartawan segala jenis media):

  • Menulis dengan baik, ringkas, dan cepat untuk lebih dari satu jenis media.
  • Menemukan informasi akurat dan sumber online dan offline terpercaya, secara cepat, dan harus memiliki koleksi RSS Feeds (juga Google Alert, pen.) agar “keeping them in touch with their area”.
  • Memahami beberapa prinsip dasar video, audio, dan foto/gambar. Soal gambar, misalnya, selain prinsip jurnalistik foto, juga soal ukuran (size) yang tidak menggangu loading website.
  • Menguasai “editing software” –photo, video, and audio software.
  • Memahami komunitas online seperti Facebook, Flickr, Youtube –lebih baik lagi “should already be a productive member of one”.

Dengan demikian, wartawan media online harus serbabisa, yakni menguasai teknologi informasi dan komunikasi terkini, terutama terkait dengan internet (online), selain piawai menulis berita dan reportase

Namun, perkembangan wartawan di masa kini banyak sekali segelintir wartawan-wartawan yang memberi nilai negatif terhadap wartawan itu sendiri. Karena pada kenyataanya profesi sebagai wartawan banyak disalahgunakan seperti wartawan bodreks dan wartawan amplop.

Wartawan Bodreks adalah seorang yang melakukan jurnalisme tapi tidak jelas dari media mana. Dengan bermodalkan sebuah koran atau tabloid yang asal print saja mereka ini beraksi dengan penuh percaya diri. Tujuan “Wartawan Bodrek” tak lain hanya mengejar uang, apalagi sampai mereka tahu kalau ada pejabat yang terjerat kasus. Kadang-kadang mereka tak segan-segan untuk mengancam nara sumber yang terjerat kasus.

Lain halnya dengan “Wartawan Amplop”, wartawan seperti ini biasanya bekerja di sebuah media masa tapi ketika berada dilapangan setelah meliput berita, mereka menerima bayaran. Apabila ada seorang pejabat terkena kasus atau mereka menemukan data adanya penyelewangan, data tersebut digunakan untuk alat mengumpulkan uang atau hanya dimuat di medianya satu kali jika tidak ada reaksi dari pejabat yang kena kasus maka akan di follow up terus menerus hingga si pejabat memberi uang tutup mulut. Seperti hal yang terjadi pada akun twitter @TM2000Back yang diduga memeras salah satu petinggi perusahaan telekomunikasi terbesar di indonesia. Itu juga merupakan salah satu pelanggaran dalam kewartawanan.

Namun, dalam hal ini bukan tidak ada wartawan yang baik dan jujur. Salah satu nya wartawan idealis yang selalu berpegang dengan kode etik dan undang-undang.  Wartawan seperti ini menggunakan hati nurani, menulis sesuai fakta dan tidak menerima amplop dari narasumber. Menjadi wartawan yang benar-benar idealis sangat sulit. Namun bukan tidak mungkin menjadi wartawan idealis dan memajukan bangsa indonesia dengan menyebarkan berita-berita yang bermanfaat dan jujur.

 

Bagaimana Peran Wartawan Di Masa Kini

 

Wartawan sangat berperan penting dalam masyarakat maupun pemerintahan. Peranan  wartawan sangat begitu luas. Salah satunya menjadi kontrol sosial dimasyarakat dan pemerintah. Wartawan dapat juga  menjadi alat penghubung bagi pemerintah dan masyarakat. Melalui wartawan masyarakat mengetahui informasi seputar pemerintahan dan perkembangannya dan wartawan pun juga berperan penting dalam pembangunan negara. Wartawan dan media pun juga berperang penting terhadap penyalahgunaan narkoba karena wartawan memiliki peran yang sangat strategis dalam penyampaikan bahaya penyalahgunaan narkoba kepada masyarakat. Wartawan juga berperan dalam mempromosi negara nya dalam hal pariwisata karena dengan mempromosi daerah daerah yang belum pernah terjajah sebelumnya dan daerah sangat indah dan patut dikunjungi, maka pada hal ini wartawan sangat berperang dalam memberikan informasi hal tersebut. Dan bukan tidak mungkin karena wartawan daerah yang tadinya tidak terlalu sering dikunjungi maka dengan cara memberikan informasi kepada masyarakat akhirnya daerah tersebut menjadi terkenal. 

