Rakyat dan Penanganan Konflik Horizontal

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

5 Hari yang lalu
ARTIKEL

Tentang Penulis
Ilustrasi konflik suku dan suka

 

 

Oleh, Maleaki Tipagau*)

 

KABARMAPEGAA.COM--Persoalan harkat dan martabat manusia sangat penting untuk di rawat, karena sejatinya manusia sebagai kodrat Ilahi. Manusia adalah penghuni leluhur, dan makhluk sosial yang hidupnya berdampingan. Tidak perlu ada korban berjatuhan hanya karena kepentingan dan pengaruh lainnya yang mengakibatkan konflik tersama sesama manusia. Setiap manusia berhak untuk hidup, dan perlu ada persatuan untuk memeluk akan kehidupan budaya agar tidak terkubur dalam pemikiran-pemikiran bahkan tindakan kehidupan yang abadi.

 

Rakyat adalah makhluk sosial yang hidup di atas tanah. Makan hasil dari alam dan tanah, dan masih bernungsa di atas daerahnya sendiri. Sebab, kehidupan sangat perlu untuk merakyat sebagai manusia sejati. Bukan harus ada perselisihan dan konflik horizontal yang menyebabkan korban antara sesama manusianya. Perlu tahu bahwa, rakyat adalah pemilik nilai kemanusian, maka harus hidup dalam damai, terhindar dari bahaya kepunahan konflik sosial.

 

Berbagai problem hidup yang tercipta hanya karena kepentingan dan berbagai isu lainya akan mengakibatkan konflik horizontal dalam zona kehidupan di lingkup keluarga, masyarakat dan tanah leluhurnya sendiri.

 

Masalah-masalah tersebut akan melahirkan banyak korban, tanpa memahami bahwa konflik. Padahal konflik itu berasal dari pihak ketiga, merupakan pihak yang menambah luka penderitaan hidup terhadap rakyatnya. Kita bisa melihat langsung, merasa akan problem hidup dan menderita bersama sesama kita, seperti konflik horizontal yang baru-baru ini terjadi di Yahukimo dan beberapa daerah di tanah Papua.

 

Konsep konflik yang mengakitbatkan banyak korban itu sebagai bahan pembelajaran agar yang lain bisa jeli melihati realita yang di pergunakan oleh pihak ketiga dan berwewenang untuk menghancurkan persatuan rakyat di atas tanah leluhurnya sendiri. Mengapa,  karena hal demikian tidak terulang dan terjadi terus terhadap anak cucuk bangsa ini.

 

Ada pun masalah-masalah sosial lainya yang harus di perhatian langsung oleh rakyat agar tidak berdampak buruk terhadap kehidupan di lingkup sosial merupakan masalah individual terhadap keluarga, keluarga terjadap sesama yang lain, masyarakat dan masalah terhadap tanah leluhurnya.

 

Realita masalah sosial (kehidupan keluarga), seperti konflik perang suku dan permasalahan lainya yang berangkat kepentingan individu. Hal semacam inilah yang harus rakyat tahu dan bisa cepat mencari solusi agar tidak berdampak buruk dalam kehidupan rakyat atau daerahnya sendiri.

 

Perlu juga secara individu mengetahui bahwa untuk meredahkan situasi konflik yang terjadi harus punya target pemetahan konflik dalam lingkup sosial agar persoalan itu bisa teratasi dengan bijak. Dan pihak yang kena musibah konflik harus menahan diri atau mengontrol diri agar masalah tersebut tidak bersandiwara dalam persoalan lebih lanjutnya. Oknum-oknum yang terlibat dalam masalah juga perlu menenangkan situasi yang yang terjadi saat itu agar bebas dari konflik yang bermuara pada korban jiwa.

 

Dalam situasi seperti tersebut, wakil rakyat atau pemerintahan daerah harus ikut terlibat dalam menyelesaikan konflik, tetapi kebijakan itu harus diambil sesuai kondisi pada realita konflik agar masyarakat paham dan bisa bebas dari konflik, seperti konflik perang suku di Yahukimo. Sebab, kebijakan pemerintah harus tepat pada sasaran penyelesaiannya.

 

Jika seperti itu,  maka masyarakat akan damai dengan cara hidup di wilayahnya masing-masing. Perlu juga bahwa untuk menyembuhkan luka konflik ini juga tugas bagi berbagai lembaga, organisasi pergerakan dan berbagai organ kepedulian sosial. Sebab, itu akan memberikan solusi dan penyelesaian pada akar persoalan yang terjadi.

 

Penulis adalah Anak muda Papua*)

Editor: Muyepimo/KM).

#Budaya

#Pemerintahan

#Politik

Baca Juga, Artikel Terkait