Rumah Pastoran Tuka dan Uang Tujuh Puluh Juta Terbakar

Cinque Terre
Ancelmus Gobai

2 Bulan yang lalu
INFORMASI

Tentang Penulis
"Melayani dengan hati"
usai kebakaran rumah pastoran stasi Tuka/ Agus Muyapa/KM.

 

 

Yogyakarta KABARMAPEGAA.Com—Perumahan pastoran pewarta stasi St. Yoseph Tuka wilayah Uwodege Piyaiye Paroki Kristus Jaya Komaopa. Wilayah Pemerintah distrik Bogobaida terbakar habis rabu (3/7) pukul 4 subuh waktu Indonesia Timur.

 

Didalam kebakaran rumah pastoran, uang tujuh puluh juta milik dewan stasi Tuka, alat alat dan bahan rohani seperti alkitab madah bakti, mazmur tanggapan dan refren, baju pewarta, lilin serta alat perlengkapan lainya ikut terbakar tanpa di tolong satupun demikian.

 

Kebakaran rumah pastoran sekaligus dengan perumahan pewarta yang di resmikan tahun 2018 oleh wakil uskup Timika Pastor Marten Kuaiyo,  pastor paroki Komopa dan beberapa pastor lain pada saat rekonsiliasi di stasi Tuka.

 

Hal ini disampaikan  sekertaris dewan stasi Tuka Agustinus Muyapa saat di hubungi media ini  melalui via telp, kamis (4/7).

 

Kronologi singkat, Sore hari pewarta Isak Muyapa dan salah satu pelajar adinya Yulius mereka masak makanan sore. Setelah mereka masak malam harinya sebelum meninggalkan rumah meraka memadam api dengan air  kemudian mereka ke rumah Onai yang tidak jauh dari rumah pastoran untuk bermalam disana.

 

Besok harinya sekitar jam 04 subuh waktu Indonesia Timur perkumpulan pria di rumah Onai diantara salah satu keluar dari rumah untuk membuang air kecil lalu melihat asap rumah di sebelahnya. Pria itu berteriak, ada kebakaran, ada kebakaran. Pria lain yang sedang tidur kaget bangun lalu ketempat kebakaran ternyata rumah terbakar habis. Jelas Muyapa dengan nada sedih.

 

Dengan peristiwa kebakaran ini, nanti saya minta surat keterangan dari pastor paroki atas kebakaran rumah pastoran, lalu saya akan koordinasi dengan departeman agama, pemimpin daerah bupati di kabupatan serta bangun komunikasi dengan dekenat kab Paniai untuk membangun kembali rumah pastoran,  jelas  Agustinus.

 

Untuk kami umat soal fisik kami siap, untuk membangun tetapi kami berharap kepada sesama sebagai satu kepercayaan mohon bantuan doa dan dana. Tutup Muyapa.

 

Ketua BPGS Yulius Muyapa mengatakan kami merasa sedih dan kehilangan rumah uang alat alat misa gereja stasi Tuka.

 

Manusia ada barang ada sehingga kami umat bekerja keras lagi untuk membangun kembali pastoran dan kelengkapan gereja lainnya. Tutupnya.

 

Pewarta stasi Tuka Isak Muyapa memohon kepada Tuhan atas kejadiaan ini. Tuhan ampuni kami umat Tuka sebab kami tidak bersalah.

 

Saya mendoakan semoga rumah pastoran dapat membangun kembali seperti semula sehingga harapan pihat agama umat dan pemerintah memperhatikan. Jelasnya.

 

Pewarta: Anselmus Gobai/KM

#Gereja

Baca Juga, Artikel Terkait