 

Kesimpulan

Berdasarkan kajian teoritis dan kajian permasalahan diatas, dapat diambil kesimpulan yaitu bahwa Wartawan adalah sebuah profesi bagi pemburu berita, atau biasa pula disebut sebagai juru warta, pembawa berita, newsgatter, pressman, komunikator massa, nyamuk pers, kuli tinta, dan pembela kepentingan rakyat.

 

Dari segi inilah wartawan merupakan orang yang pekerjaannya mencari berita. Selanjutnya, berita-berita tersebut diolah dan disusun untuk dikirim ke meja redaksi yang nantinya akan dipublikasikan kepada publik. Atau yang lebih jelasnya wartawan adalah orang atau profesi yang berkaitan dengan pekerjaan kewartawanan yang berupa usaha atau kegiatan jurnalistik. Yang dimana kegiatan jurnalistik adalah suatu kegiatan yang  mencari, mengumpulkan, mengolah, fakta ,dan data untuk dijadikan berita. Terdapat jenis jenis wartawan antara lain wartawan profesional, wartawan freelance, koresponden, dan wartawan kantor berita. Dijaman yang sudah serba teknologi dan internet ini, kini wartawan pun sudah mulai banyak berkembang terbukti dengan kemajuan media elektronik menyebarkan berita dengan menarik, namun sekarang nampaknya semua media yang pada saat ini punya edisi online (situs berita) lebih menekankan penyampaian berita melalui media online. Maka, hampir semua wartawan kini menjadi wartawan media online. Dengan adanya media online tentu media cetak sedikit demi sedikit sudah mulai tergerus, dengan adanya media online.

 

Wartawan masa kini sangat berperan penting dalam masyarakat maupun pemerintahan. Peranan  wartawan sangat begitu luas. Salah satunya menjadi kontrol sosial dimasyarakat dan pemerintah. Wartawan dapat juga  menjadi alat penghubung bagi pemerintah dan masyarakat

 

Refrensi:

 

[1] Mulkan, Dede. 2013. Pengantar Ilmu Jurnalistik. Bandung: Arsad Press

[2] Masa depan jurnalistik dan wartawan masa depan (online) www.romelteamedia.com diakses pada 7 November 2014

[3] Pengertian dan jenis wartawan (online) www.anneahira.com/pengertian-wartawan.html diakses pada 9 november 2014

[4]Peran wartawan dalam penyalahgunaan narkoba (online) http://indonesiabergegas.com/index.php/item/417-peran-wartawan-dalam-pencegahan-penyalahgunaan-narkotika diakses pada 9 november 2014

[5] Peran wartawan dan media (online) http://menotimika.com/2007/07/30/peran-wartawan-dan-media/ diakses pada 9 november 2014

[6] Wartawan idealis atau pragmatis? (online) http://indiwan.blogspot.com/2010/02/wartawan-idealis-atau-pragmatis.html diakses pada 9 november 2014

[7] Peran wartawan di masyarakat (online) http://www.extremmepoint.com/entertainment/news/2679-peran-wartawan-di-masyarakat.html diakses pada 9 november 2014

[8] Peran wartawan dalam pembangunan negara (online) http://ekspresiduabelas.wordpress.com/2013/12/10/peranan-wartawan-dalam-pembangunan-negara-2/ diakses pada 9 november 2014

 

Penulis adalah mahasiswa di Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung (UPI)]*

#Mahasiswa dan Pemuda

#Pers Dibatasi

Baca Juga, Artikel Terkait