Rentetan Kematian Misterius 2015-2018 di Papua 2.044 Balita Meninggal

Cinque Terre
Alexander Gobai

6 Bulan yang lalu
ARTIKEL

Tentang Penulis
Pemimpin Umum dan Redakur Media Online Kabar Mapegaa (KM)

Oleh, Melvin Yogi*)

 

ARTIKEL, KABARMAPEGAA.com – Rentetan kematian misterus di tanah papua bergulir beberapa kabupaten menyebabkan 2.044 orang meninggal dunia dengan penyakit yang berbeda. Kematian misterius terus meningkat di Pegunungan Tengah Papua sejak 2016 hingga kini oleh karena gizi buruk dan terus akan berlanjut kabupaten lain jika tidak mengatasi oleh pemerintah setempat.

 

Data yang saya miliki selama tiga tahun orang papua meninggal karena ada beberapa penyebab; 1) Penyakit HIV AIDS, 2) Tabrak lari 3) Keracunan makanan 4) Di bunuh oleh orang tidak kenal 5) Tembak oleh TNI dan POLRI 6) Penyakit campar sehingga 5610 orang meningal di seluruh tanah Papua.

 

Kematian balita 8 kabupaten sebagai berikut;

 

1. Kabupaten Lani Jaya, kematian 37 orang secara bersamaan

 

2. Kabupaten Deiyai, kematian 50 balita secara bersamaan

 

3. Kabupaten Wamena, kematian 1716 bayi dari total 2.009 orang yang melahirkan

 

4. Kabupaten Yahukimo, kematian 48 orang secara bersamaan

 

5. Kabupaten Nduga, kematian 74 balita pada 2016 secara serentak

 

6. Kabupaten Nduga, kematian 27 balita secara bersamaan pada tahun 2017

 

7. Kabupaten Asmat, kematian 69 balita sudah bersamaan dan sedang berlanjut

 

8. Kabupaten pegunungan Bintang 23 balita sudah bersamaan dan sedang berlanjut.

 

Orang Papua sedang menuju kepunaan dari negerinya sendiri seperti kulit hitam Aborigin di Australia karena pintu kematian terbuka lebar di seluruh tanah Papua. 

 

Tetapi, Tuhan berpihak kepada orang yang tertidas, ketika orang Israel di jajah oleh Mesir Tuhan dengar tagisan Israel maka, mereka bebas dari penjajah sekarang di sebut negara power.  Orang Papua nasib yang sama pasti Tuhan lepaskan budak Negara Indonesia.

 

* Penulis adalah Pemerhati Kemanusiaan Papua, Tinggal di Timika

 

Editor: Frans Pigai

Baca Juga, Artikel Terkait