Ratusan Mahasiswa Demo di Kantor DPR Papua

Cinque Terre
Admin Kabar Mapegaa

13 Hari yang lalu
INFORMASI

Tentang Penulis
Admin Redaksi Kabar Mapegaa Online
Saat aksi demo berlansung (Foto: Yunus Gobai/KM)

 

 

JAYAPURA, KABARMAPEGAA.com-- Ratusan Mahasiswa Papua yang tergabung dalam Forum Independen Mahasiswa (FIM) West Papua melakukan demo di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Papua rabu 10/10/2018.

 

"Kami yang tergabung dalam FIM West Papua melangsungkan aksi ini  tentang dua isu yakni pendidikan gratis dan  tolak militerisme kampus,"kata Lanihe Lani kepada wartawan media ini.

 

Dijelaskan, pendidikan  di tanah Papua hari ini biaya  pendidikan mahal, fasilitas kampus tidak memadai, metode  mengajar  tidak pada sasaran.

 

Ruang demokrasi mahasiswa mulai terbungkam akibat dari intervensi militer kedunia kampus mulai mencuci, mendidik mahasiswa dengan gaya otoriter militeristik mereka sehingga membuat mahasiswa malas tahu dengan situasi dan berjiwa terauma.

 

"Sisi kebijakan pemerintahan  birokrasi  hari ini  Papua  wilayah  otonomi khusus semua aspek kehidupan  di atur sendiri. terlebih dunia pendidikan itu gratis,"tegasnya 

 

Menurtnya Presiden  Jokowi  juga sudah menjanjikan  di tanah Papua Pendidkan, Kesehatan  digratiskan namun realita hari ini kosong sama sekali  wilayah otsuspun masih diintervensi oleh negara Penjajah.

 

Sungguh, negara ini negara kapitas, bukan dengan nasionalis dan demokratis. Kata dia,  seandainya kalau negara ini negara demokratis dan wilayah  otsus, maka aparat militer tidak akan intervensi aktivitas didunia pendidikan.

 

Sementara itu pelajar Marsel dalam orasinya mengatakn, Pihak Militer dan Polisi Indonesia stop membunuh karakter dan spirit Pendidikan mahasiswa Papua di Tanah Papua.

 

Selama dua tahun ini, saya memantau dan saya menjadi saksi, ada banyak bukti terkait "Pihak Militer dan Polisi Indonesia Membunuh Karakter dan Spirit Untuk Belajar Bagi Mahasiswa Papua di Tanah Papua.

 

"Bukti-bukti yang saya maksud itu, sebagiannya seperti  45 Aktivis mahasiswa USTJ ditangkap di lokasi Kampus  tahun 2018,"ucapnya

 

Menurtnya Indonesia dalam pidatonya, kami ingin anak-anak Papua bebas berpendidikan, bebas berdemokrasi dan bebas menyembangkan skil mereka dalam organisasi mereka. Ternyata Indonesia menipu diri, semua janji Pidatonya itu.

 

"Pada hal Mahasiswa Papua yang sedang kuliah saja, dihalangi begitu terus dalam kegiatan seminar, Aksi damai, mereka, terutama  satau kasus diatas, yang baru-baru terjadi di kampus USTJ," tegasnya

 

 

Pewarta: Yunus Eki Gobai

Baca Juga, Artikel Terkait