Rindu Masakan Mama, Akhirnya Menjadi Entrepreneur Muda dari Papua

Cinque Terre
Manfred Kudiai

7 Hari yang lalu
INFORMASI

Tentang Penulis
Pemred Kabar Mapegaa (KM)
Papeda Ikan Kuah Kuning-Gudegnet/Trida

 

YOGYAKARTA/KABARMAPEGAA.com--Redaksi Kabar Mapegaa menyadari bahwa membangun bisnis itu tidak semudah membalikkan telapak tangan, tapi bukan berarti kamu tak bisa ikut memulai bisnis. Ingin memiliki warung makan, restoran atau bisnis yang lain yang pemiliknya adalah anda sendiri? Atau justru kamu ingin membuat clothing line pribadi? Bisa saja. Ingin tahu cara memulai bisnis sendiri dari nol?

Tidak menjadi masalah, Kabar Mapegaa telah menyaksikan cerama seorang pria kelahiran Waropen, Serui, Papua Barat, Andra pria berusia 25 tahun itu, bisa dikatakan bisnismen yang sukses  dan saat ini  memiliki  kurang lebih sekitar 150an karyawaan dan itu berarti Andra dapat dikatakan telah  sukses di dunia bisnis.

 

Redaksi telah mengumpulkan  tips-tips menjadi seorang entrepreneur. Mengenai cara jitu membangun bisnis dari nol. Dan itu datang dari anak muda Papua. Yang kuliah di Jogja pasti tahu, keberadaan salah satu warung makan yang disajihkan berbagi jenis makan khas Papua, yang berlokasi di Babarsari yang dirinya menamai Warung Papeda.

 

Tahun 2014 adalah awal  karirnya dimulai. Pria kelahiran Yapen ini akhirnya membongkar semua rahasisa dibalik kesuksesannya. Untuk itu, kami redaksi telah mengumpulkan tips-tips menjadi entrepreneur  menurut Andra sebagai berikut:

 

Tips-Tips Memulai Bisnis

Andra menjelaskan kepada peserta Sekolah Bisnis Papua (7/9) dari Honai milik mahasiswa asal kabupaten Tambrauw. Bagi teman-teman yang ingin memulai bisinis, tetapi masih bingun harus mulai dari mana maka pada kesempatan ini redaksi KM telah mengumpulkan tips-tips yang berasal dari  Andra. Andra pun memberikan tips-tips memulai bisnis dari nol, yakni:

  1. Berangkat dari Masalah

    Bisnis yang baik itu dari masalah yang ingin di Pecahkan. Setiap hari Andra mengaku dirinya makan, tempe penyet, tahu dan makanan khas jawa lainnya.   Dirinya kangen sama masakan yang biasa mamanya masak di rumah di Yapen, Serui.  Ingin makan Papeda, Kangkung, Bunga Pepaya, sayur genemo dan segala macam masakan khas papua lainnya. Selanjutny dirinya  mulai berpikir jauh, macmnya jika ini dijadikan bisnis, ada peluang ini akhirnya dia cari tahu tentang cara buka bisnis kepada orang-orang yang dia percaya. Andra  mengumpulkan sebanyak mungkin informasi mengenai bisnisnya.

    “Saya tanya sama, teman-teman mahasiswa asal Jaypura, Merauke dan sekitarnya. Saya tanya, misalnya kalau buka warung Papeda, seperti yang kitong punya  mama dong masak dirumah, kira-kira bisa laku atau tidak. Ternyata jawaban dari teman-teman semuai positif.” katanya.

    Memulai bisnisnya setelah menimpah masalah. Sehingga dirinya mengatakan jika mau memulai bisnis harus berangkat dari masalah pribadi yang kita hadapi.
     
  2. Temukan Ide

    Meski sudah beradaptasi dengan makanan di tanah Jawa, namun menu khas kampung halaman selalu ia rindukan. Dari situ muncul ide membuat bisnis rumah makan yang menyajikan menu khas Indonesia Timur.

    Keinginan tersebut semakin bulat setelah dirinya mengetahui fakta ada 20 ribu masyarakat Maluku dan Papua di Yogyakarta. Andra melihat angka tersebut sebagai pasar yang empuk untuk bisnis rumah makannya.

    Papeda menjadi menu utamanya. Makanan ini berupa bubur sagu khas Maluku dan Papua yang biasanya disajikan dengan ikan tongkol atau mubara yang dibumbui dengan kunyit. Tak sembarang, bahan bakunya seperti sagu diterbangkan langsung dari Serui, Papua. Andra rutin memesan sebanyak satu ton empat bulan sekali.

    Alhasil, keotentikan tersebut berhasil menarik para pemburu kuliner untuk mengunjungi rumah makan ini. Para tamu bukan hanya mahasiswa Maluku dan Papua, malainkan orang-orang dari berbagai daerah yang ingin mencicipi kuliner Indonesia Timur.
     
  3. Kenali Motivasi

    Motivasi  Andra dalam memulai bisnis ini adalah sejak dirinya menimpa masalah. Saat itu, ada temannya mencuri uang milik Andra sekitar 190 juta. 100 juta adalah uang yang dikasi oleh kedua orang tua, untuk biaya kampus, Kos serta kebutuhan lainnya selama kuliah di Jogja. Sedangkan 90 juta adalah uang milik temn-temannya yang saat itu dirinya dipercayakan untuk memegang uang tersebut.

    Dari situ, Andra mengalami frustasi. Bagaimana cara untuk mengembalikan hutang yang telah dibawa  lari oleh orang yang tidak bertanggungjawab itu. Sampai-sampai, Andra hampir jatuh sakit. Tetapi semangat dan motivasi itu lahir ketika ada dorongan dari pihak  keluarga, teritama ibunya dari Papua.

