Rasisme di Dunia Masih Subur 

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

27 Hari yang lalu
ARTIKEL

Tentang Penulis
Detik-Detik Penangkapan George Floyd oleh Aparat Kepolisian AS di As (Sumber Compas .com)

 

Oleh : Emanuel M]*


ARTIKEL, (KM)--Persaingan orang yang satu dengan yang lain sudah pernah ada semenjak dahulu hingga hari ini masih manampakan dirinya sebagai titik utama persoalan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.Hingga hari ini masih terus berlanjut seperti kajadian Yogyakarta 2016,Surabaya 2019 ,Amerika  2020 dll. 

 

Sejak tahun 1462 (abad ke-15)  orang kulit hitam sudah menjadi korban rasisme di  Sireleone (pertama kali), hal ini jika Penulis mengulas dari titik a sampai titik Z  (kejadian Kematian George Floyd pada tanggal 25 mei 2020 di AS) maka akan sangat panjang. Sehingga mayoritas black skin people telah mendemonstrasikan hal tersebut terhadap pihak berwenang untuk  di jadikan sebagai suatu pelajaran dalam mengambil langkah alternatif namun tanggapannya malah terbalikan yang sedang terjadi di dunia ini dan secara khusus dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesai (NKRI) yaitu aksi -aksi protes rasisme terhadap invididu sebagai pelaku rasisme.

 

Demonsterasi yang di aksikan oleh kaum korban rasisme cenderung menjadi pemicu  rasis jika hal itu diaksi oleh Kulit hitam,Kriting Rambut (Kaum Malanesia) .

 

Papua  terintegrasi dalam serikat inondesia  sajak tahun 1969 hingga hari ini hal rasis masih eksis tanpa di pengaruhi oleh dinamika dunia yang kian hari kian berkembang dengan cepat. Beberapa pemicu Rasis yang telah penulis prediksikan di indonesia dan dunia pada umumnya, yaitu sebagai berikut : 

 

Dianggap Bodo

Ketika manusia kulit hitam hidup di belahan bumi sudah sempat diinah, dianiya, dijajah, dimaki, dan di teror oleh orang yang berkulit putih. Hal itu  disebabkan karena di anggap orang yang tolol dan bodoh. Namun beberapa abad kemudian kaum muda kulit hitam barat menunjukan diri dengan fakta-fakat yang mendukung kaum muda yang dimaksud adalah seperti Malcolm X, Martin Luter King,Jr dan akhirnya Orang kulit hitam menunjukan diri bahwa mereka bisa memimpin negara adikuasa (AS) yaitu Brack Obama yang mana dunia kenal sebagai orang kulit hitam satu-satunya yang pernah menjabat sebagai president of Unitate State of America.

 

Namun rasis dan kebencian terhadap orang kulit hitam masih subur tanpa mengenal akan hal-hal demikian  sehingga ini tak akan ada suatu titik penghentian sebab  akar historisnya tidak bisa di cabut oleh siapapun kecuali oleh Sang Pencipta.

 

Di indonesia sendiri juga masih hadir dengan subur sebab banyak sekali kejadian-kejadian rasis sebagai bukti pendukung untuk menyatakan hal -hal demikian. Apa lagi pada saat ini Papua sudah kenal sebagai salah satu pulau yang terletak di Indonesia bagian timur dan sudah terkenal dengan pulau yang terbelakang dengan Infrastruktur dan Sumber Daya Manusia (SDM) sehingga ini menjadi salah satu pemicu rasis kulit putih terhadap Orang Kulit Hitam.

 

Orang Kulit  Hitam Punya Kekayaan tapi Tidak Pernah Dihargai oleh Kapitalis dan Elite Global

Kehidupan manusia sudah diberi oleh Allah sejak manusia itu dilahirkan sesuai kodrat kehidupannya, hari lewat hari dunia semakin canggih sehingga manusia dapat melihat titik dunia yang belum pernah dikunjungi oleh siapapun.

