Ribuan Ikan Mati di Kali Yapero Nelayan Harap Ada Perhatian Pemerintah

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

1 Bulan yang lalu
TANAH PAPUA

Tentang Penulis
CP: Ikan mati yang hanyut di salah satu sungai di Mimika.

 

TIMIKA, KABARMAPEGAA.com--
Diduga tercemar limbah perusahaan PT Freeport, ribuan ekor ikan di muara Kali Yapero distrik Mimika, mati. Nelayan, bersama pihak desa, langsung menyisir ke arah hulu sungai, mencari penyebab matinya ribuan ekor ikan tersebut. Lantaran mencari ikan menjadi mata pencaharian tetap mereka sehari-hari.

Sebuah video amatir memperlihatkan para nelayan memungut ribuan ekor ikan mati mendadak di muara Kali Yapero, Kecamatan Jita, Kabupaten Mimika. Meski ikan-ikan itu sudah mulai berbau busuk, nelayan tetap mengambilnya untuk dijemur, dan diolah kembali. Dikutip dalam Video Senin (30/3/2020) 

Ribuan ekor ikan yang mati, seperti ikan belanak, krapu, dan kakap besar, berukuran 2 kilogram. Akibat ribuan ekor ikan mati, hasil tangkapan nelayan desa setempat menurun dratis, sejak satu bulan terakhir. Peristiwa ini diduga akibat pencemaran limbah perusahaan PT Freepot, yang tergolong parah, sebab banyak ikan kakap besar ikut mati.

Bersama nelayan, pihak desa, langsung menyisir menggunakan perahu, menuju arah hulu sungai, mencari penyebab kematian ikan. Namun, setelah 1 jam penyisiran tidak ditemukan limbah yang diduga menjadi penyebab kematian ribuan ekor ikan di muara Kali Yapero.

Dugaan adanya pencemaran limbah itu, Dinas Lingkungan Hidup setempat, segerah mengambil sampel air Kali Yapero yang diduga tercemar limbah perusahaan. Peristiwa ribuan ekor ikan mati di muara Kali Yapero ini terjadi kesekian kalinya, dalam setahun ini.

Nelayan berharap pemerintah dan Freeport lebih serius bertanggung jwab yang diduga membuang limbah di Kali Yapero yang mengakibatkan ribuan ekor ikan mati. (*)

#Pemerintahan

#Lingkungan dan Hutan

#Ekonomi, Sosial Budaya dan Pendidikan

Baca Juga, Artikel Terkait