    Andra memberanikan diri untuk meminta uang yang terakhir kalinya. Dan saat itu, Andre janji, tidak akan minta uang lagi kepada kedua orang tua.  Dengan uang yang dikirim dari Ibunya dari  Papua, dirinya berusaha untuk membangun sebuah bisnis. Tekad dan motivasi memulai bisnis itu, dengan harapan melunasi hutang  90 juta itu. Akhirnya setelah usahan bisnis ‘Warung Papeda itu mulai jalan, selama kurung waktu satu  bulan, ia memeroleh untung bersih sekitar 50 juta. Dan dalam tiga bulan bisnisnya berjalan, ia mampu mengembalikan hutan 90 juta tersebut.
     
  4. Modal Awal

    Banyak diantara kita yang berpikir atau bertanya-tanya, modal awal memulai bisnis. Cara paling jituh menurut Andra adalah dengan cara  menggunakan dana pribadi sebagai modal awal jauh lebih baik daripada pinjam kepada pihak Bank. Nah, jika kamu memiliki tabungan yang cukup banyak, membiayai bisnismu sendiri merupakan cara yang paling mudah untuk memastikan bahwa kamu memegang otoritas penuh atas perusahaan atau bisnis itu sendiri.
     
  5. Manajemen Waktu

    Menurut Andra, manajemen waktu memang penting dalam membangung bisnis. Sejak 2014, dirinya dihadapkan pada yang namanya dilema dengan manajemen waktu. Saat itu, dirinya benar-benar fokus membagi waktu antara kuliah dan usahanya. Jadi, menurut Andra,  manajemen waktu sangat penting  dalam berbisnis. Sebab terlalu banyak waktu yang disita di dunia bisnisnya selain di kampus.

    Untuk itu, manajeman waktu  menjadi salah satu faktor untuk kelancaran dan kesuksesan dalam berbisnis. Dimana ketika seseorang menjalankan suatu bisnis maka ia harus menjalankan bisnisnya dengan penuh rasa tanggung jawab. Sebagai pelaku bisnis tidak hanya memperhatikan satu atau dua aspek yang dapat mendorong untuk menuju kesuksesan tetapi juga perlu memperhatikan berbagai macam aspek yang berkaitan seperti salah satunya terkait dengan manajemen waktu.

    Pelaku bisnis harus memiliki manajemen waktu yang baik agar urusan bisnisnya dapat berjalan lancar.
     
  6. Berani Menghadapi Tantangan

    Dalam dunia bisnis, tidak ada ceritanya selalu  mendapatkan keuntungan, namun ada kalahnya kita mengalami kerugian.  Hari ini kita lihat banyak  yang sukses di dunia bisnis itu, pada umumnya, saat awal memulai  bisnis pasti mengalami kegagalan. Bahkan sampai menangis darah sekalipun.

    Bagi Andra, dalam bisnis namanya mengalami rugi adalah  masalah yang biasa, sebab dirinya menyakini semua masalah yang menimpah adalah salah satu tahap dimana dirinya dihadapkan pada sebuah proses  belajar lebih giat lagi. Andra mengaku, dirinya suka dengan tangtangan. Sebab dengan tantangan, telah memdapatkan pengalaman baru yang bisa membuat  dirinya lebih jelih dalam memulai bisnis baru yang kedepan direncanakan olehnya.

    Seorang bisnismen tidak boleh menghidar dari namanya resiko karena  menurutnya tidak ada  bisnis yang tidak mengalami resiko.
     

Baca Juga: Sekolah Bisnis Papua Resmi Dibuka

 

Jadi, dari cerama Andra dalam acara pembukaan Sekolah Bisnis Papua (SBP) ini, redaksi dapat menyimpulkan bahwa, untuk menjadi seorang entrepreneur adalah dengan cara menjadi pemberani. Berani untuk mencoba, maka siapapun dia yang ingin menjadi entrepreneur jangan perna takut untuk memulai.

 

Seperti cerita suksesnya Warung Papeda. Pada Tahun 2014, pertama kali  dirinya mencoba bikin warung Papeda, kemudian jelang tiga tahun, puncaknya di tahun 2017, sebuah rumah makan khas Papua, Warung Makan Papeda yang sangat kecil yang berolaksi di Babasri itu, terpilih sebagai ide bisnis  terbaik di Indonesia dan merai juara 1 tingkat nasional.

 

Bagi yang penasaran, Warung Papeda saat ini berada tepatnya berada di Jl. Babarsari No.10, Caturtunggal, Sleman, Yogyakarta. Berdiri sejak 16 September 2014, rumah makan ini melayani tamu-tamunya selama pukul 10.00 – 22.00 WIB.

 

Jadi, menjadi entrepreneur membutuhkan komitmen yang kuat. Bisnis tidak akan berjalan baik ketika Anda melakukannya “setengah-setengah”. Entrepreneur adalah profesi yang membutuhkan waktu, perhatian, dan dedikasi penuh. Sebaiknya jangan memulai ketika Anda belum siap untuk mencurahkan diri ke bisnis tersebut.

 

Sandra Lesmana, pria asal Serui, Papua yang berada di balik kemunculan Warung Papeda ini menjadi salah satu cermin bagi putra-putri Papua untuk bersain di dunia bisnis baik di tingkat nasional maupun di Internasional. Artinya, Papua juga bisa.

 

Pewarta: Manfred Kudiai/KM

#Papua Bisa

Baca Juga, Artikel Terkait