 

Dalam buku sejarah dunia sudah mencatat bahwa Kakayaan raksasa yang paling berlimpah adalah ada pada tempat dimana Orang kulit hitam itu huni, contoh Freeport Indonesia ,Perusahan terbesar di  PNG , ada juga di Afrika bahkan di beberapa negara lain, yang tidak harus penulis mencantumkan. Karena kepentingan kapitalis dan ekonomi Dunia , pernah di sepakati agar Papua masuk pada bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Oleh Sohekarno hatta Presiden pertama Indonesia dan Jhon.F.Keneddy Presiden AS ketika itu, pada 3 mei tahun 1963.

 

Ketika Papua terintegrasi dalam NKRI Rasisme mulai menampakan diri hingga hari ini masih dipelihara oleh oknum kapitalis . 

 

Rasisme 2019 di surabaya menjadi salah satu fakta yang bisa ditanggapi dalam artikel ini. Beberapa hari kemudian Ir.Joko Widodo ,Presiden Republik Indonesia sempat meminta maaf kepada seluruh Orang Asli Papua.

 

Dalam menjalan pekan itu juga seluruh masyarakat Papua melakukan aksi menolak rasisme diseluruh kota ,Provinsi Papua bahkan di beberapa kota Luar Papua , Namun ironis yang menjadi panutan dalam menyampaikan aspirasi masyarakatnya malah di tangkap dan diadili di beberapa kota PN yang ada Di indonesia.

 

Tambah Ironis lagi yang pelaku diberi tuntutan Hukum selama 7-8 bulan sementara yang menjadi Korban rasisme khususnya yang di Kaltim,Balik Papan dituntut 5 tahun,8 tahun, 10 tahun, 15 tahun ada yang 17 tahun pula oleh Jaksa Penuntut umum (JPU). Hal ini tidak sangat masuk akal maka kami minta agar diperlakukan sesuai hukum dan fakta-fakta yang sudah dilalui bersama dalam persidangan sebelumnya.Manusia kulit hitam hanya untuk dipermainkan dan dihabisi oleh Orang kulit Putih dengan berbagai strategi dan cara yang dilakukannya.

 

Maka hal yang harus diambil oleh orang kulit putih adalah stop racism toward black skin people karena mereka adalah sodara mu yang membukan ruang agar anda menjalin dengan orang lain oleh kekayaan Alamnya. Jangan dibikin kebalikannya "dalam artinya jangan anda jadikan pemicu rasis atas kekayaannya"

 

Perbudakan

Sejak tahun 1861-1865 terjadi perang sipil di amerika antara dua kubuh yaitu Selatan dan Utara atau pihak yang memperlakukan perbudakan dan pihak yang menolak perbudakan,wilayah selatan pada saat itu kalah  tetapi mereka memperlakukan segregasi  yang sangat ketat diberbagai fasilitas publik . 

Orang kulit hitam dipisakan dengan orang kulit putih , sekolah orang kulit putih tidak diperbolehkan orang kulit hitam, juga orang kulit hitam dilarang melakukan Pemilu pada saat itu dan lain-lain.

Indonesia adalah salah satu negara yang dihuni oleh kulit hitam juga kulit putih sehingga rasismenya indonesia penulis tidak perlu tulis karena sudah banyak  yang pernah di adili oleh PBB (persatuan Bangsa-Bangsa) tetapi ironisnya Indonesia tidak mengadilinya entah apa penulis belum tahu...

"Salah satu Aktivis Kemanusiaan Utusan papua ,Natilus Pigai pernah viralkan salah satu video bahwa Negara Indonesia belum pernah mengadili Rasis yang kian hari bertambah terus "

 

Kesimpulan

Jika kita terus mempertahankan ketidak adilan yang selalu menjadi pemicu rasis di dunia dan indonesia pada khususnya maka akan terjadi terus tanpa ada suatu hal yang menghalanginya . Oleh karena itu, pihak terkait agar ambil langkah solutif dalam meningkatan nilai harkat & martabat  manusia.

 

Penulis adalah peajar di salah satu Sekolah Menengah Atas Timika, Papua]*

#Mahasiswa dan Pemuda

#Politik

Baca Juga, Artikel Terkait