Puisi Untuk Pahlawan Kelly Kwalik

Cinque Terre
Admin Kabar Mapegaa

2 Bulan yang lalu
PUISI

Tentang Penulis
Puisi ini Dipersembahkan Ketika Jenderal Kelly Kwalik Ditembak Mati Oleh Densus 88 Pada 16 Desember 2009. Foto : Ilustra penulis dan pahlawan Kelly kwalik/KM.

 

 

Puisi ini Dipersembahkan Ketika Jenderal Kelly Kwalik Ditembak Mati Oleh Densus 88 Pada 16 Desember 2009.

 

Oleh,  Gembala Dr. Yoman

 

"Bapak Kwalik ketika engkau dilahirkan seorang anak laki-laki yang gagah, kedua orang tuamu sangat bangga menyambut kehadiranmu di bumi Amungsa. Ibumu memelukmu dalam pelukan yang hangat.

 

 

Ketika engkau kecil, mamamu menjagamu dalam noken yang beralaskan daun-daunan hijau. Kedua orang tuamu membesarkan engkau dengan kasih sayang yang tulus. Ibu dan ayahmu memelukmu dan menelusuri gunung Ndugu-Ndugu (sekarang Tembagapura).

Walaupun aparat keamanan Indonesia Densus 88 membenci, memusuhi, menghina dan membunuhmu, tapi kasih sayang kedua orang tuamu dan kasih sayang Tuhanmu dalam Yesus Kristus tetap abadi dan milikmu.

 

Bapak Kwalik, namamu tetap terukir secara abadi di hati rakyat Papua. Nilai perjuanganmu tetap hidup dalam sejarah bangsa Papua. Dari setiap telapak kakimu yang engkau letakkan di tanah, gunung, batu, sungai, gua, lembah, lereng-lereng di tanah Amungme, tanah Papua Barat. Dari sanalah akan terbit cahaya nilai kebenaran, nilai kasih, nilai kesamaan hak dan derajat.

 

Darahmu yang tercurah di tangan Densus 88 akan menjadi benih perdamaian dan persaudaraan antara dua bangsa yang bertikai, bangsa Indonesia dan bangsa Papua Barat. Pada suatu hari nanti, bangsa Papua Barat akan menjadi sahabat baik dan tetangga bangsa Indonesia.

 

Selamat jalan Bapak penegak kebenaran, pejuang keadilan, hak asasi manusia, dan kesamaan derajat.

 

Kami mohon maaf lahir dan batin kalau kami menyakitimu. Selamat berbaring dengan tenang dan damai bersama leluhur dan nenek moyang Orang Melanesia" (hal.191-192.)

 

(Puisi dibuat pada 16 Desember 2009, di Ita Wakhu Purom, Numbay-Tabi 'Jayapura' West Papua) (Sumber buku: "Mereka Yang Melayani Dengan Kasih" karya Dr. Socratez S.Yoman).

 

Baca Juga, Artikel Terkait