Ribuan Warga Pengungsi Di Timika Minta Dipulangkan Ke Tembagapura

Cinque Terre
Kabar Mapegaa

1 Tahun yang lalu
HUKUM DAN HAM

Tentang Penulis
Warga empat kampung ketika mengungsi ke Timika.

 

TIMIKA, KABAR MAPEGAA.com-- Ribuan Warga  asala kawasan Tembagapura dari tiga kampong:  Banti 1, banti 2, kembeli dan Opitawak  yang mengungsi mendesak kepada pemerintah, LPMK, Lemasa dan PT Freeport   untuk segerah  bertanggungjawab untuk mengembaliakan  mereka ke tempat asal  mereka.

 

"Kami  mengungsi ke  Timika  karena kami di paksakan oleh pihak aparat. Sebenarnya  tiga kampung di Tembagapura tidak ada apa apa. TPNPB mereka  mengerti  hal perang, tetapi militer mereka yang memaksa kami  untuk mengosongkan di kampung"  ujar salah satu Pengunsi, JHM kepada  wartawan Rabu, (11/03/2020)

 

Kata dia, selain kami, mereka yang pendulang- pendulang emas masih di Tembagapura semua. “Kami waraga pengungsi mengutuk stop mengadaikan kami.”

 

“Kami tidak mau kita menjadikan lahan bisni bagai aparat dan penguasa PT Freeport (Manajemen Freport) tujuanya  untuk membongkar tempat tinggal kami,” tegasnya.

 

Menurut JHM, untuk soal perang di Tembagapura, warga juga tahu hal ini, dan perang yang sedang terjadi antara Militer indonesia dan TPNPB/OPM bukan hal baru yang sedang terjadi.

 

“Masyarakat yang menggungsi mereka tahu perang TPNPB karena TPNPB dalah Tentara kami. Dan ini bukan hal baru karena TPNPB sudah ada dari lama sejak pada zaman Jend.  Kelik Kwalik pun pernah perang di Tembagapura, (Nemangkawi) namun kami baik- baik saja,” katanya.

 

Kata dia, sekarang ini saat kehadiran beribuh aparat kami di teror dan di paksakan untuk oleh aparat Indonesia.

 

“Kami pemilik Nemangkawi tembagapura, biarkan kami mati di kampung halaman kami, kembalikan kami ke tempat asal. Sehingga kini,  ribuan warga Tembagapura yang ada di Timika sedang menunggu jawaban  untuk kembalikan kami," katanya.

 

Melihat kondisi ini, warga yang mengungsi dari Tembagapura ke  Timika meminta kembalikan Ke kampung Halaman dan sebagai bukti pihaknya telah menolak pendataan yang dilkukan oleh pemda setempat.

Baca juga:

 

Dengan melihat kondisi ini, warga yang mengunsi juga menyatakan sikap. Pernytaan sikap sebagai berikut:

 

Pertama, Ribuan Warga saat menggungsi ke Timika pada malam hari, dan  di pulangkan ke keluarganya masing masing.  Tidak ada arahan yang jelas sesuai keputusan di tembagapura antara kepala distrik, Pemerintah, PT Freeport dan warga pengungsi.

 

Kedua, Pemerintah dan PT Freeport  membiasakan soal pengungsian dan mengangap masyarakat yang mengungsi hanya biasa biasa saja. Pemilik Nemangkawi menjadikan alat sampah. Kami hidup dengan trauma di bawah tekanan Militer Indonesia dan membuat rakyat menderita

 

Ketiga, Pemeritah dan PT Freeport tidak membuat posko darurat bagi para pengungsian.

 

Keempat, Tanah kelahiran kami pihak ketiaga akan menguasai sepertinya tempat kami, tanah, air, pohoh, batu dan semua harta kekayan mau di kuasi oleh tni porli sehingga kami di suruh kosongkan tempat.

 

Kelima, Masalah ini  di ciptakan oleh pemodal dan TNI porli.

 

Keenam, Kami warga mendapatkan  janji palsu oleh pihak pemerintah dan PT Freeport yang sebelumnya sudah di janjikan sebelum menggungsi

 

Pewarta: Yunus Gobai

Editor: Manfred Kudiai/KM

#Ekonomi, Sosial Budaya dan Pendidikan

#Politik

Baca Juga, Artikel Terkait