Sambut 1 Juli: AMP dan FRI-WP Malang Serukan Aksi 49 Tahun Proklamasi

Cinque Terre
Yunus Eki Gobai

3 Bulan yang lalu
NASIONAL

Tentang Penulis
Contributor
Poster Seruan Aksi FRI-WP dan AMP Komite Kota Malang

MALANG,KABARMAPEGAA.com- Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) Komite Kota Malang bergandeng Front Rakyat Indonesia untuk West Papua telah mengeluarkan seruan aksi kepada seluruh pelajar, mahasiswa dan rakyat Papua di kota studi Malang, Jawa Timur untuk memperingati 49 tahun hari pembacaan proklamasi kemerdekaan Papua.

Dulu, 1 Juli 1971, proklamasi tersebut dibacakan di Victoria, Desa Waris, dekat perbatasan Papua-Papua New Guinea (PNG). Aksi AMP dan FRI-WP  Malang tersebut akan dilakukan dalam bentuk demonstrasi damai pada selasa, 30 Juli 2020.

Proklamasi 1 Juli 1971 tersebut sebelumnya telah disiapkan untuk dibacakan pada 1 Desember 1961, tetapi dengan pertimbangan bahwa sebaiknya proklamasi dibacakan pada hari dimana Bangsa Papua merdeka penuh, maka teks proklamasi ditunda dibacakan. Lalu pada 19 Desember 1961, Presiden Indonesia, Soekarno, membacakan Trikora (Tri Komando Rakyat), dan mulailah upaya-upaya Indonesia untuk menggagalkan pembentukan negara Papua intensif dilakukan.

Komando Mandala pembebasan Papua dibentuk. Melalui Pepera (Penentuan Pendapat Rakyat) 1969, Papua menjadi bagian dari Indonesia. Orang-orang Papua yang memprotes pelaksanaan Pepera 1969 yang tidak menjunjung nilai-nilai demokrasi dan kebebasan dan hak asasi manusia itu dihadapkan dengan senjata, operasi militer, kematian.

“Dibawah bayang-bayang teror dan operasi militer yang dilakukan oleh militer Indonesia di Papua, pada tanggal 1 Juli 1971, bertempat di Desa Waris, Numbay-Papua, dekat perbatasan PNG, dikumandangkan ‘Proklamasi Kemerdekaan Papua Barat’ oleh Brigjend Zeth Jafet Rumkorem, selaku Presiden Papua Barat,” tulis AMP dan FRIWP dalam seruannya.

Cara menghindari serangan jantung. Lakukan sekali sehari Berbagai operasi militer terus dilancarkan oleh Indonesia untuk menumpas gerakan pro-kemerdekaan rakyat Papua tersebut, jelas AMP dan FRIWP, terus berlanjut hingga hari ini.

“Pembungkaman terhadap ruang demokrasi semakin nyata dilakukan oleh aparat negara (TNI-Polri) dengan melarang adanya kebebasan berekspresi bagi rakyat Papua di depan umum serta penangkapan disertai penganiayaan terhadap aktivis-aktivis pro kemerdekaan Papua,” lanjut AMP dan FFRI-WP [*]

#Mahasiswa dan Pemuda

Baca Juga, Artikel Terkait