PTFI Cinta Manusia atau Kekayaan?

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

7 Bulan yang lalu
NASIONAL & DUNIA

Tentang Penulis
Ilustrasi: Istimewa

 

TIMIKA,KABARMAPEGAA.com-- Kabar kematian tiga karyawan Freeport Timika, akibat terpaparnya Covid-19 terpopuler di tanah Papua.  Meski demikian, PT Freeport Indonesia terus melakukan pengoperasian.

 

"Sebenarnya, PTFI mencintai manusia demi keselamatan nyawa manusia atau mengutamakan target produksi Freeport, walaupun Covid-19 mulai menjamur di Timika,"  Kata Ketua PC SKEP SPSI Kabupaten Mimika, Aser Koyamee Gobai kepada Kabarmapegaa.com di Timika Kamis (9/4)

 

Kata Gobay, virus covid-19  jangan dianggap remeh dan biasa-biasa, semestinya warga masyarakat di Timika termasuk karyawan Freepot sudah harus melindungi diri sebagai upaya pencegahan, lantaran Virus covid-19 khusus dI Papua bahkan di Timika dalam sehari bertambah tetapi juga berkurang, meski di Timika terkabarkan pasien 01 dan 02 telah sembuh dari virus covid-19.

 

Pemerintah Pusat dan pemerintah Papua telah mengeluarkan pernyataan untuk pembatasan sosial dan libur di rumah demi mencegah dini terpaparnya covid-19, Namun PT. Freeport masih tetap menggerakan pengoperasian.

 

Telah diketahui bahwa  duduk bersama dalam jumlah yang banyak apalagi bersalaman dengan orang lain yang belum tentu terpapar virus, justru akan tertular.

 

Mengingat akan hal itu, Kata Gobay, Freeport sampai saat ini masih pengoperasian di tengah covid-19. Angkutan Bus Karyawan  terus berjalan. Karyawan tetap bekerja sesuai prosedur.

 

"Khawatirnya, ketika satu karyawan kena virus covid-19, akan tertular kepada yang lain. Hal ini akan berdampak bagi Freeport, salah salah satu tenaga SDM Karyawan," kata Gobay.

 

Meski demikian, Kata Gobay, sejauh ini, Manajemen PT FI telah mengambil kebijakan untuk melakukan tes pemeriksaan kesehatan dan mengisolasikan mandiri bagi yang terkena wabah virus covid-19.

 

Lanjutnya, himbauan berupa kebijakan Manajemen telah ditujukan kepada  manajemen Freeport dan karyawan untuk melakukan tes pemeriksaan kesehatan. Namun terjadi  perdebatan antara Manajemen dan karyawan.

 

Kebijakan dan pedebatan diantaranya:

Pertama, karyawan diminta mengungsi dari barak satu ke barak lain sebagai upaya mencegah terpaparnya covid-19. Karena lantaran,  barak tersebut akan dijadikan tempat isolasi pasien covid-19 namun terjadi penolakan karyawan yang mau dipindahkan.

 

Kedua, perusahaan menawarkan kepada karyawan yang mau sukarela dari Tembagapura ke Timika atau yang mau pulang kampung akan disediakan pesawat Airfast tanpa diketahui kapan dipanggil balik ke Tembagapura (PT. Freeport) untuk bekerja.

 

Ketiga, ada anjuran Bupati Mimika untuk memberikan ijin kepada Penerbangan Garuda untuk ijin terbang/beroperasi lagi dengan alasan yang belum tahu kejelasannya.

 

Kata Gobay, situasi wabah Covid-19 yang sedang menggempar di seluruh dunia adalah masalah kita bersama. Dan masalah tersebut kita semua sudah tahu dampaknya. Dengan peredaran covid 19 dimuka bumi ini, sangat menyempitkan ruang gerak semua orang, dan menimbulkan berbagai problem.

 

Dalam kondisi seperti ini, banyak ribuan karyawan dan Manajemen Freeport Indonesia tidak menutup sementara atau tutup selamanya menjadi perdebatan.

 

Yang menjadi Pertanyaan, Kata Gobay apakah Timika dapat melawan atau menurunkan presentase covid-19 yang makin meningkat ataukan kebalikan.

 

"Adakah solusi lain dari warga Timika selain menjalankan/mengikuti anjuran pemerintah daerah yang Mimika bahkan pemangku kepentingan di Perusahaan PT. Freeport," tanya Gobay.

 

Selain itu, lanjut Gobay, apakah dengan anjuran pemerintah daerah untuk mengisolasi diri, social distancing, physical distancing tanpa memberikan bantuan kebutuhan hidup atau mencari solusi untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari warganya dapat berjalan mulus

 

Dirinya mengapresiasi bahwa Timika tetap melakukan pembatasan wilayah untuk orang yang akan masuk dan keluar Timika.

 

Namun Kata Gobay,  tetapi ijin operasi Garuda dilakukan, Penerbangan Airfast tetap beroperasi. Apakah ini bisa efektif untuk mencegah penyebaran covid-19.

 

Sebagai upaya dan solusi yang penting untuk dilakukan, Kata Gobay,  Freeport mengambil langkah untuk  menyumbangkan dana ke masyarakat tujuh suku dan seluruh kabupaten yang ada di Papua, karena momentum ini Freeport dalam proses terancam reputasi nama baik ditengah covid-19.

 

Sebaiknya, kata Gobay,  Freeport harus ada koordinasi dengan pemerintah daerah. Upaya dialog bersama untuk antisipasi penyebaran virus covid-19.

 

"Bupati Timika, DPR Timika, Tokoh Agama, Gubernur Papua, DPR Papua bahkan Presdir Freeport, pemerintah pusat harus duduk bersama," tutupnya. (*)

 

Editor: Manfred Kudiai/KM

#Ekonomi, Sosial Budaya dan Pendidikan

#Pandemi Covid-19

Baca Juga, Artikel Terkait