Rektor Cabut SK Drop Out 4 Mahasiswa diminta aktifkan Martabat Mahasiswa

Cinque Terre
Yunus Gobai

1 Bulan yang lalu
PENDIDIKAN

Tentang Penulis
Contributor
Poster 4 Mahasiswa yang DO dari rektor UNKHAIR. Foto:Ist

 

MALANG,KABARMAPEGAA.com-Mahasiswa dan Solidaritas untuk bersuara dilapangan mengenai Sejarah, Budaya, dan Rezim adalah Hak Asasi Manusia berdomokrasi atas Penindasan di Papua maupun Penindasan dari Sabang sampai Ambon. Kampus tidak Punya hak untuk melakukan DO atas tuduhan yang tidak relevan.

Tuduhan ini terlihat "SK DO yang dikeluarkan rektor UNKHAIR pada tanggal 12 Desember 2019 diduga melakukam aksi Solidaritas dengan Front Rakyat Indonesia untuk West Papua.

"Rektor UNKHAIR mengancam ketertiban dan keamanan umum dan juga dianggap bahwa itu adalah Makar"kata Bung Ari via sambungan seluler dari Ternate. Selasa, (7/7/2020)

Dijelaskan, kami 4 Mahasiswa yang di Dropout (DO) adalah Mahasiswa yang dalam Tugas Akhir " Fahyudi Marsaoly (Mahasiswa Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Semester XI), Ikra Alktiri (Mahasiswa Jurusan PKN, FKIP, Semester XI) dan Fahrul Abdullah (Mahasiswa Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Semester XI). Kemudian Saya sendiri, Arbi M. Nur (Mahasiswa Jurusan Kimia, FKIP, Semester XIII).

Hukum online, tapi status penetapan pasal makar ini menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Mahkama Konstitusi (MK),menyebut pasal Makar sudah tidak bisa diubah. Institute For Criminal Justice Reform (ICJR) pernah menggugat pasal makar ke Mahkamah Konstitusi (MK) agar mengembalikannya ke istilah aslinya, serangan karena dianggap lebih pas. Sementara, makar sering disalah artikan sebagai tindakan pengkhianatan atau pemisahan diri dari NKRT.

"Sejak SK DO diturunkan dari rektor, kami melakukan beberapa aksi untuk SK DO dicabut oleh Rektor. Tapi SK DO tidak dicabut oleh Rektor, akhir kita perjuangkan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) , di Ambon". Ujar Bung Arbi

Bung Arbi yang juga Mahasiswa di Dropout dari Birokrasi kampus UNKHAIR ini menjelaskan dalam sidang PTUN, di Ambon kami melakukan gugatan dari sidang pertama. Namun sidang gugatan selama 4 kali perbaikan. Sidang kelima itu dipublik, Kamis tanggal 2 Juli 2020 kemarin. Kami sudah mendapatkan jawaban dari Rektor dan kuasa hukum Rektor. Namun selanjutnya sidang keenam yang dimana, kami akan memberi tanggapan dari jawaban Rektor dan kuasa hukum Rektor. Agenda sidang masih duplik.

"Segera rektor cabut SK DO dan kembalikan martabat Mahasiswa karena kita bukan sebagai pelaku Makar yang melanggar undang-undang," pungkasnya [*]

#Budaya

#Mahasiswa dan Pemuda

Baca Juga, Artikel Terkait